FTX Runtuh, Deretan Politisi AS Penerima Duit Sam Bankman-Fried Kini Disorot

Imbas runtuhnya FTX tidak hanya menimpa sang pendiri, Sam Bankman-Fried (SBF), jajaran eksekutif hingga lingkaran selebritas yang terlibat mempromosikan bursa bursa kripto tersebut. Perhatian juga mulai menyorot deretan politisi Amerika Serikat yang menerima duit Bankman-Fried.

Menyusul terkuaknya krisis FTX, beragam perusahaan kripto memberikan klarifikasi soal keterkaitan dengan bursa tersebut, token FTT dan firma Alameda Research.

Selain itu, diberitakan bahwa investor AS menggugat pendiri FTX Sam Bankman-Fried (SBF), dan beberapa selebritas yang terseret skandal karena mempromosikan bursa kripto tersebut. 

Gugatan class action diajukan oleh Moskowitz dan Boies atas nama penduduk Oklahoma, Edwin Garrison yang juga nasabah di bursa kripto tersebut.

IKLAN

Melansir Bitcoin.com, deretan selebritas itu termasuk Tom Brady, Naomi Osaka, Gisele Bündchen, Stephen Curry, dan Shaquille O’Neal disebut dalam gugatan kelompok atau class action, atas dugaan keterlibatan dalam praktik penipuan dengan FTX. 

Jejak Donasi Sam Bankman-Fried bagi Politisi AS

Guna mengungkap jejak donasi dari SBF kepada politisi AS, media The Daily Beast melaporkan, telah menghubungi 26 anggota parlemen Demokrat dan Republik. Baik dari petahana, maupun yang tengah mencalonkan diri.

Dari jumlah narasumber yang dikontak itu, adalah para pemimpin partai, anggota komite dengan yurisdiksi atas crypto, atau kandidat yang menerima dukungan besar dari organisasi terkait FTX.

Salah dua penerima uang dana kampanye Bankman-Fried, adalah Senator Dick Durbin dan anggota DPR Chuy Garcia (keduanya di Illinois). Keduanya menyampaikan kepada The Daily Beast, akan menyumbangkan US$2.900 yang mereka terima dari FTX dalam kegiatan amal.

Menurut Direktur Komunikasi untuk Pengawas Warga AS, Jordan Libowitz, bukanlah hal yang aneh mendapati konflik kepentingan sebagai imbas skandal seperti FTX.

“Ini adalah biaya bisnis dan cara berbagai hal dilakukan dalam sistem kami. Industri apa pun, perusahaan mana pun memberikan uang dan melobi anggota Kongres yang mengawasi perusahaan itu,” tutur Libowitz.

Libowitz menjelaskan, anggota parlemen seringkali kekurangan uang setelah pemilihan.

“Tetapi untuk petahana. Apa yang biasanya kita lihat dalam hal-hal semacam ini adalah beberapa ribu dolar tidak sebanding dengan cerita buruk yang dikaitkan dengan orang-orang ini,” katanya.

Namun, tidak semua politisi menerima uang kampanya dari pihak SBF tanpa rasa waswas. Beberapa dari mereka telah mewaspadai uang tunai dan pengaruh FTX sejak awal. Salah satunya legislator dari Partai Republik, Carolyn Bourdeaux.

“Saya tahu bahwa ini adalah instrumen keuangan yang sangat berisiko, dan orang-orang ini kemungkinan besar akan berakhir buruk,” kata Bordeaux kepada The Daily Beast. ”

Di antara politisi yang menerima sumbangan dari Bankman-Fried, banyak yang menjadi anggota pimpinan partai atau bertugas di komite dengan yurisdiksi atas kebijakan cryptocurrency.

Di lingkup DPR, SBF memberikan kepada dua calon pemimpin kaukus Demokrat mendatang, yakni Hakeem Jeffries dan Pete Aguilar. 

Dia juga memberikan US$2.900, atau maksimum US$5.800 per pemilihan, kepada beberapa anggota Komite Jasa Keuangan DPR: Garcia, Ritchie Torres, Josh Gottheimer dan Jake Auchincloss.

Di Senat, Bankman-Fried menyumbangkan ribuan dolar AS kepada pimpinan Komite Pertanian Senat, Debbie Stabenow dan John Boozman, yang sedang mempertimbangkan tagihan regulasi crypto yang dia dukung. 

Selain itu, bantuan serupa juga diberikan kepada Durbin, Tina Smith, dan Kristen Gillibrand—semuanya bertugas di Komite Pertanian dan/atau Perbankan Senat.

Panitia kampanye bentukan Bankman-Fried juga menghabiskan sebagian besar untuk mendukung Demokrat baru yang masuk yang telah memperebutkan pemilihan pendahuluan, seperti Jasmine Crockett dan Valerie Foushee, dengan tema kesiapsiagaan pandemi.

“Jelas, Sam (Bankman-Fried) berusaha untuk benar-benar memoles citranya, dan menjadi raja politik ini,” kata Bordeaux.

Pengakuan SBF yang Terilhami Filosofi “Altruisme Efektif”

Dalam penelusuran The Daily Beast, sebagian besar pemberian Bankman-Fried adalah untuk komite kampanye politisi (PAC). 

Di mana komite ini tak menghadapi tekanan untuk mengembalikan jutaan dolar yang mereka terima. Sebab PAC tidak berperan dalam pengawasan atau pembuatan kebijakan untuk industri tersebut.

Dalam liputan pers tentang kehadirannya dalam kancah politik utama, pemberian Bankman-Fried sering dibingkai sebagai perpanjangan dari keyakinannya pada “altruisme efektif”.

Altruisme efektif adalah sebuah filosofi sosial yang berupaya memaksimalkan manfaat filantropi. 

Para altruis yang efektif, banyak di antaranya berada di sektor teknologi, menganut gagasan bahwa membelanjakan banyak uang untuk mencegah pandemi berikutnya adalah cara paling efektif untuk membuat dampak positif.

Dalam sebuah wawancara dengan radio BBC, Bankman-Fried ingat terseret dalam gerakan “altruisme yang efektif”. 

Jadi, seperti yang diingat oleh SBF, dia memutuskan masuk ke dunia perbankan, untuk menghasilkan uang sebanyak yang dia bisa dan menyalurkannya ke tujuan yang baik.

Dia belajar perdagangan saham selama tugas singkat di perusahaan jual-beli saham bernama Jane Street di New York. Namun, dia bosan dan memutuskan untuk bereksperimen dengan Bitcoin.

Dia memperhatikan variasi nilai Bitcoin di berbagai bursa mata uang kripto dan mulai melakukan arbitrase (membeli Bitcoin dari tempat yang menjualnya dengan harga murah dan menjualnya ke tempat lain yang memberikan harga lebih tinggi).

Setelah sebulan menghasilkan keuntungan yang tidak terlalu tinggi, dia berkumpul dengan beberapa teman kuliahnya dan memulai bisnis jual-beli saham bernama Alameda Research.

Bankman-Fried mengatakan itu tidak mudah dan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyempurnakan teknik memindahkan uang masuk dan keluar dari bank dan lintas perbatasan negara.

Namun, setelah sekitar tiga bulan, dia dan tim kecilnya mendapatkan durian runtuh.Pada Januari 2018, timnya menghasilkan US$1 juta (sekitar Rp15,5 miliar) setiap hari.

Berikutnya adalah kisah sukses yang terus-menerus dibingkai oleh berbagai media. Kisah itu bertahan hingga mencapai puncaknya pada bulan ini.

Tapi kali ini, adalah Bankman-Fried yang pertama-tama jatuh dari reruntuhan itu, bersama dengan reputasinya. [ab]

spot_img
spot_img

Terkini

Warta Korporat

Terkait