El Salvador kembali menambah cadangan aset digitalnya setelah lembaga resmi negara, The Bitcoin Office, menunjukkan bahwa total kepemilikan Bitcoin telah mencapai 7.605,37 BTC. Nilai tersebut diperkirakan setara sekitar US$506 juta.
Pencapaian ini menandai kali pertama cadangan Bitcoin negara tersebut melampaui level 7.600 BTC, sekaligus menegaskan bahwa strategi akumulasi masih terus berlanjut di tahun 2026.

Penambahan cadangan ini terjadi dalam beberapa waktu terakhir, menunjukkan bahwa pemerintah masih aktif melakukan pembelian secara bertahap di tengah dinamika pasar global.
Sebelumnya, pada Februari 2026, total kepemilikan tercatat berada di kisaran 7.565 BTC. Dengan demikian, terdapat peningkatan dalam periode relatif singkat yang mencerminkan konsistensi kebijakan akumulasi jangka panjang.
Konsisten Borong Bitcoin, El Salvador Kirim Sinyal Kuat
Sejak kali pertama mengadopsi Bitcoin sebagai bagian dari kebijakan ekonomi nasional, El Salvador dikenal menerapkan strategi pembelian bertahap. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun cadangan aset yang dapat berfungsi sebagai penyimpan nilai dalam jangka panjang.
Dengan kata lain, Bitcoin tidak hanya dipandang sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pengelolaan cadangan negara.
Di tingkat global, langkah El Salvador tetap menjadi perhatian karena menjadikannya salah satu negara paling aktif dalam mengakumulasi Bitcoin.
Meskipun secara total kepemilikan masih berada di bawah negara lain seperti AS, posisi El Salvador sebagai pionir dalam adopsi Bitcoin di tingkat negara membuat setiap kebijakan dan pergerakannya memiliki dampak terhadap persepsi pasar.
Akumulasi yang dilakukan secara konsisten ini juga dipandang sebagai sinyal kepercayaan terhadap Bitcoin sebagai aset jangka panjang. Dalam banyak kasus, langkah tersebut dapat memengaruhi sentimen investor, terutama dalam memperkuat narasi adopsi negara terhadap aset digital.
Lonjakan Aktivitas Kripto di Ekonomi Domestik
Di sisi lain, peningkatan cadangan Bitcoin juga terjadi seiring dengan berkembangnya aktivitas kripto di dalam negeri. Data dari bank sentral El Salvador menunjukkan bahwa pengiriman uang berbasis kripto mengalami lonjakan pesat pada awal 2026.
Dalam periode Januari hingga Februari 2026, total remitansi kripto tercatat mencapai sekitar US$11,56 juta, meningkat sekitar 146 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, atau bertambah lebih dari US$6,8 juta secara tahunan.
Meski demikian, kontribusi remitansi kripto terhadap total remitansi nasional masih relatif kecil. Nilainya hanya sekitar 0,75 persen dari total US$1,52 miliar yang tercatat dalam periode yang sama.
Kendati porsinya belum dominan, tren pertumbuhan ini menunjukkan bahwa penggunaan kripto sebagai alternatif transfer lintas negara mulai meningkat.
Pertumbuhan aktivitas kripto, khususnya dalam remitansi dan penggunaan dompet digital, turut memperkuat posisi El Salvador sebagai salah satu pusat inovasi finansial di kawasan Amerika Latin.
Integrasi teknologi ini dalam aktivitas ekonomi sehari-hari dinilai semakin nyata, meskipun belum sepenuhnya menggantikan sistem keuangan biasa.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


