Ini Penyebab Bitcoin Terus Diapresiasi, Menurut Ketua SEC AS

Jay Clayton, Ketua Security and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat (AS) menegaskan, bahwa penyebab harga Bitcoin dan aset kripto diapresiasi sangat tinggi adalah karena ketidakefisien sistem pembayaran internasional dan domestik saat ini.

Hal itu disampaikan Clayton kepada CNBC, ketika harga Bitcoin sudah menyentuh harga tertinggi baru tahun ini, yakni lebih dari US$18.000 dan sekaligus harga tertinggi baru sejak tahun 2017 silam. Clayton sendiri akan berhenti dari jabatannya pada akhir tahun ini.

Ketua SEC AS: ETH Bukan Sekuritas

“Apa yang kami lihat adalah, sistem pembayaran kita saat ini, dalam negeri ataupun internasional tidak efisien. Itulah yang mendorong popularitas Bitcoin dan sejumlah aset digital lainnya. Ke depan saya pikir pasar akan semakin ‘mature‘ dan SEC akan terus mengawasi dan mengaturnya,” katanya kepada CNBC, Kamis (19/11/2020),

BERITA TERKAIT  Edward Moya: Setelah Bitcoin US$17 Ribu, Investor Bidik US$20 Ribu (Rp282 Juta)

Ia pun menegaskan, bahwa Bitcoin bukanlah bentuk dari sekuritas, tetapi entitas dalam mekanisme pembayaran dan penyimpan nilai (store-of-value).

Bitcoin Tumbangkan Kinerja Emas
Fakta utama yang tak dapat dipungkiri adalah, emas yang dianggap unggul sebagai aset penjaga nilai uang, justru kalah telah dibandingkan Bitcoin.

Perbandingan kinerja Bitcoin dengan emas dan sejumlah aset bernilai lainnya, sepanjang tahun 2020. Sumber: Tradingview.com.

Per 19 November 2020, pukul 14:54 WIB, sepanjang tahun ini, emas hanya sanggup tumbuh 22,4 persen. Sedangkan Bitcoin melejit 142 persen, memuncak lebih dari US$18.000 per BTC belum lama ini.

Dolar AS yang diprediksi justru akan ambruk pasca pemulihan pandemi COVID-19, di rentang waktu serupa sudah minus 4,18 persen. [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO