Bitcoin Naik Gegara Konflik AS-Iran?

1795

Entah mungkin karena kebetulan semata, harga Bitcoin naik ketika konflik AS-Iran mulai memanas sejak Jumat (3 Januari 2020). Harga minyak dan emas juga demikian. Apa pasal?

Minyak naik 3 persen, emas melonjak 2 persen. Sedangkan Bitcoin lebih tinggi, 5 persen.

“Fakta ini sangat menarik, karena menunjukkan para trader profesional global bereaksi lebih cepat daripada private trader. Lonjakan harga Bitcoin kian menunjukkan pilihan aset itu sebagai safe haven, ketika muncul ketegangan di Timur Tengah,” kata Clem Chambers, mantan jurnalis dan sekarang adalah CEO ADVFN.com di Forbes.

Chambers mencatat, situasi itu sangat jelas, bahwa ketika muncul masalah di Timur Tengah bahkan Tiongkok sekalipun, maka Bitcoin menjadi pilihan aset utama.

“Bitcoin adalah tempat terbaik bagi terjadinya capital flight, arus cepat keluarnya modal dari satu negara ke negara lain sebagai dampak dari situasi ekonomi. Atau dalam hal ini Bitcoin masih sebagai safe haven untuk melindungi nilai uang mereka,” kata Chambers.

Awal Konflik
Pada Jumat pagi waktu Irak, Amerika Serikat melancarkan serangan udara di bandar udara Baghdad. Akibatnya Mayor Jenderal Qasem Soleimani tewas seketika. Soleimani adalah perwira militer senior Iran di Pasukan Pengawal Revolusi Islam dan sejak tahun 1998 menjadi komandan dari Pasukan Quds, sebuah divisi yang bertanggung jawab untuk operasi ekstrateritorial Iran.

BERITA TERKAIT  Oxfam Bantu Petani Kamboja dengan Aplikasi Blockchain

Soleimani diketahui sedang berada di Irak dalam rangka menemui sejumlah anggota milisi pro-Iran di negara yang pernah dipimpin oleh Saddam Hussein itu.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyerukan aksi balasan kepada Amerika Serikat atas tindakan mematikan itu. [vins]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO

Berita sebelumyaEuropol: Transaksi Monero (XMR) Tak Dapat Terlacak
Berita berikutnyaGila! Harga Bitcoin di Iran Rp447 Juta
Avatar
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan. Tahun 2001-2016 sebagai penulis lepas untuk Tabloid Komputer PCplus dan Majalah Info Komputer (Kelompok Kompas-Gramedia).