Sore hari ini pukul 16:50 WIB, harga Bitcoin meroket ke US$19 Ribu (lebih dari Rp269 juta). Inilah kali pertama sejak medio Desember 2017 silam. Pasar yang super bullish ini tampaknya membidik menembus harga tertinggi sepanjang masa, US$19.630-20.000 (Rp283 juta) per BTC.

Terpantau di Tradingview.com, harga Bitcoin sempat menyentuh US$19.106 pada pukul 15:00 WIB, lalu melorot tipis kembali ke kisaran US$18.800 kurang dari 30 menit.

Dalam 7 hari terakhir Bitcoin memang menunjukkan kinerja baik dengan pertumbuhan sebesar 13 persen.

Menurut Antoni Trenchev dari Nexo, dilansir dari Decrypt, kenaikan Bitcoin terbaru ini membuktikan trader dan investor memang sangat bullish terhadap aset kripto terbesar di dunia itu.

“Pemberhentian (next stop) berikutnya adalah US$20.000 per BTC,” kata Trenchev, menambahkan bahwa akumulasi oleh investor institusi benar-benar nyata dan besar.

Volume perdagangan Bitcoin juga mulai meningkat. Minggu lalu pada Rabu, ketika Bitcoin menembus US$18.000, volume meningkat pesat dari US$20-30 miliar menjadi US$49 miliar. Kemarin, volume turun menjadi US$42 miliar, tetapi masih lebih tinggi daripada biasanya.

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, ada sejumlah faktor yang mendorong reli terbaru ini. Ini termasuk investasi dari perusahaan besar seperti MicroStrategy dan Square, bersama dengan dukungan dari raksasa PayPal.

Pun lagi, ketika permintaan itu meningkat, pasokan Bitcoin baru kian tereduksi akibat mekanisme Halving. Dengan pasokan Bitcoin baru rata-rata setiap 10 menit adalah 6,25 BTC saat ini, maka setiap hari hanya 900 BTC baru yang masuk ke pasar melalui penambangan.

BERITA TERKAIT  7 Ribu Bitcoin Raib, Bos Binance Minta Maaf

Halving berikutnya, pada tahun 2024 (sekitar bulan Mei), hanya 450 BTC baru yang diproduksi setiap hari, demikian seterusnya hingga 21 juta BTC habis ditambang.

Hari ini, hingga pukul 17:33 WIB, Bitcoin yang beredar adalah 18.552.769 BTC, tersisa 2.447.231 BTC yang belum ditambang. [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO