LinkEye, Proyek Blockchain yang Sempat Vakum, Mencoba Bangkit

413

LinkEye, proyek blockchain yang didirikan pada tahun 2017 silam sempat vakum, kini mencoba bangkit kembali. Mereka hendak fokus ke sektor DeFi (Decentralized Finance), dianggap selaras dengan visi awal mereka, yakni shared credit system.

“Pada tahun 2018, ketika banyak orang membincangkan tentang pelaporan kredit berbasis blockchain, tak sedikit pula membicarakan tentang LinkEye. Ketika itu sistem kredit mengandung banyak masalah, ranah yang dimasuki LinkEye pada tahun 2017 khususnya untuk sektor credit union chain. Kami sempat memimpin sektor itu. Namun, pada tahun 2018, LinkEye sempat vakum,” sebut LinkEye dalam keterangan resminya, Senin (12 Oktober 2020).

Menurut LinkEye, dengan popularitas tinggi terhadap oracle di sektor DeFI, LinkEye mencoba menjajal kembali bidang itu dengan kekuatan dan keunggulan yang dimiliki oleh perusahaan asal Singapura itu.

Di sektor DeFi, oracle adalah software khusus yang menjembatani antara beragam sumber data, sebelum ia direkam ke dalam blockchain yang bersifat permanen.

“LinkEye menyediakan platform berbagi data dan menyediakan layanan data bagi pengguna berdasarkan nilai data. Di sinilah oracle berperan, menghubungkan data off-chain (tidak tersimpan di blockchain) ke blockchain sehingga menjadi data bersifat on-chain. Hanya dengan menyimpan data ke blockchain-lah, data menjadi lebih bernilai,” sebut LinkEye.

LinkEye mengklaim sebagian nilai-nilai dan karakter DeFi saat ini sudah diadopsi oleh mereka sejak dua tahun silam.

BERITA TERKAIT  Nasib Chainlink (LINK) Setelah Membeli DECO Buatan Universitas Cornell

Pada tahun 2018 misalnya, mereka meluncurkan program staking aset kripto LinkEye Token (LET). Program itu kini dipadu dengan platform berbagi data itu sebagai sistem imbalan di dalam ekosistem, selain aspek lending dan borrowing, yang merupakan sifat umum dari DeFI.

Harga aset kripto LET sendiri sempat menguat cukup apik kemarin, lebih dari 7 persen di harga US$0,01474 per LET, berdasarkan data dari Coingecko.com. Huobi Global tercatat sebagai bursa yang paling aktif memperdagangkan LET.

“DeFi sejatinya akan tetap tumbuh dengan beragam proyek yang masuk ke dalamnya. Sebagai inovator di bidang ini, LinkEye berusaha secara konsisten agar informasi lebih terbuka, transparan, kekal dan akurat,” pungkas LinkEye. [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO