Toko NFT Rarible Akhirnya Mendukung Polygon (MATIC), Ketat Bersaing dengan OpenSea?

Toko NFT ternama, Rarible akhirnya mendukung sidechain Polygon (MATIC), serupa dengan OpenSea. Keunggulan Polygon memang sangat dirasakan para penikmat NFT, karena lebih murah dan cepat. Rarible juga masuk program Polygon Studios, sama seperti yang diumumkan oleh Zipmex Indonesia.

“Kami menyaksikan pasar NFT tumbuh pesat selama dua tahun terakhir, tetapi kami mengakui bahwa ada hambatan tertentu, utamanya gas fee yang tinggi dan keterbatasan ekosistem. Saya pikir Polygon (MATIC) menjawab tantangan itu, ” kata salah seorang pendiri dan CEO Rarible Alexei Falin dilansir dari Decrypt, Kamis (17/3/2022).

Polygon sejatinya adalah sidechain untuk memperkuat blockchain Ethereum yang memungkinkan transaksi lebih murah dan lebih cepat daripada blockcbain Ethereum sendiri.

Polygon jelas tidak menggunakan algoritma Proof-of-Work (PoW) yang haus listrik, seperti pada Ethereum 1.0. Polygon justru mengandalkan Proof-of-Stake (PoS) yang ramah energi dan sejauh ini terbukti relatif aman.

Polygon belum lama ini sukses mendapatkan dan investasi sebesar US$450 juta yang dipimpin oleh Sequoia Capital India.

Pemanfaatan Polygon untuk menerbitkan NFT di OpenSea memang terkenal ramah pengguna. Di OpenSea pengguna bisa menerbitkan NFT tanpa batas secara gratis berkat Polygon.

Walaupun di Rarible ada fitur gratis menerbitkan NFT, penerapan sistem Polygon di Rarible tentu saja mudah ditafsirkan, bahwa toko NFT yang satu ini hendak menjawab persaingan di “bisnis token unik” yang sedang digilai saat ini. Pasalnya Polygon punya keunggulan relatif soal use case dan fitur teknologinya.

Namun demikian, Rarible masih kalah telak soal jumlah kripto yang dijadikan alat pembayaran. OpenSea mendukung lebih dari 150 kripto. Sedangkan Rarible dengan pembaruan ini, hanya 4. OpenSea juga mendukung pembelian menggunakan kartu kredit, sedangkan di Rarible belum ada.

Perbandingan fitur antara OpenSea versus Rarible. Sumber: Coindesk, Maret 2022.

Kemudian soal biaya royalti, di OpenSea sekitar 10 persen, sedangkan Rarible menawarkan lebih besar, yakni 50 persen.

Di tengah koreksi pasar kripto saat ini, terpantau di dApp Radar, dalam rentang 7 hari terakhir, ada kelesuan volume penerbitan NFT di Rarible dan OpenSea berdasarkan nilai kripto yang diusungnya.

Di Rarible misalnya turun setara US$59,82 ribu atau sebesar -55,64 persen. Sedangkan di OpenSea naik setara US$39 juta atau setara 7 persen dalam kripto ETH.

Penambahan Polygon sebagai bagian dari sistem penerbitan NFT di Rarible, maka sekarang sudah ada 4 sistem yang digunakan. Tiga lainnya adalah Ethereum, Tezos dan Flow.

Rarible Masuk Polygon Studios

Selain mendukung Polygon, Rarible juga mengumumkan kemitraan dengan Polygon Studios, sebuah inisiatif baru yang mendukung proyek game, NFT dan metaverse. Polygon Studios akan membantu Rarible dengan pemasaran dan dukungan pengembang sebagai bagian dari aliansi.

Kerjasama serupa juga diumumkan sebelumnya oleh Zipmex Indonesia. Kerjasama mereka dengan Polygon Studios guna memperluas use case token ZMT.

Rarible memang menyumbang kecil volume perdagangan NFT jika dibandingkan dengan OpenSea. Namun, peningkatan tetap digenjot dengan pendekatan sedikit berbeda. Misalnya Rarible dengan token RARI digunakan sebagai imbalan bagi pengguna dalam tata kelola ekosistem.

Polygon (MATIC) Diserang, Peretas Bawa Kabur Rp22,8 M

Selain itu Rarible punya Rarible Protocol yang bisa dimanfaatkan di toko NFT lain. Ini ibarat sistem operasi ataupun template yang siap pakai. [ps]

spot_img

Terkini

Terkait