Bitcoin Bisa Menguat Menjadi US$161.800 Berdasarkan Dua Indikator Ini

Bitcoin bisa menguat menjadi US$161.800. Namun, Harga Bitcoin sekarang sedang berjuang untuk bertahan di atas US$20.000 per koin.

Harga tersebut merupakan tingkatan yang telah diperkirakan dari kripto terbaik di dunia seusai melewati kunci resistennya.

Prediksi terbaru menyatakan bahwa target berikutnya untuk BTC/USD mungkin dapat mencapai tingkatan yang sangat sedikit. Tapi, berdasarkan teori Elliott Wave dan matematika klasik menyatakan hal yang berbeda dan BTC dapat mencapai US$161.800.

Bitcoin Bisa Menguat dengan Menemukan Target Harga dengan Kekuatan Misterius dari Fibonacci

Pada umumnya, trader kripto menggunakan perpanjangan dan penelusuran Fibonacci untuk membuat keputusan kapan dan dimana harus membeli atau menjual.

IKLAN

Melalui hal ini dapat diketahui kemana harga dapat bergerak, tapi rasio ini dapat ditemukan di alam.

Contohnya saja, Venus mengitari matahari selama 224,6 hari dan bumi 365.2 hari. Hal ini membuat rasio 8/13 dan ketika memakai angka Fibonacci akan muncul 0,618. Jadi, rasio emas juga merujuk pada proporsi ilahi, sangat ajaib.

Rasio Fibonacci merupakan kumpulan angka yang muncul dari jumlah 2 angka sebelumnya seperti 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21 dan seterusnya. Walaupun demikian, cara yang sama juga digunakan pada 200 tahun sebelum masehi lalu.

Memeriksa Siklus Pasar dengan Teori Elliott Wave

Teori Elliot Wave hadir pada 1930 lalu yang mungkin bisa menjadi kunci apa yang terjadi dengan BTC.

IKLAN

Teori ini meyakini bahwa siklus pasar bergerak dalam 5 gelombang utama dengan gelombang pertama, ketiga dan kelima sebagai trend. Sedangkan kedua dan keempat sebagai fase koreksi.

Hubungan antara Fibonacci dan teori Elliot Wave sangat erat. Gelombang impuls yang naik cenderung gagal pada ekstensi Fib, sementara koreksi berakhir pada level dan ekstensi retracement Fibonacci.

Motif lima gelombang akan membentuk satu siklus sempurna dimana 3 gelombang impuls dan 2 koreksi. Urutan Elliot Wave terdiri dari 21 pergerakan dan terdapat total 21 pola koreksi, dimana setiap angkanya merupakan angka Fibonacci.

Grafik Fibonacci dan Elliot Wave

Bitcoin Bisa Menguat US$161.800 Per Koin, Bagaimana Bisa?

Bitcoin bisa menguat atau melemah karena aset tersebut sangat mudah dipengaruhi oleh emosi, kondisi pasar dan pergerakan harga sehingga membuatnya responsif terhadap rasio Fibonacci dan teori Elliot Wave.

Dengan memakai grafik BTC CME Future, menghitung motif Bitcoin Elliot Wave menjadi mungkin. Jika perhitungan akurat, maka mungkin sekali untuk memprediksi akhir dari gelombang tersebut dan melihat siklus bullish dengan memakai target ekstensi Fibonacci.

Melalui ekstensi tersebut, berarti harga BTC bisa mencapai ekstensi ke 1.681, yang berarti senilai US$161.800 per koinnya. Menariknya, ketika dikalikan US$100.000 dengan rasio emas, maka hasilnya juga sebesar US$161.800.

BTC mencapai target rasio emasnya pada 2021 dimana ekstensi Fibonacci ditarik dari grafik BTC CME yang terbuka ke bagian bawah bear market pada 2018.

Targetnya bergantung pada harga Bitcoin yang telah mengakhiri koreksi datar gelombang empat yang diperluas dan memulai impuls gelombang lima.

Sementara gelombang kelima cenderung cocok dengan gelombang satu dalam besaran dan kekuatan, mereka juga dapat meniru gelombang tiga — yang cenderung menjadi yang terpanjang dan terkuat.

Mencari Konfirmasi Siklus Kripto

Untung mengonfirmasi apakah BTC dapat menguat atau tidak dengan 2 cara di atas tidak mudah namun sangat membantu.

Sebuah analisa mendalam dari Tony ‘The Bull‘ menjelaskan bahwa setiap gelombang dari teori Elliot Wave dapat menghapus pada level kunci Fibonacci, dan ini mengarah ke awal bear market dari Bitcoin.

Dengan memakai teknik penyaluran untuk memproyeksikan siklus puncak berikutnya, sangat mungkin target berikutnya akan tercapai dalam 6 bulan ke depan.

Akhirnya, siklus alami dari Bitcoin dapat dikonfirmasi lebih lanjut dengan teori Hurst Cycle, yang menyarankan ritme siklus bottoming yang nyaris sempurna sejak 2015. Setiap bottom utama secara logaritmik menjadi zona beli dan setiap puncak siklus di zona jualnya.

The Fisher Transform kemudian dipakai untuk menyediakan kemungkinan konfirmasi dari titik balik dari BTC/USD – dan mungkin dorongan dari impuls bullish terakhir sebelum siklus ini berakhir, dikutip dari Bitcoinist.

Prediksi Harga Bitcoin dalam Jangka Pendek

BTC dapat menguat dari zona resisten US$21.500 ke depannya. Namun, kondisi Bitcoin sekarang sedang berjuang karena terdapat indikasi adanya koreksi yang mengarah ke bawah dari US$21.639.

Kemudian, BTC diperdagangkan di bawah tingkat US$21.500 dan US$21.250. Terdapat penembusan di bawah garis tren bullish utama dengan support di dekat US$21.150 pada grafik per jam dari pasangan BTC/USD.

Harga tersebut bahkan menembus zona dukungan US$20.800. Level rendah terbentuk di dekat US$20.395 dan harga sekarang menunjukkan beberapa tanda bearish.

Sekarang harga BTC di bawah US$21.000 dan aset tersebut terkonsolidasi di atas  23,6 persen Fib retracement level dari penurunan terbaru dari US$21.639 swing high ke US$20.392 low.

Resisten terkini dekat dengan tingkat US$20.850. Resisten besar berikutnya dekat dengan zona US$21.080.

Ini dekat dengan 50 persen Fib retracement level dari penurunan terbaru dari US$21.639 ke US$20.395, jika di atas harga tersebut mungkin Bitcoin akan mendapatkan momentum bullish.

Jika harga bitcoin gagal melewati resistensi US$21.080, harga bisa terus bergerak turun. Dukungan langsung pada sisi bawah berada di dekat zona US$20.600

Dukungan besar berikutnya dekat dengan zona US$20.500, jika harga di bawahnya maka BTC dapat jatuh di bawah US$20.000. Kerugian lebih lanjut dapat membuat harga ke US$19.500, di mana bull mungkin akan bertahan.

Harga Bitcoin bisa menguat tinggi jika berhasil mencapai standar dari dua indikator di atas. Namun, prediksi sementara Bitcoin masih berjuang mempertahankan harganya agar tidak jatuh dari harga terkini. [az]

spot_img
spot_img

Terkini

Terkait