Arus Keluar Bitcoin Besar-besaran dalam 7 Hari dari Bursa, Sinyal Mega Bullish?

Arus keluar Bitcoin (BTC) secara besar-besaran selama 7 hari terakhir dari bursa kripto, memberikan sinyal bahwa mungkin mega bullish akan terjadi dalam waktu dekat, di tengah-tengah potensi tekanan lagi akibat menguatnya dolar AS karena kebijakan penaikan suku bungan acuan oleh The Fed.

Bitcoin telah mengalami pertumbuhan harga dan adopsi yang eksplosif dalam 2 tahun terakhir. Baik investor institusional maupun ritel mengakui Bitcoin sebagai aset yang langka dan aman untuk dipegang. Namun, harga bitcoin telah mengalami tren turun selama 5 bulan terakhir. Apakah kita mengalami bearish berikutnya atau pembalikan ultra-bullish yang akan datang?

Ada satu metrik Bitcoin penting yang menunjukkan bahwa ada potensi mega bullish dalam waktu dekat. Jumlah Bitcoin yang ada di bursa kripto bisa menjadi indikator yang baik tentang apa yang akan dilakukan trader terhadap kripto nomor satu ini.

Biasanya, selama aksi jual pasar, jumlah Bitcoin di bursa bertambah, karena trader bersiap untuk menjual.

Jika Anda tidak berencana untuk menjual dalam waktu dekat, hal yang logis adalah membawa BTC Anda ke dompet penyimpanan pribadi atau cold wallet. Ini terjadi pula pada bull run 2018 silam.

Maka, melacak arus masuk dan keluar BTC dari dan ke bursa kripto, memberikan cukup sinyal tentang pergerakan harga di masa depan. Pelacakan secara mudah ini tentu saja berkat transparansi blockchain itu sendiri.

Berdasarkan data dari Santiment, pasokan Bitcoin di bursa berada pada level terendah sejak Desember 2018. Ini adalah tanggal penting karena menandai wilayah terbawah bear market 2018.

Ketika itu, BTC diperdagangkan sekitar US$3.100 setelah mencapai puncaknya hampir US$20.000 pada Desember 2017.

Faktanya, selama 6 bulan berikutnya harga BTC naik lebih dari tiga kali lipat. Dan tak berhenti di tisu, sejak Desember 2018 hingga hari ini, harga Bitcoin tumbuh lebih dari 1000 persen.

Berdasarkan data dari IntoTheBlock, lebih dari 60.000 BTC keluar dari sejumlah bursa kripto dalam beberapa hari, dengan lebih dari 15.000 BTC mengalir keluar dari bursa pada hari Senin, terbesar sejak 29 Januari 2022.

Inikah Sinyal Bull Buas Berikutnya?

Secara historis, arus keluar Bitcoin dari bursa dalam jumlah besar dan berturut-turut adalah tanda awal bull run, karena trader cenderung tidak menjualnya menjadi dolar. Trader lebih berniat menahannya dalam waktu lama, dengan memindahkanya ke wallet pribadi berjenis cold wallet.

Apakah posisi kita sekarang sama dengan posisi Desember 2018? Jawabannya ya dan tidak. Pasalnya dengan sejumlah alasan berikut ini. Untuk menjawab tidak adalah, ketika kita memahami bahwa likuiditas dolar tidak sebesar pada tahun 2020 silam, berkat kebijakan penaikan suku bunga acuan oleh The Fed beberapa pekan lalu.

Ini ditafsirkan akan menekan arus beli ke aset berisiko tinggi seperti Bitcoin, kecuali jika kebijakan The Fed itu justru memompa inflasi lebih tinggi lagi, akibat konflik geopolitik antara Rusia-Ukraina.

Seperti yang terjadi pada tahun 2018, tanpa tekanan jual, bull mungkin menang dan mendorong harga naik.

Namun demikian, kita saat ini berada dalam posisi yang jauh lebih baik daripada saat itu. Ini karena Bitcoin sangat matang selama beberapa tahun terakhir.

Di satu sisi, infrastruktur yang dibangun di belakang BTC telah tumbuh secara eksponensial. Ada lebih banyak bursa dan perusahaan yang memudahkan investor ritel dan institusional untuk naik kereta Bitcoin. Di sisi lain, seluruh cara orang melihat kripto, secara umum, telah bergeser lebih positif.

Negara pun lebih bisa permisif menerima kedatangan kelas aset baru ini, dipimpin oleh El Salvador yang menjadikannya sebagai alat pembayaran yang sah, bahkan sudah menerbitkan surat utang negara (bond) bernilai BTC.

Senada dengan itu Presiden Biden, lewat instruksi presiden beberapa pekan lalu dipandang positif, karena lebih mengadopsi kripto ini di sisi bisnis dan inovasi, dengan pengawasan ketat tentu saja.

Investasi oleh perusahaan konvensional di ranah kripto juga semakin tinggi saja. Lihatlah Microsoft dan Softbank yang melaburkan dana jutaan dolar masuk pasar NFT dan metaverse.

Perusahaan ventura a16z juga tak henti-hentinya mengguyur pasar aset baru ini. Sejumlah perbankan, yang dulunya mencibir, kini malah berbalik arah. Lihatlah HSBC dan JPMorgan yang masuk ke metaverse untuk menunjukkan dukungan mereka.

Fakta bahwa adopsi dan permintaan BTC terus meningkat dan pasokan likuid di bursa terus turun bisa jadi menunjukkan kelanjutan dari pasar bullish. [ps]

spot_img

Terkini

Terkait