Kripto Waves Bersiap Masuk Generasi Baru, Dukungan Metaverse Termasuk

Kripto WAVES tergolong paling senior di dunia blockchain-kripto. Lahir pada tahun 2016 dari tangan Sasha Ivanov, di tahun 2022 ini Waves bersiap masuk generasi baru dengan sejumlah pembaruan yang diklaim unggul. Apa saja, selain metaverse?

Berdasarkan catatan tim Waves, generasi baru blockchain-kripto ini disebut Waves 2.0, sebagai penanda dimulainya sejumlah pembaruan yang signifikan untuk menjawab tantangan industri.

Waves 2.0, Ada 7 Pembaruan Utama

Ada 7 pembaruan utama yang sedang dan akan disematkan ke sistem baru ini.

Pertama, Waves 2.0 akan memakai algoritma konsensus baru yang memastikan dukungan penuh terhadap Ethereum Virtual Machine (EVM).

Saat ini blockchain Waves mengusung algoritma konsensus Proof-of-Stake (PoS) yang dimodifikasi, yang disebut WavesNG. Teknologi berasaskan Bitcoin-NG, teknologi penskalaan oleh Emin Gun Sirer, Universitas Cornell.

Berdasarkan catatan terbaru Waves, Waves 2.0 kelak menerapkan Practical Proof-of-Stake Sharding (PPOSS). Konsensus baru ini akan dipadukan dengan dukungan terhadap EVM. 

“Kedua proses ini akan berjalan mulus, dengan transisi tanpa mengganggu sistem yang ada saat ini,” sebut Waves.

Kedua, model tata kelola untuk DAO ( Decentralized Autonomous Organization) yang baru, disebut Open Collective. 

Konsep DAO dipastikan benar-benar baru, berdasarkan dua framework, yakni Waves Association DAO dan Investment DAO yang direncanakan meluncur tahun ini juga.

Konsep umum DAO adalah mempertimbangkan kontribusi dan suara komunitas lain di luar pengembang inti sistem. Alih-alih mengandalkan keputusan pengembang secara sentralistik, DAO memungkinkan para hodler kripto punya hak suara.

Ketiga, Gravity Bridges dan Universal Bridge Integration untuk menghubungkan blockchain Waves dengan blockchain lain, seperti blockchain Ethereum, Binance Smart Chain dan lain sebagainya. 

Fitur ini sangat lazim digunakan beberapa tahun terakhir, karena memungkinkan interaksi semua aplikasi desentralistik yang dibangun di Waves dan sebaliknya, bisa terhubung dengan blockchain lain, seperti Ethereum, Avalanche, Binance Smart Chain atau lewat protokol lain terhadap Bitcoin dan Solana. Khusus untuk Universal Bridge Integration akan diperkenalkan pada Mei 2022.

Keempat, Meta, yakni fungsi khusus untuk menghubungkan blockchain dengan metaverse. Fitur ini menjawab dinamika terkini, yakni metaverse. Kelak pengembang manapun yang ingin membuat produk metaverse seperti Decentraland dan The Sandbox, blockchain Waves memastikan sistemnya sudah siap pakai. 

Tentu saja ini terkait langsung dengan proses penerbitan dan penjualan NFT (non-fungible token), yang disematkan di metaverse itu.

Kelima, program pemercepatan dan inkubasi bagi startup dan proyek terkait kripto di Amerika Serikat (AS). Waves menitikberatkan perkembangan proyek kripto yang besar dari wilayah Amerika Serikat. Bagi mereka AS adalah tempat terpenting di tahun ini untuk memperkuat ekosistem Waves.

“Untuk mendukung program ini, kami mempersiapkan dana dukungan sebesar US$150 juta lewat Waves Labs di Miami pada kuartal pertama tahun 2022,” sebut mereka.

Keunggulan historis masih tersematkan pada proyek blockchain Waves ini. Nama dan reputasi baik Sasha Ivanov, bisa juga menjadi tolak ukur, termasuk kelak jika dukungan besar ekosistem masuk ke Waves. Untuk informasi lebih terperinci perihal Waves 2.0, bisa dibaca di laman ini. [ps]

spot_img

Terkini

Terkait