CEO Coinbase: 2020 Adalah Era Crypto Startup

1830

Gerbang tahun 2020 telah kita lewati dan sejumlah pelaku industri aset kripto meramalkan sejumlah sejumlah peluang besar di tahun ini. CEO bursa kripto Coinbase, Brian Armstrong menyebutkan, tahun 2020 adalah era dimulainya “crypto startup“, di mana pertumbuhan perusahaan rintisan akan semakin meningkat yang menggunakan sejumlah komponen teknologi blockchain dan aset kripto.

“Pada dekade berikutnya, apa yang disebut sebagai crypto startup akan menjadi hal yang biasa. Ini setara dengan gebrakan di era dot com di awal-awal perkembangan arus utama Internet di masa lalu. Saya percaya, bahwa pada akhir tahun 2020, hampir semua startup teknologi akan memiliki semacam komponen dari aset kripto/mata uang kripto,” kata Brian dalam artikel terbarunya di Nakamoto.com.

Menurut Brian, ada tiga hal utama yang menentukan apakah perusahaan rintisan itu layak disebut sebagai “crypto startup“. Pertama, mereka mengumpulkan modal dari masyarakat menggunakan aset kripto dengan jumlah yang sangat dari investor-investor kelas kakap. Selain itu mereka tidak serta merta menerima saran investasi yang biasa dijalankan oleh perusahaan-perusahaan ventura.

BERITA TERKAIT  Adu Cemas Saham dan Bitcoin, Pasca The Fed Pangkas Suku Bunga

Kedua, menggunakan aset kripto agar produk yang ditawarkan sesuai dengan permintaan pasar. Di sini, kata Brian, pengadopsi awal produk berubah menjadi loyal, seloyal karyawan perusahaan yang mendapatkan saham perusahaan.

Ketiga, crypto startup akan menyatukan komunitas global dan pasar dengan kelajuan yang belum pernah kita lihat sebelumnya di startup tradisional. Mereka kelak melaju lintas negara, memadukan beragam cara dan menyesuaikan diri dengan peraturan soal pembayaran di masing-masing negara.

Crypto Startup itu akan menghadapi sejumlah tantangan umum, yakni membuat sesuatu yang benar-benar diinginkan banyak orang. 100 juta pengguna berikutnya mungkin tidak datang dari mereka yang peduli dengan aset kripto. Tetapi, mereka adalah yang lebih peduli soal kenyamanan dan keunggulan memainkan beberapa game yang dipadukan dengan aset kripto. Atau mereka adalah yang menggunakan jaringan media sosial yang desentralistik, dan lain sebagainya,” kata Brian.

BERITA TERKAIT  SnapEx Gelar Kompetisi Trading Aset Kripto Mulai 17 Maret, Total Hadiah Hingga Rp1,7 Miliar

Brian menyarankan agar crypto startup lebih masuk lagi ke pasar di negara-negara berkembang, khususnya negara-negara yang berinflasi tinggi dengan pasar remitansi yang besar.

“Pada tahun ini saya meramalkan adopsi aset kripto berkembang ke ratusan juta pengguna di negara-negara berkembang, sehingga sebagian besar transaksi dalam perekonomian mereka menggunakan aset kripto,” pungkasnya. [vins]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO