spot_img
spot_img

VDollar Siap Tantang BNB Besutan Binance, Kok Bisa?

Adalah token VDollar besutan bursa kripto Vdollar.io siap menantang BNB besutan Binance. Seperti “cashback“, setiap biaya trading (bernilai dolar) di Vdollar.io akan diubah menjadi token Vdollar. Semakin sering Anda trading, semakin banyak pula Vdollar yang Anda kumpulkan.

Sulit memungkiri nilai pasar aset kripto dewasa ini. Saking bernilainya dan jumlah penggunanya mencapai ratusan juta, industrinya juga semakin beragam.

Di sektor bisnis bursa kripto, jumlahnya bahkan tak terhitung. Ibarat persaingan yang kian ketat, pengola bursa harus mati-matian untuk memikat penggunanya agar terus setia.

Lihatlah bursa Binance, loyalitasnya cukup terjaga berkat Binance Coin (BNB). Penggunaan kripto itu memungkinkan mendapatkan rabat transaksi trading. Mekanisme burn setiap kuartal jadi pemikat penambahan nilainya.

Token VDollar Sebagai Imbalan

Adalah bursa kripto baru, yakni VDollar.io melakukan hal yang mirip, tetapi dengan strategi yang berbeda.

Untuk meningkatkan loyalitas pengguna, VDollar.io memberikan imbalan berupa token VDollar. 

BNB Binance

Token itu diperoleh dari setiap biaya trading (bernilai dolar AS) yang dibebankan kepada pengguna.

Misalnya biaya trading Anda adalah 5 USDT (Tether), maka Anda mendapatkan “cashback” sebesar 5 VDollar. 

USDT itu kemudian disimpan di USDT Reserve Pool (URP)-berbasis Tron. Cara ini untuk memastikan bahwa nilai USDT di URP merupakan “underlying asset” dari nilai token VDollar-berbasis Ethereum (ERC20). Di dalam sistem ini disebut dengan istilah “Trading Mining”. Lihat gambar di bawah ini.

Icon berwarna biru adalah URP, total dari trading fee dari semua pengguna (bersatuan USDT). Icon berwarna hijau adalah VDollar (VD) yang diterbitkan, mendekati jumlah USDT di URP. Sedangkan icon berwarna jingga adalah pasokan maksimal token VDollar.

Semakin sering Anda trading, semakin banyak pula Vdollar yang Anda kumpulkan.

Token Langka Berkat Halving

Satu konsep menarik soal pertambahan nilai dan harga VDollar adalah, terkait mekanisme “halving” token itu.

Halving di sini tidak semakna dengan halving di Bitcoin yang setiap 4 tahun itu ya.

Halving di konteks VDollar adalah terkait penempatan jumlah token yang dilakukan secara bertahap.

Begini penjelasannya. Total pasokan VDollar yang sudah diterbitkan adalah sebanyak 10 juta unit (ERC20) di blockchain Ethereum.

Secara bertahap (fase) pasokan VDollar itu akan dikurangi sebanyak separuh (halved). Cara menguranginya adalah dengan teknik burn, seperti BNB.

Misalnya pada fase pertama, jumlah token VDollar yang bisa dijadikan reward adalah 4.500.000 unit. 

Sedangkan fase kedua berkurang separuhnya, yakni  2.250.000, hingga fase-fase berikutnya.

Nah, artinya, jumlah unit token VDollar seiring waktu akan semakin langka dan bisa meningkatkan nilai dan harga VDollar itu sendiri.

Tentu saja ini terkait dengan pertambahan jumlah pengguna bursa VDollar.io itu sendiri.

Nah, di fase pertama ini, setiap 1 VDollar akan Anda dapatkan secara langsung dari setiap 1 USDT dari trading fee. Di mana nilai 1 VDollar setara dengan 1 USDT, yakni setara Rp14 ribuan.

Ingat, semakin banyak Anda melakukan trading, maka semakin banyak token VDollar yang Anda kumpulkan.

Tersertifikasi MBS (Money Business Services) di Amerika Serikat

Pihak bursa menyebutkan, bahwa perusahaan mereka, VDollar Exchange LTD, terdaftar di Colorado, AS. 

Perusahaan juga sudah mengantongi sertifikat MBS (Money Business Services) di negeri Paman Sam itu.

Sertifikat itu punya ruang lingkup bisnis sebagai berikut, yakni digital currency exchange, ultra-circular digital currency wallet dan new trading is mining coins. [red]

spot_img

Terkini

spot_img
spot_img
spot_img

Terkait