CryptoQuant: Data Binance Reserves Tak Diragukan

CryptoQuant baru saja merilis laporan terhadap hasil audit bukti Binance reserves. Menurut firma analitik itu jumlah kripto di crypto exchange raksasa itu tak perlu diragukan dan benar adanya.

“Laporan tersebut menunjukkan kewajiban BTC Binance (simpanan pelanggan) 97 persen dijamin oleh aset bursa. Jaminan meningkat menjadi 101 persen ketika BTC yang dipinjamkan kepada pelanggan diperhitungkan,” tulis CryptoQuant dalam laporannya yang dirilis pada Rabu (14/12/2022).

Melansir Cointelegraph, perusahaan analitik itu menambahkan, data on-chain menunjukkan data Binance reserves untuk ETH dan stablecoin masih masuk akal dan tidak tidak menunjukkan gelagat skandal ‘mirip FTX’.

“Selain itu, data Binance reserves yang dapat diterima, yang berarti tokennya sendiri, BNB, masih memiliki proporsi yang rendah dari total asetnya,” lapornya.

IKLAN

Binance menghadapi badai FUD (ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan) minggu ini setelah penarikan senilai US$5 miliar dari bursa pada Selasa (13/12/2022) lalu. Ketakutan akan krisis likuiditas dan skenario bank run lainnya tak pelak meningkat.

Selain itu, Binance juga telah menjadi sorotan selama sebulan terakhir pasca keruntuhan FTX. Salah satu yang menyeruak adalah kecaman bahwa perusahaan milik Changpeng Zhao sengaja membuat saingannya, platform milik Sam Bankman-Fried bangkrut.

Changpeng Zhao telah berupaya meyakinkan pelanggan dan investor bahwa Binance memiliki reserves yang cukup dan didukung penuh.

Awal bulan ini, Binance merilis laporan proof-of-reserves, namun mendapat kritikan karena dianggap tidak memenuhi prosedur, serta proses audit yang belum menyeluruh.

IKLAN

Salah satunya dari mantan kepala Kantor Penegakan Internet Komisi Bursa Efek, John Reed Stark, yang menilai laporan tersebut tidak membahas efektivitas kontrol keuangan internal.

Selain itu, MarketWatch melaporkan, perusahaan yang menjalankan bisnis di luar kantor di Timur Tengah, Karibia, Asia, dan tempat lain, tidak pernah merilis laporan keuangan yang diaudit.

Tetapi yang pasti hasil kajian CryptoQuant mendukung temuan oleh firma audit Mazars yang menyatakan bahwa kewajiban di data Binance reserves sangat dekat dengan perkiraannya sebesar 99 persen.

Sebelumnya, penyedia data Nansen melaporkan, bahwa sekitar 10 persen bukti cadangan Binance disimpan dalam bentuk kripto BNB. 

“Binance saat ini memiliki total aset US$60,4 miliar berdasarkan address public mereka yang diungkapkan, US$6,2 miliar dari total itu adalah BNB,” tulis Nansen.

Namun, situasi menjadi stabil keesokan harinya dan CEO Changpeng Zhao melaporkan bahwa arus keluar bahkan tidak termasuk dalam lima besar terbesar untuk bursa.

Meski demikian, CryptoQuant memperingatkan bahwa analisis mereka tidak dapat ditafsirkan sebagai pendapat yang menguntungkan Binance sebagai perusahaan, ekosistem jaringan BSC/BNB, atau token BNB. 

“Ini hanyalah tanda bahwa jumlah BTC Binance yang dikatakan sebagai kewajiban pada saat laporan PoR dilakukan masuk akal, menurut data on-chain,” pungkas firma tersebut.

Audit Binance Reserves: Punya Cadangan BTC Terbanyak

Sebelumnya, CryptoQuant telah menempatkan Binance sebagai exchanger kripto yang memiliki cadangan Bitcoin terbanyak di antara crypto exchange lainnya.

Perusahaan perdagangan kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangannya,, dilaporkan menjadi 

Dalam laporan firma tersebut, Binance memiliki 584.083 BTC yang bernilai sekitar US$9 miliar (setara Rp141,5 triliun). 

Bahkan, jumlah kepemilikan Binance berhasil melampaui perusahaan perdagangan kripto terkemuka asal AS, Coinbase.

Binance telah melampaui Coinbase Pro untuk menempati posisi teratas dalam hal cadangan Bitcoin di bursa, menandai kekuatan absolut selama periode berdarah ini, menurut seorang analis kripto di CryptoQuant, BinhDang.

“Setiap langkah CZ akan memainkan peran paling penting dalam mendapatkan kembali kepercayaan di pasar ini, dan sebaliknya; jika dia membuat kesalahan apa pun, itu akan menjadi bencana berdarah kolosal untuk seluruh pasar ini,” tambah analis tersebut.

Dia juga memaparkan terdapat lima bursa kripto yang memiliki Bitcoin terbesar, Binance berada di posisi pertama dengan jumlah kepemilikan Bitcoin sebanyak 584.083 BTC, kemudian diikuti Coinbase yang memiliki 533.048 BTC, Bitfinex 345.534 BTC, Gemini 158.918 BTC, dan Kraken memiliki 71.426 BTC.

Teranyar, Zhao telah memperingatkan seluruh jajarannya agar mewaspadai kemungkinan turbulensi pasar dalam beberapa bulan ke depan, hanya beberapa hari setelah perusahaan itu mengumumkan data Binance reserves

Bloomberg mengutip dokumen berisi peringatan Zhao, bahwa industri ini sedang melalui momen bersejarah di mana Binance berada dalam posisi keuangan yang kuat dan akan bertahan di setiap musim dingin kripto. [ab]

spot_img
spot_img

Terkini

Terkait