Mantap! Upbit Indonesia Sediakan USDT

Upbit Indonesia, bursa kripto asal Korea Selatan yang baru beroperasi di Indonesia pada 2019, mulai memperdagangkan Tether (USDT)/IDR, sejak Kamis (21/2).

“USDT adalah aset kripto yang menjamin nilai yang sama dengan uang dolar AS. Artinya 1 USDT setara nilainya dengan harga satu dolar AS terhadap rupiah,” demikian disampaikan Upbit Indonesia dalam keterangan kepada para pengguna melalui surat elektronik, Jumat (22/2).

Selain dalam dollar AS, USDT juga didukung euro yang disebut EURT. Selain itu, USDT juga sedang mengembangkan koin yang didukung oleh yen Jepang.

“1 USDT dapat ditukar 1:1 dengan 1 dolar AS, dan kurs ini didukung oleh mata uang publik dalam penyimpanan. Bahkan, harganya selalu sekitar $1, perbedaan beberapa sen mungkin terjadi,” demikian jelas Upbit.

USDT adalah salah satu jenis stablecoin yang mulai marak dikembangkan sejak 2018 lalu untuk memecahkan persoalan fluktuasi harga pada aset kripto. Selain USDT, ada sejumlah stablecoin yang berpatok dolar AS, yakni USDC dari Carbon (tersedia di Rekeningku.com), GeminiDollar (GUSD) yang diluncurkan bursa kripto Gemini, yang didirikan dua saudara kembar Winklevoss. Selain itu, ada Paxos Standard (PAX) besutan perusahaan rintisan blockchain Paxos.

Pada Juli 2018 lalu, perusahaan teknologi IBM bekerja sama dengan Stronghold juga membuat stablecoin bernama USD Anchor. Kedua perusahaan ini juga melibatkan Prime Trust, sebuah perusahaan bermarkas di Nevada, AS yang mendepositkan sejumlah uang dollar AS dalam bentuk tunai. Untuk mengurangi risiko, perusahaan itu juga menggandeng Federal Deposit Insurance Corp (FDIC).

Di antara stablecoin yang sudah beredar di pasar, yang cukup popular memang USDT yang dirilis oleh Tether Limited di Hong Kong. Token Tether dibangun pada sistem blockchain milik Bitcoin melalui Omni Protocol. Perusahaan ini juga mengklaim ada token Tether yang dibangun pada sistem Ethereum.

Mengacu pada laporan transparansi perusahaan di situsnya, total token USDT yang beredar di sistem Omni Protocol senilai US$3,02 miliar, dan beredar di sistem Ethereum senilai US$ 60,1 juta. Sedangkan token EURT yang beredar dalam sistem Omni Protocol senilai 40 juta dan di sistem Ethereum senilai 50 juta.

Kelebihan dari stablecoin adalah harganya yang stabil sesuai dengan aset mendukungnya, baik itu uang fiat maupun komoditas seperti emas. Selain itu biaya transfer lintas negara juga jauh lebih murah daripada menggunakan layanan bank. Namun, kelemahan stablecoin tidak cocok untuk kegiatan trading yang justru mengharapkan gelombong fluktuasi harga yang tinggi.

Di Indonesia, selain Upbit, ada Indodax menyediakan USDT. Selain stablecoin berbasis fiat, di Indonesia juga sudah ada stablecoin berbasis emas yaitu Digix (DGX) di Tokocrypto yang dijual sejak awal Desember 2018. DGX dikeluarkan perusahaan tokenisasi aset bernama Digix yang berbasis di Singapura. Nilai satu token DGX setara dengan 1 gram emas. [jul]

Terkini

Warta Korporat

Terkait