Trader Kripto, Peter Brandt: Bitcoin Lebih Mirip Aset Spekulasi daripada Investasi

Peter Brandt, trader kripto veteran yang meramalkan kejatuhan pasar kripto di tahun 2018, telah melihat Bitcoin (BTC) lebih mirip aset spekulatif daripada investasi.

Memang, saat ini masih banyak pertentangan antara dua pihak, yang menilai BTC sebagai aset investasi, bahkan lindung nilai, terhadap inflasi dan pihak yang menganggapnya hanya sebagai aset spekulatif.

Secara historis, umur BTC masih terbilang singkat untuk menjadi aset lindung nilai karena belum pernah menghadapi kondisi ekstrim, kenaikan suku bunga tinggi, seperti saat ini.

Tentu saja, bagaimana BTC menyikapi kondisi tersebut akan dibuktikan dalam beberapa waktu ke depan. Membuktikan pihak mana yang mendekati kata “tepat” dalam mendeskripsikan aset kripto utama ini.

IKLAN

Trader Bitcoin Peter Brandt Menganggap Bitcoin Murni Sebagai Permainan Spekulatif

Peter Brandt, yang juga memiliki lebih dari setengah juta pengikut di Twitter, mengatakan bahwa alih-alih sebagai aset investasi, Bitcoin adalah murni permainan spekulatif.

Hal tersebut ia simpulkan melihat sejumlah crash harga BTC yang terjadi dalam 12 tahun terakhir.

Selain itu, trader kripto tersebut juga tidak menganggap Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, ia meyakini bahwa BTC memiliki kemungkinan besar untuk memberi keuntungan besar dalam jangka panjang.

Pasokan BTC yang terbatas, keamanan yang tinggi, transparansi, tingkat penerimaan dan kemampuan transfer aset adalah faktor yang membuat ia menyimpulkan kemungkinan tersebut.

IKLAN

Tidak hanya itu, Brandt juga menilai saat ini fitur yang ditawarkan oleh BTC tidak tertandingi, namun kelak posisi tersebut akan direbut.

“Tidak ada yang lebih baik dari BTC untuk fitur yang dimilikinya. Tetapi apakah kita benar-benar mau berasumsi bahwa tidak ada yang serupa atau lebih baik yang akan pernah ditemukan? Apakah BTC adalah puncak kejeniusan manusia?,” ungkap Brandt.

Di sisi lain, melalui sebuah jajak pendapat di Twitter, Brandt mengungkapkan bahwa dari 9.247 responden, 53,5 persen dari mereka percaya bahwa harga BTC belum mencapai titik terbawah, alias bottom.

Mereka melihat bahwa penurunan masih akan terus berlanjut, sehingga pergerakan ke bawah level US$20.000 mungkin masih menjadi kekhawatiran tersendiri, merujuk pada kondisi ekonomi global saat ini. [st]

 

 

 

 

spot_img

Terkini

Terkait