Harga Kripto AVAX, SOL dan LINK Bisa Naik 200 Persen, Sebut Analis Ini

Harga kripto AVAX, Solana (SOL) dan Chainlink (LINK) diprediksi bisa naik hingga 200 persen, mengikut reli apik Bitcoin (BTC).

Analis kripto terkemuka Michaël van de Poppe mengatakan harga altcoin dapat melonjak hingga 200 persen karena Bitcoin (BTC) dan banyak aset kripto lainnya mengalami reli sangat signifikan.

Van de Poppe di Twitter mengatakan pada Jumat (29/7/2022), investor bisa meraih return besar untuk kripto Avalanche (AVAX), Solana (SOL) dan Chainlink (LINK).

“Pasar kripto terlihat siap untuk terus bergerak lebih tinggi. Bitcoin dan altcoin lain menembus di atas Moving Average (MA) 50 hari. Bitcoin misalnya sudah menembus di MA 200 minggu. Sepertinya ada kelanjutan dari altcoin itu untuk 100-200 persen,” tegasnya.

IKLAN

Harga Kripto AVAX, SOL dan LINK Diproyeksikan Menguat

Poppe berpendapat harga kripto AVAX dapat mencapai US$41 dari harga saat ini di US$24,34.

AVAX sudah mencetak di atas MA50 hari sebelumnya, pengujian ulang mengkonfirmasi tekanan beli. Akselerasi terjadi di atas US$26 dengan semua tertinggi sebelumnya. Target yang mungkin adalah US$37-41.

Dia mengatakan bahwa Solana (SOL), yang saat ini diperdagangkan pada US$43,31, dapat melonjak menjadi US$84, meningkat hampir 94 persen.

Sedangkan untuk Chainlink (LINK), Poppe mengatakan ini juga saat yang tepat untuk membelinya, karena masih diperdagangkan pada US$7,20.

IKLAN

“Chainlink terlihat siap untuk breakout yang baik. Saya masih percaya US$6-8 untuk LINK,” sebutnya lagi.

Pasar kripto memang membubung tinggi, setelah The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin beberapa hari lalu. Besaran itu dinilai lunak, karena di luar konsensus pasar, 100 bps. Bahkan Ketua The Fed, Jerome Powell menekankan pemangkasan suku bunga bisa dimulai pada tahun depan, jika inflasi bisa ditekan menjadi 2 persen dari saat ini 9,1 persen per Juni 2022.

Pun lagi Amerika Serikat secara resmi masuk resesi teknikal, karena pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal berturut-turut.

Situasi itu membuat nilai dolar turun drastis, berdasarkan data indeks dolar (DXY), dari sebelumnya 109 pada 14 Juli 2022 dan kini menjadi 105,9. Sinyal jual oleh indikator SuperTrend terhadap DXY sudah muncul pada 18 Juli 2022 lalu pada time frame 4 jam. Pada time frame harian, DXY sedang menguji penurunan lebih lanjut di kisaran 104 (MA50).

IKLAN

indeks dolar DXY

Sebelumnya, konglomerasi keuangan asal Belanda, ING Group memproyeksikan suku bunga The Fed mengecil mulai September 2022 di kisaran hanya 50 basis poin. Bahkan pemangkasan suku bunga dimulai Juni 2023. Jika rumusan bahwa gairah beli pasar kripto adalah berkat suku bunga rendah, maka ini bisa menguntungkan Bitcoin dan kripto lain. [ps]

spot_img

Terkini

Terkait