Crypto Exchange Terbesar AS Akan Angkat Kaki ke Negara Lain, Ini Alasannya

Coinbase sebagai crypto exchange terbesar di AS sedang mempertimbangkan untuk membuka diri di negara lain jika sikap regulasi negatif Amerika Serikat terhadap Bitcoin dan kripto terus berlanjut.

“Saya pikir jika beberapa tahun berlalu dan kami tidak melihat kejelasan regulasi muncul di AS, kami mungkin harus mempertimbangkan untuk berinvestasi lebih banyak di daerah lain di dunia,” ujar Armstrong, CEO Coinbase.

Crypto Exchange Terbesar AS Ingin Hengkang ke Negara Lain?

Pada Maret, dilaporkan bahwa Coinbase telah berbicara dengan investor dan pihak-pihak lain yang tertarik tentang kemungkinan meluncurkan bursa luar negeri. Tentunya pembicaraan ini muncul tanpa alasan yang jelas.

Sebagai crypto exchange untuk mata uang kripto dan Bitcoin terbesar berdasarkan volume di Amerika Serikat, Coinbase telah menghadapi tekanan dan tantangan regulasi yang semakin meningkat.

Perusahaan tersebut baru-baru ini terpaksa membayar denda sebesar US$100 juta berdasarkan temuan regulasi yang menyatakan bahwa Coinbase memiliki risiko aktivitas ilegal yang lebih tinggi.

Selain itu, Coinbase baru-baru ini menyatakan bahwa ia mungkin akan menghadapi tuduhan SEC karena potensi pelanggaran undang-undang sekuritas.

Perusahaan tersebut telah menyoroti kekhawatirannya dalam pos blog yang menjelaskan bagaimana 1 juta pekerjaan teknologi berada dalam risiko di AS karena ketidakpastian regulasi.

Sementara beberapa negara bagian AS aktif mencari cara untuk melindungi Bitcoin dan hak untuk menambang bitcoin, badan legislatif lainnya melihat perlunya peningkatan pengawasan dan legislasi regulasi yang lebih baik, dikutip dari Bitcoinmagazine.

Coinbase bukanlah satu-satunya bursa besar dalam industri cryptocurrency yang menghadapi hukuman dalam pengawasan regulasi.

Baru-baru ini, bursa terbesar berdasarkan volume di dunia yaitu Binance, dan CEO-nya Changpeng Zhao, diseret ke pengadilan oleh CFTC setelah dituduh melanggar peraturan regulasi.

Hal ini menyusul kesepakatan Kraken, bursa Amerika, dengan SEC dalam hal kegagalan mendaftarkan produk staking bursa kriptonya.

Industri ini kemungkinan akan terus menghadapi pengawasan yang semakin ketat di AS seiring dengan pertumbuhannya, sehingga menyebabkan keputusan yang sulit bagi bisnis yang ingin memanfaatkan pasar AS yang kaya, tapi harus mematuhi regulasi Amerika. [az]

Didukung Oleh Investing.com
spot_img

Terkini

Warta Korporat

Terkait