proof of stake

Ethereum 2.0 Tahap Pertama Masih Jauh dari Sasaran, Hitung Cuan Sekalian

Ethereum 2.0 tahap pertama, yang kelak berasas Proof-of-Stake masih belum menggembirakan. Pasalnya, dari sasaran 500 ribu ETH terkumpul di "deposit contract", saat ini baru terkumpul 50 ribu ETH. Padahal awal 1 Desember 2020 akan segera masuk tahapan "staking deployment". Bagaimana pula menghitung laba sebagai node validator?

Ethereum 2.0, Apa Saja Risikonya?

Proses pembaruan blockchain Ethereum menjadi versi 2.0 dengan model Proof of Stake (PoS) membawa manfaat tambahan bagi penggunanya. Salah satunya, yaitu model staking d imana pengguna menerima pendapatan pasif dari memvalidasi transaksi dengan cara menyimpan sebanyak 32 ETH untuk menjadi simpul validator atau bergabung ke staking pool.

Ini Kata Kadar Merdeka tentang Peluang Aset Kripto Prizm (PZM) di Indonesia

Kadar Merdeka, investor aset kripto asal Indonesia baru-baru ini menuturkan tentang bagaimana dia menghasilkan keuntungan dengan aset kripto Prizm (PZM), yang saat ini berada di peringkat ke-226 versi Coinmarketcap.

Menyoal Keterbatasan Kinerja Blockchain

Memberikan perkiraan kinerja yang akurat terhadap blockchain terbilang sulit, sebab blockchain adalah sistem yang terdiri dari ratusan bahkan ribuan komputer yang tersebar di seluruh dunia. Transaksi per detik yang bisa dicapai sistem blockchain sangat dipengaruhi beragam faktor dalam jaringan desentralistik.

Kisah “Cuan” Block Producer Blockchain Vexanium

Untuk urusan penghasilan, BP Arthawijaya5 bisa meraup penghasilan (estimasi) hingga 4.200 VEX per hari (sekitar Rp200 ribuan). Dengan asumsi pengeluaran sewa VPS Rp200.000 per bulan, maka Artha Wijaya setidaknya bercuan bersih hingga Rp5.800.000 per bulan. Cuan ini tentu saja akan naik nilainya, jikalau harga VEX di pasar juga naik.

Uji Unggul antara Proof of Work dan Proof of Stake

Dengan rencana Ethereum hijrah ke Proof of Stake dan beragam fork terhadap Bitcoin, muncul pertanyaan mengenai apakah Proof of Stake (PoS) lebih unggul dibanding Proof of Work (PoW)?

Andai Blockchain Tanpa Konsensus

Meskipun saat ini sudah ada peningkatan efisiensi dengan mengembangkan paradigma konsensus baru, tetap saja blockchain plus konsensus menghasilkan sistem yang amat sulit mengungguli kinerja perangkat basis data tradisional. Barangkali, setelah kita pahami bahwa konsensus bisa menjadi “duri dalam daging” sistem blockchain, di masa depan blockchain berbasis otoritas tunggal akan menjadi lebih tenar daripada blockchain berkonsensus.