Nomics, penyedia data pasar aset kripto menyebutkan bahwa harga Bitcoin diprediksi mencapai US$11 Ribu (Rp164 juta) pada pekan depan. Prediksi itu kian memperkuat pendapat para pelaku pasar bahwa Bitcoin terus bullish tahun ini, setelah pagi ini Raja Aset Kripto itu masuk di wilayah US$10 ribu (Rp150 juta).

Prediksi oleh Nomics itu berdasarkan algoritma khusus yang ditempatkan di sistemnya, ketika harga Bitcoin sebelumnya menyentuh US$9.967.

Prediksi harga Bitcoin dan aset kripto lainnya dalam tujuh hari mendatang, menurut Nomics.

Ketika berita ini disusun, Bitcoin senilai US$9.836 semakin kuat 29 persen sejak awal tahun 2020 ini. Sedangkan dalam setahun tumbuh 39,16 persen.

Sebelumnya Oscar Darmawan CEO Indodax meyakini, bahwa tahun ini Bitcoin akan terus bullish.

“Peralihan pemain ekuitas membuat demand terhadap Bitcoin meningkat dan membuat harga Bitcoin juga meningkat. Kenaikan harga belakangan dimanfaatkan oleh mereka yang selama ini berinvestasi di saham atau bahkan produk lain untuk ikut bertransaksi di perdagangan aset kripto. Karena Bitcoin terbukti tidak mempan diterjang krisis ekonomi karena COVID-19, maka statusnya sebagai aset safe haven teruji kembali,” katanya.

Sedangkan Gabriel Rey, CEO Triv menyarankan agar para pemilik Bitcoin terus melakukan akumulasi dan menjualnya ketika mencapai all time high (ATH).

BERITA TERKAIT  Peretasan Twitter: Bitcoin cs Lebih Mudah Dilacak daripada Uang Biasa

“Banyak opini publik yang mengatakan, bahwa setelah Bitcoin Halving, harga Bitcoin akan dump. Ketika itu terjadi, semua pun bersiap melakukan dump. Namun biasanya market melakukan sebaliknya. Jadi, sebagai sesama holder/hodler Bitcoin, ketika ingin jual, saya sarankan menjual ketika mencapai all time high (ATH) baru [melampui ATH lama],” tegasnya. [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO