Trader “Beropit” US$200 Juta: Pemain Besar Akan Datang

101

Seorang trader kripto, yang dikabarkan memperoleh opit lebih dari US$200 juta gara-gara memperdagangkan ETH, baru-baru ini memperkirakan, pemain besar akan masuk ke pasar kripto pada waktunya.

Pendapatnya senada dengan trader kripto pada umumnya, yaitu pasar kripto menjalani siklus-siklus tertentu. Katanya, sangat penting mengingat siklus tersebut ketika harga kripto meningkat cepat maupun ketika harganya turun curam.

Enggan menyebut jati dirinya, sang trader mengatakan kepada CCN, ia kenal dengan Bitcoin pertama kali pada tahun 2011. Saat itu, ia percaya kripto memiliki potensi untuk mengubah peta ekonomi di seluruh dunia.

Di masa-masa awal Bitcoin, trader tersebut mengungkapkan, betapa sulitnya untuk membeli Bitcoin dengan uang fiat. Ia membeli beragam kartu grafis agar dapat menambang Bitcoin. Ia juga membeli sejumlah Bitcoin melalui iklan di forum Bitcointalk.

“Saya belajar mengambil untung dari berbagai siklus pasar kripto yang terjadi. Ketika harga turun, itulah waktu yang tepat untuk mulai membeli dan menambah simpanan aset kripto. Dan lagi, hanya masalah waktu sebelum pemain besar mulai masuk di pasar ini. Masih ada waktu untuk mulai bertindak sekarang,” tegasnya.

Ia tak lupa menyoroti, halving imbalan blok Bitcoin akan menjadi pemicu bull market berikutnya. Namun demikian, ia memperkirakan, ledakan harga berikutnya tidak akan sehebat bull market pada tahun 2017. Ia percaya tetap akan ada pertumbuhan yang luar biasa. Kok bisa?

“Menurutku, cara yang akurat untuk memperkirakan bull run berikutnya adalah dengan menghitung jumlah hari menuju halving imbalan blok penambangan Bitcoin, bukan menghitung berapa lama bear market sudah berlangsung,” katanya.

Ia mengakui, banyak berinvestasi di EOS, TON (Telegram Open Network) dan Ethereum, namun motivasinya tak selalu soal profit, tetapi sebagai wujud dukungan terhadap gerakan kripto global.

“Tapi, saya percaya teknologi kripto tidak akan sepenuhnya menggantikan infrastruktur keuangan tradisional. Hanya saja, pasti akan mengakibatkan perubahan yang mendasar,” ujarnya.

Dalam sebuah wawancara, Eric Larcheveque, CEO Ledger, sebuah perusahaan teknologi berbasis di Perancis yang mengembangkan solusi keamanan bagi aplikasi terkait kripto dan blockchain, berkata bear market kripto masih bisa berlangsung selama 12 sampai 24 bulan lagi.

Larcheveque juga mengatakan, harga kripto yang rendah berdampak terhadap industri, mengakibatkan jumlah media massa yang lebih sedikit. Karena kurangnya perhatian media, penjualan dan jumlah pengunjung juga berkurang, tambah Larcheveque.

Sementara itu, Michael Novogratz, mantan mitra di Goldman Sachs dan Pendiri Galaxy Digital, menyarankan kepada investor kripto untuk tetap bertahan. Kendati Novogratz tidak menyangka harga kripto akan naik dalam waktu dekat, ia yakin pasar kripto akan memantul pada waktunya.

Novogratz mengungkapkan, ada banyak pengembangan teknologi yang terjadi di “balik layar” saat ini. Katanya, perlu waktu lebih lama bagi institusi untuk bergerak, tetapi hampir dapat dipastikan institusi-institusi tersebut akan berinvestasi besar di pasar kripto di masa depan. [cryptoglobe.com/ed]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Hubungi Kami