Ethereum 2.0 tahap pertama, yang kelak berasas Proof-of-Stake masih belum menggembirakan. Pasalnya, dari sasaran 500 ribu ETH terkumpul di “deposit contract“, saat ini baru terkumpul 50 ribu ETH. Padahal awal 1 Desember 2020 akan segera masuk tahapan “staking deployment“. Bagaimana pula menghitung laba sebagai node validator?

Tahap pertama itu disebut “phase 0“, gelaran awal generasi II blockchain Ethereum untuk mengujicoba keandalannya, yang menjanjikan kecepatan dan jumlah transaksi yang jauh lebih banyak per detik.

Ethereum 2.0, Apa Saja Risikonya?

Per 10 November 2020, pukul 19:55 WIB, di “Eth2 Deposit Contract” baru terdata sekitar 50.689 ETH dari 1.699 transaksi. Setiap transaksi adalah sebesar 32 ETH, syarat minimal sebagai node validator.

Peran node validator ini sama fungsinya dengan penambangan (mining) pada Ethereum 1.0 saat ini, yakni untuk memvalidasi dan memverifikasi transaksi.

Dalam keterangan yang ditulis oleh Danny Ryan dari Ethereum Foundation pada 4 November 2020 lalu, lebih dari 500.000 ETH diperlukan untuk memulai penerapan sistem staking.

“Dari 500.000 ETH itu juga, harus ada setidaknya 16.384 node validator yang masing-masing menyimpan saldo sebanyak 32 ETH. Itu pun setidaknya sekitar 7 hari sebelum 1 Desember 2020. Jika itu tak terjadi, maka bakal mundur 7 hari kemudian,” kata Ryan.

Ethereum 2.0 di Mata Jeth Soetoyo, CEO Rupiah Token

Imbalan 10 Persen per Tahun?
Per 26 Oktober 2020 lalu, disebutkan bahwa node validator pada blockchain Ethereum 2.0 berpotensi meraih 4,6 persen hingga 10,3 persen per tahun sebagai imbalan staking.

BERITA TERKAIT  Ini Kata Kadar Merdeka tentang Peluang Aset Kripto Prizm (PZM) di Indonesia

Hal tersebut disampaikan Collin Myers, Kepala Strategi Produk Global di ConsenSys, pada ajang Devcon 5 kala itu.

Myers mengklaim agar menjadi validator pada jaringan Ethereum 2.0, validator harus memiliki saldo minimal 32 Ether (ETH), atau waktu itu setara dengan US$5.760.

Menyoal Masa Depan Ethereum 2.0

Ethereum 2.0 adalah pembaruan jaringan besar-besaran pada blockchain Ethereum. Pembaruan itu akan mengubah mekanisme konsensus Proof-of-Work saat ini, menjadi Proof-of-Stake, di mana fungsi validasi blok transaksi berganti tangan dari model konsumsi energi listrik dengan spesifikasi alat khusus ke model kepemilikan jumlah aset dengan spesifikasi komputer cloud.

Sesuai kesepakatan pengembang inti Ethereum, tahap pertama transisi Ethereum ke 2.0 akan dilaksanakan pada 3 Januari 2020, namun kemudian pekan lalu disebutkan dipercepat pada 1 Desember 2020.

BERITA TERKAIT  Tim Bola Basket Dallas Mavericks Pakai Bitcoin
Contoh perhitungan imbalan bagi validator pada blockchain Ethereum 2.0. Sumber
Arsitektur blockchain Ethereum 2.0 yang berbasis Proof-of-Stake. Sumber

Pada ajang yang sama, Myers mengungkapkan sebuah perhitungan kasar yang membantu validator mendapatkan gambaran penghasilan bruto dan nett setiap tahun, termasuk biaya perangkat keras dan tagihan listrik. Aplikasi web bernama ETH 2.0 Calculator tersebut akan diluncurkan bersama dengan Ethereum 2.0 mendatang.

Menghitung Laba Staking
Kendati belum diluncurkan secara resmi, ada kalkulator khusus untuk menghitung laba, seandainya Anda ingin men-staking ETH, baik dalam peran sebagai node validator secara langsung ataupun melalui node validator pool (melalui pihak ketiga).

Cara kedua ini Anda tidak perlu men-staking 32 ETH secara mandiri, tetapi bergabung dengan pihak lainnya dalam satu layanan.

Estimasi imbalan yang bisa Anda peroleh denga men-staking ETH. Data ini dihitung pada April 2020.

Dengan harga hari ini, jikalau mengacu pada jumlah staking sebanyak 32 ETH (kisaran US$14.265,60), berdasarkan kalkulator ini, maka Anda bisa mendapatkan imbal hasil sebesar 14,09 di tahun pertama.

BERITA TERKAIT  Ether (ETH) Diramalkan Rp4 Juta Akhir Bulan Ini

Namun ada faktor lain yang mungkin membuat banyak pihak enggan, yaitu besaran imbalan akan berkurang, berbanding lurus dengan jumlah node validator di dalam jaringan. Semakin banyak node validator yang aktif, maka semakin kecil pula imbalan yang diperoleh. [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO