Bitcoin bergelora! Setelah melesat hingga US$14.600 (Rp209 juta) hari ini, Aset Kripto Pujaan Generasi Milenial itu sah tumbuh lebih 100 persen selama tahun 2020, alias year-to-date (ytd). Bahkan Bloomberg memrediksi harganya bisa lebih dari US$35 ribu pada tahun 2021

Berdasarkan data di Binance di skala harian (1D), pada 1 Januari 2020, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$6.973,06. Pada 5 November 2020, hari ini, sekitar US$14.680,75. Kelas aset baru itu pun tumbuh sekitar 110,54 persen.

Gerak laju Bitcoin sejak 1 Januari 2020.

Namun, kalau dibandingkan dengan “peluruhan maha parah” pada 13 Maret 2020, maka pertumbuhannya jauh lebih tinggi, yakni 281,83 persen!

Dengan rekor terbaru sepanjang tahun itu, US$14.680,75, pasar kemungkinan besar membidik US$15 ribu (Rp214 juta), satu level yang mungkin tampak mudah, termasuk US$16 ribu (Rp228 juta).

BERITA TERKAIT  Pentingnya Diversifikasi Aset Kripto, Termasuk Bitcoin (BTC)
Gerak laju Bitcoin sejak Maret 2020.

Di sisi lain, wacana sosial kian tegas. Perusahaan-perusahaan besar kian menjiwai Bitcoin. Sebut saja Square yang dipimpin oleh Bos Twitter, Jack Dorsey dan MicroStrategy pimpinan Michael Saylor. Mereka kompak dan setuju, bahwa berinvestasi Bitcoin adalah langkah tepat mengantisipasi potensi inflasi yang buruk di masa depan.

Sedangkan PayPal, karena mungkin merasa perlu mengakomodir pasar usaha kelas menengah yang doyan pakai aset kripto, mereka memutuskan membuat layanan langsung jual-beli Bitcoin dan beberapa aset kripto lainnya. Ini adalah pintu yang sangat lebar bagi peningkatan adopsi terhadap Bitcoin.

Pun kemungkinan besar akan disusul oleh bank-bank besar, seperti yang “disinyalkan” oleh Bank DBS Singapura.

Prediksi Harga Bitcoin, Bloomberg: US$35 Ribu pada Tahun 2021

Bank DBS Singapura Buka Layanan Trading Bitcoin?

US$35 Ribu per BTC
Analis dari Bloomberg Intelligence, Mike McGlone memrediksi bahwa harga Bitcoin bisa mencapai lebih dari US$35 ribu per BTC pada tahun 2021, berbanding harga 3 November 2020, US$13.700 per BTC.

BERITA TERKAIT  Surat Utang Bernilai Bitcoin Besutan Bank Tiongkok Ini Batal Diperdagangkan

“Pasokan tahunan Bitcoin akan turun menjadi kurang dari 2 persen pada tahun depan. Jika Bitcoin Halving sebelumnya berfungsi sebagai penunjuk arah, maka pada tahun 2021 akan menjadi tahun naik yang kuat. Jika Bitcoin naik hanya seperempat dari sekitar 1.375 persen pada tahun 2017, tahun setelah pasokan harian Bitcoin baru turun menjadi 1.800 BTC, maka harga Bitcoin akan melebihi US$35.000 pada tahun 2021 berbanding sekitar US$13.700 per BTC pada 3 November 2020,” tegas McGlone, 4 November 2020.

McGlone juga menyoroti pengaruh volatilitas Bitcoin yang rendah terhadap apresiasi harga Bitcoin yang tinggi.

Sungguh Bitcoin kini tak dapat lagi dianggap enteng, karena dia bukanlah aset kaleng-kaleng. Mari bersenang-senanglah! [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO