Bitcoin tertekan keras pasca digelarnya sidang Libra, yang menghadirkan David Marcus dari Calibra-Facebook di Senat Amerika Serikat, Selasa, 16 Juli 2019 waktu setempat. Ketika berita ini disusun, berdasarkan data di Coinmarketcap, Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$9.330, turun 14 persen dari US$10.851, dalam 24 jam.

CEO Triv, Gabriel Rey tak menampik ada kaitan langsung antara sidang Libra itu dengan turunnya harga Bitcoin pagi ini.

“Ya, menurut saya itu ada kaitan langsung, sebab publik melihat Libra ini adalah bagian utuh dari ekosistem kripto, padahal tidak sepenuhnya. Kita lihat sendiri ‘bahasa pemasaran’ Libra Association yang menyebut Libra adalah mata uang kripto. Nah, persepsi publik adalah sidang itu merupakan ancaman bagi mata uang kripto, karena kemungkinan besar akan dilarang ataupun dibatasi. Jika Libra dilarang, maka mata uang kripto terancam, termasuk Bitcoin. Logika awamnya seperti itu. Sebab, kita ketahui sendiri pada 13 Juni 2019 Senat AS sudah membuat rancangan undang-undang yang melarang perusahaan teknologi semacam Facebook untuk masuk ke bisnis keuangan atau bank,” kata Rey pagi ini.

Senada dengan pendapat Rey, CEO Biido.com, Aditya Kinarang mengatakan masyarakat awam menganggap Libra adalah bagian dari ekosistem kripto, padahal menurut saya konsep Libra sebenarnya agak “nyeleneh“.

Tambah Aditya, Pemerintah Amerika Serikat terkesan sangat kontra dengan kripto (walaupun tidak melarang) dianggap sebagai sentimen negatif, sehingga mendorong publik menjual Bitcoin.

BERITA TERKAIT  Ditinggal Sebentar, Bitcoin Sudah Rp137 Juta

“Sikap kontra ini bisa dilihat dari, Pertama cuitan Donald Trump yang menyebutkan ia anti terhadap kripto. Kedua, DPR AS yang membahas ‘national security on cryptocurrencies‘. Dan ketiga yang terbaru adalah sidang Libra di Senat yang cenderung sangat ragu dan menyerang Libra-Facebook. Di titik ini saya rasa ada banyak uang yang keluar (aksi jual) dan banyak juga akan ragu untuk masuk (hendak beli),” katanya.

Sidang lanjutan Libra-Facebook masih berlanjut pada Rabu, 17 Juli 2019 waktu setempat di DPR Amerika Serikat. David Marcus, Pimpinan Calibra-Facebook masih dihadirkan sebagai “saksi”. [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO