Bearish Kripto 2022 Terparah Sepanjang Masa

Perusahaan analisa blockchain Glassnode melaporkan, pasar bearish kripto 2022 merupakan terparah sepanjang masa. Banyak investor menjual Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH) secara rugi.

Laporan Glassnode menyatakan, BTC dan Ether (ETH) diperdagangkan pada harga di bawah all-time high sebelumnya untuk pertama kali. BTC berada di bawah 200-day moving average (MA).

Selain itu, kerugian nyata dan penyimpangan negatif dari realized price menjadi tolok ukur lain yang menandakan parahnya kondisi pasar kripto saat ini. Setiap investor yang membeli BTC dan ETH antara tahun 2021 dan 2022 dalam kondisi rugi.

Kendati para investor berusaha bertahan, likuiditas yang terbatas dan inflasi yang melonjak mendorong investor untuk menjual secara merugi.

IKLAN

Bearish Kripto 2022 Adalah yang Terparah

Glassnode menjelaskan, pertanda pertama tren bearish adalah harga BTC yang merosot di bawah 200-day moving average dan 200-week MA. BTC diperdagangkan pada setengah harga level 200-day MA.

Laporan itu menyatakan saat ini merupakan pertama kali harga BTC akan terjerembab di bawah 0,5 Mayer Multiple (MM) sejak 2015. MM bagi siklus pasar kali ini berada di angka 0,487, jauh lebih rendah dibanding siklus sebelumnya yang mencapai 0,511.

Kondisi lain yang memperlihatkan lesunya pasar kripto adalah harga spot BTC yang berada di bawah realized price. Peristiwa ini jarang terjadi dan saat ini adalah kali kelima sejak BTC diluncurkan pada tahun 2009.

Menurut Glassnode, harga spot BTC berada di bawah realized price hanya terjadi 13,9 persen selama riwayat perdagangan BTC. Investor BTC mengalami kerugian US$4,234 milyar pada hari BTC longsor di bawah US$20 ribu, all-time high pada siklus sebelumnya.

IKLAN

ETH mengalami nasib serupa. Sebagian besar penurunan harga ETH disebabkan sektor DeFi yang runtuh disebabkan hutang yang berlebihan disertai turunnya dominasi ETH sejak November 2021.

Harga ETH berada 63 persen di bawah 200-day MA, dan Mayer Multiple mencapai 0,37 di bawah standar deviasi 0,6 MM. ETH diperdagangkan di bawah 0,6 MM hanya selama 29 hari, sedangkan saat pasar bearish 2018 ETH bertahan 187 hari di rentang ini.

Crypto Slate melaporkan, berdasarkan semua data, Glassnode berkata, “Kondisi pasar saat ini adalah paling penting di riwayat kripto, baik dari segi keparahan, kedalaman dan besarnya arus modal serta kerugian yang dialami investor.” [ed]

spot_img

Terkini

Terkait