Inovasi dan Prediksi Harga Ethereum Tahun 2024

Inovasi dan prediksi harga Ethereum untuk tahun 2024, baru-baru ini menjadi topik hangat dalam diskusi ranah kripto.

Sebagaimana aset digital lainnya, ETH muncul dan semakin meroket sejak lahirnya Bitcoin sebagai pelopor aset digital. Berikut dipaparkan seputar Ethereum, khususnya tentag prediksi harga pada tahun 2024 ini.

Pengertian dan Kelebihan Inovasi Ethereum dibandingkan BTC

Pada dasarnya Ethereum adalah platform pemrograman/perangkat lunak sistem keuangan yang bersifat open-source dan terdesentralisasi. Ia telah menjadi salah satu blockchain tersibuk, karena mempelopori penggunaan smart contract yang menjadi landasan dibangunnya Web3 dan berbagai decentralized applications (dApp). 

Proyek Ethereum digagas oleh Vitalik Buterin pada tahun 2013 dan diluncurkan secara resmi pada tahun 2015 dengan kriptonya bernama Ether atau dikenal juga dengan Ethereum dengan simbol ETH. 

Sama halnya dengan Bitcoin, Ethereum memungkinkan siapapun melakukan transfer aset digital tanpa bantuan pihak ketiga (seperti bank atau lembaga keuangan lainnya) alias peer-to-peer, secara langsung.

Akan tetapi, blockchain Ethereum berbeda dengan blockchain Bitcoin, karena kemampuannya lebih kompleks dan fleksibel atau tidak terbatas pada transfer aset digital saja, pasalnya karena blockchain Ethereum memberi kesempatan kepada developer untuk membuat berbagai aplikasi dan kriptonya masing-masing di atas blockchain tersebut dengan adanya smart contract pada Ethereum. 

Sementara itu, blockchain Bitcoin dibangun dengan mengutamakan keamanan, sehingga tidak cukup fleksibel bagi para developer untuk membuat aplikasi-aplikasi rumit di atas jaringan Bitcoin, walaupun sudah ada protokol Ordinals untuk menerbitkan beragam token langsung di blockchain Bitcoin.

Jika Anda tidak ingin ketinggalan berita atau perkembangan terbaru tentang Ethereum, silakan kunjungi Novax. Salah satu berita terbaru adalah tentang Analisis Penurunan Harga Ethereum yang bisa Mencapai US$2.500.

Smart Contract, dari Bitcoin ke Ethereum

Mengapa Ethereum Berharga?

Manfaat yang didapatkan Ethereum dari aktivitas smart contract adalah mendapatkan gas fee dari setiap transaksi, distribusi, dan pengembangan koin yang terjadi di atas blockchain Ethereum. Gas fee merupakan biaya transaksi di dalam sistem Ethereum. 

Gas fee tersebut dibayarkan dengan Ether (ETH) yang merupakan native crypto dari blockchain Ethereum. Itu sebabnya ETH menjadi aset digital yang bernilai dan memiliki market value terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin (BTC). 

Saat pertama kali dirilis ke publik pada Agustus 2015, harga ETH adalah US$2,83 atau sekitar Rp41.035. Dilansir dari Bloomberg, initial coin offering atau ICO yang kian popular sejak tahun 2017 makin meningkatkan minat publik terhadap Ethereum. 

Bahkan, seiring dengan berjalannya waktu, harga ETH pernah mencapai puncaknya pada November tahun 2021, yaitu senilai US$4.868. Meski begitu, pada Juni 2022 kinerja Ethereum tercatat mengalami penurunan hingga ke US$881. 

Jadi, dari harga tertingginya, Ethereum sudah mengalami penurunan sekitar 80 persen. Karena itu, penurunan ini bisa dijadikan peluang untuk berinvestasi di Ethereum. Apalagi, pada Maret 2024, Ethereum sudah mengalami Dencun upgrade, pembaruan yang amat penting untuk kecepatan dan keamanan transaksi. 

Apa Itu Ethereum Dencun Upgrade?

Ethereum Dencun Upgrade adalah peningkatan jaringan yang dilakukan developer Ethereum dan sudah selesai pada tanggal 13 Maret 2024 lalu, memastikan jenis transaksi baru yang mengurangi biaya publikasi data transaksi.

Dampak Ethereum Dencun Upgrade adalah biaya jaringan pada blockchain jenis Layer-2 untuk menyimpan data di Ethereum akan menjadi lebih murah, karena ketersediaan ruang yang lebih banyak. 

Sasaran lainnya adalah diharapkan upgrade ini akan membawa jumlah pengguna yang lebih besar ke dalam ekosistem Ethereum. Hal ini seharusnya memperluas total pasar yang dapat dijangkau oleh blockchain Ethereum dan bisa mengarah positif terhadap harga ETH.

Prediksi Harga Ethereum Tahun 2024, Bisa Tembus US$10 Ribu?

Harga per ETH telah mencapai kenaikan signifikan sebesar lebih dari 89 persen pada tahun 2023, yaitu dari US$1.196 menjadi US$2.281. 

Meskipun kenaikan tersebut masih underperformed jika dibandingkan Bitcoin yang naik 150 persen pada tahun yang sama, Ethereum diprediksi akan melebihi kenaikan BTC pada tahun 2024 jika mengacu pada kinerja di tahun-tahun sebelumnya. 

Untuk itu, mari merunut ulang sebentar ke tahun 2019, di mana kinerja Ethereum lebih lemah 58 persen dibandingkan Bitcoin menjelang tahun halving di 2020. 

Kondisi ini hampir sama dengan kinerja Ethereum yang berada 32 persen di bawah kinerja Bitcoin di tahun 2023 menjelang tahun halving Bitcoin di tahun 2024. Selanjutnya, pada tahun 2020, Ethereum mencatat kenaikan 120 persen terhadap harga Bitcoin. 

Dengan kata lain, pada tahun 2020, kinerja Ethereum tercatat lebih baik dibandingkan Bitcoin. Apabila pola yang sama terulang kembali, prediksi harga pada tahun 2024 berpotensi menjadi tahun yang lebih baik bagi Ethereum dibandingkan Bitcoin.

Ethereum saat ini berada di area Fibonacci 0,618 di harga US$2.802 yang juga berfungsi sebagai support-nya. Ada dua resistance lainnya yang harus diperhatikan, yakni Fibonacci 0,786 di US$3.314, dan Fibonacci 1 di US$3.967. 

Jika melihat pola tahun 2020, Ethereum diperkirakan bisa naik sekitar lebih dari 60 persen kembali ke harga all time high (ATH) di harga US$4.868 di tahun 2024 atau tahun 2025. 

Ini adalah prediksi berdasarkan indikator Fibonacci. Apalagi, pada Maret 2024, Ethereum berhasil menembus angka psikologis di US$4.000. 

Akan tetapi, sentimen positif setelah Bitcoin mengalami halving belum terlalu dirasakan oleh Ethereum. Hal ini terlihat dari harga yang sudah mengalami koreksi sekitar 30 persen dari harga tertinggi pada tahun ini.

Salah satu alasan harga Ethereum belum menunjukkan penguatan yang signifikan karena faktor dari Bitcoin juga. Maka tidak salah kalau Bitcoin disebut sebagai ‘Mother of Cryptocurrency’. 

Harga Bitcoin per tanggal 12 Mei 2024 masih berada di area US$61.000 dan belum berhasil membuat new higher high sehingga kita belum melihat terjadinya penguatan harga pada Bitcoin. Ini menjadi peluang juga bagi Anda untuk membeli Bitcoin atau Ethereum di berbagai platform kripto exchange.

Tah0un 2024 hingga 2025 diprediksi akan menjadi periode bullish yang akan menjadi landasan kuat bagi naiknya harga Ethereum. 

Kenaikan ini berpotensi makin intensif sehingga akan mendorong Ethereum ke level tertinggi yang baru. Bahkan, CoinDCX membagikan prediksi harga Ethereum akan mencapai US$10.000 pada awal 2030 atau bahkan mungkin melewati level tersebut. [ab]

Terkini

Warta Korporat

Terkait