Dalam satu catatan kepada nasabahnya, JPMorgan yakin tentang prospek jangka panjang Bitcoin. Kendati demikian, bank investasi itu membidik soal pertarungan antara bank dan fintech.

“Persaingan Bitcoin dengan emas sebagai mata uang alternatif akan berlanjut seiring kaum milenial menjadi komponen penting kelompok investor serta kesukaan mereka terhadap emas digital dibanding emas tradisional,” tulis surat tersebut.

JP Morgan menegaskan, kesukaan terhadap emas digital tersebut akan bertahan.

Sikap tersebut semakin umum di kalangan bank. Kendati volatilitas tinggi, konsumsi energi dan belum dapat dipakai sebagai alat tukar, tak dapat dipungkiri Bitcoin terkenal di kaum milenial. Bank harus mengikuti selera pasar milenial.

November lalu, Rick Rieder, eksekutif BlackRock, menegaskan penerimaan milenial terhadap teknologi dan aset kripto sangat nyata.

BERITA TERKAIT  Mengenal Strategi Copy Trade dan Kontrak Berjangka dalam Trading Bitcoin

Laporan JPMorgan juga menyarankan Bitcoin hanyalah pertunjukan sampingan terhadap berita keuangan besar di pasca COVID-19.

Berdasarkan catatan itu, inovasi fintech dan permintaan meningkat akan uang digital adalah berita besar di era COVID-19 dengan maraknya startup dan perluasan platform digital ke kredit serta pembayaran.

Menurut ukuran JPMorgan, saat ini ada 58 perusahaan fintech dengan kapitalisasi pasar melebihi US$1 milyar. Banyak di antaranya akan bersaing dengan bank untuk merebut dominasi digital.

JPMorgan: Perusahaan Lain Jangan Tiru Langkah Tesla Beli Bitcoin

Menanggapi Tesla yang membeli Bitcoin senilai US$1,5 milyar, JPMorgan mengulangi keyakinannya bahwa keputusan tersebut tidak akan diikuti oleh banyak perusahaan besar lain.

BERITA TERKAIT  Melacak Kripto Gram Besutan Telegram

Jamie Dimon CEO perusahaan itu tetap tidak mendukung Bitcoin, tetapi selama nasabah berminat, JPMorgan akhirnya juga mendukung. [decrypt.co/ed]

Protected with blockchain timestamps

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO