Harga Bitcoin Lebih Rp100 Juta, Ini Kata Bos Indodax

4738

Harga Bitcoin naik lebih dari Rp100 juta pada Kamis malam. Kata Oscar Darmawan, Bos Indodax, penguatan itu disebabkan ketidakpastian situasi pandemi virus Corona.

IKLAN

“Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias The Fed sudah memangkas suku bunga menjadi 0-0,25 persen. Hal itu adalah stimulus guna memulihkan perekonomian yang melemah akibat dilanda virus Corona. Ini sudah mulai berdampak dengan meningkatnya perekonomian AS dan dunia. Stimulus seperti ini tentu akan diikuti oleh negara-negara lain,” katanya.

Harga Bitcoin melesat lebih dari Rp100 juta. Sumber: Indodax.com.

Tetapi, perlu dipahami, bahwa kebijakan pemerintah dan krisis ekonomi global tidak berdampak langsung dengan naiknya harga Bitcoin dan aset kripto lain. Karena yang memengaruhi harga hanya supply dan demand di ekosistem aset kripto yang tertutup ini.

“Ke mana harga bergerak sangat bergantung dari supply dan demand di kalangan crypto trader sendiri,” tegas Oscar.

BERITA TERKAIT  Aplikasi Android dan IOS Triv | Pro Kini Sudah Bisa Digunakan

Tambahnya, ketidakpastian dari pandemi ini juga mendorong meningkatnya permintaan terhadap Bitcoin dan aset kripto lain. Dengan kata lain ada peningkatan dana yang masuk.

“Beberapa hari terakhir, harga Bitcoin dan aset kripto lain kembali meningkat, seiring meningkatnya permintaan. Bahkan di Indodax harga Bitcoin minggu lalu dari Rp60 juta sempat menyentuh Rp100 juta per BTC hari ini,” ujarnya.

Peluang Ambil Untung dari Rumah
Selain itu, ada kecenderungan banyak orang sudah mulai menjadikan Bitcoin dan aset kripto lain sebagai alternatif investasi maupun pendapatan.

Fenomena di Indonesia juga hampir sama. Orang-orang mulai menyadari bagaimana pergerakan harga aset kripto yang terus bergejolak beberapa hari terakhir.

BERITA TERKAIT  Pengadilan Perancis Sebut Bitcoin Selayak Uang, untuk Pertama Kalinya

“Dengan work from home, masyarakat Indonesia bisa mengambil untung dari Bitcoin, sekalipun hanya bekerja dari rumah, Mengingat produk investasi lain masih belum menunjukkan pemulihan harga, tetapi sebaliknya justru belakangan ini pergerakan aset kripto lebih liar dari biasanya, sehingga trader makin mudah mengambil keuntungan,” imbuh Oscar. [vins]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini