spot_img
spot_img

eToro Tangguhkan Perdagangan XRP

eToro adalah bursa terbaru yang menangguhkan perdagangan XRP setelah Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat mengajukan gugatan terhadap Ripple Labs minggu lalu. eToro akan menangguhkan perdagangan XRP pada 3 Januari 2020, khusus untuk pengguna asal AS.

Sebelumnya eToro, ada Coinbase, Bitstamp, Bittrex, Binance, dan OKCoin yang menangguhkan perdagangan XRP pada bulan depan.

eToro akan menangguhkan pembelian XRP, serta menukar XRP ke aset lain di dompet eToro, diumumkan pada hari ini.

Disebutkan, bahwa pengguna saat ini yang masih memiliki XRP memiliki waktu hingga 24 Januari untuk menutupnya. Penangguhan hanya memengaruhi pengguna asal AS dan tidak melarang “HODLing” atau penarikan.

“Perubahan ini telah dibuat sebagai tanggapan atas gugatan SEC terhadap Ripple Inc. Untuk saat ini, perubahan hanya berlaku untuk pengguna AS,” sebut pengumuman itu.

SEC menuduh bahwa Ripple, serta pendirinya, yakni Chris Larsen dan sang CEO Brad Garlinghouse, mengumpulkan lebih dari US$1,3 miliar hasil penjualan XRP. SEC menilai itu bukan aset kripto melainkan setara sekuritas.

Ripple Tuding SEC Rugikan Investor XRP dan Komunitas Aset Kripto

Ripple secara berkala menjual XRP untuk mengubah jumlah unit XRP yang beredar di publik. SEC mengklaim bahwa penjualan itu merupakan kontrak investasi (sekuritas) dan bahwa Ripple melanggar hukum AS dengan tidak mendaftar terlebih dahulu ke SEC.

Sebagai tanggapan, Ripple bersikeras bahwa penjualan itu bukanlah merupakan kontrak investasi, dan karenanya tidak diharuskan mendaftar ke SEC.

“Kami dalam posisi yang benar dan akan secara agresif melawan dan memenangkan pertempuran di pengadilan ini guna mendapatkan aturan jalan yang jelas bagi seluruh industri di AS,” katanya beberapa lalu dan ditegaskan dua hari lalu.

Garlinghouse mengatakan, SEC pada dasarnya salah sebagai terkait argumen hukum dan fakta.

Gugatan SEC berdampak pada terkurasnya harga XRP. Aset kripto berkapitalisasi besar itu kehilangan lebih dari 65 persen sejak CEO-nya, Brad Garlinghouse, mengumumkan soal gugatan itu pada pekan lalu. [red]

spot_img

Terkini

spot_img
spot_img
spot_img

Terkait