Menanti Main Net Filecoin 15 Oktober 2020

942

Kalau tak ada aral melintang, main net Filecoin (FIL), yang fokus pada teknologi Interplanetary File System (IPFS) itu, siap meluncur pada 15 Oktober 2020 mendatang di block ke-148.888. Warga Indonesia masih bisa berpartisipasi memiliki aset kripto FIL melalui pembelian token FILT2 melalui tautan ini.

Proyek Filecoin sebenarnya bukanlah proyek baru. ICO-nya yang berakhir pada September 2017 silam, berhasil mengumpulkan dana dari publik hingga US$250 juta. Capaian itu melebihi ekspektasi, yakni US$40 juta.

Sejumlah investor tenar terlibat di ICO itu, di antaranya adalah Winklevoss Capital, Digital Currency Group dan President Y Combinator Sam Altman, Union Square Ventures hingga Sequoia Capital.

Sesuai kontrak ICO kala itu, aset kripto FIL sebagai aspek nilai di sistemnya akan didistribusikan ketika proyek Filecoin berhasil melaju ke main net. Kontrak itu disebut dengan istilah Simple Agreements for Future Tokens (SAFT).

Rencana main net beberapa kali tertunda, hingga Agustus 2020 lalu sudah dipastikan bakalan masuk tahap main net, satu tahap sebelum aset kripto FIL akan diperdagangkan di sejumlah bursa, termasuk Gemini milik Si Kembar Winklevoss.

Teknologinya dikembangkan oleh Protocol Labs, pimpinan Juan Benet, yang juga dikenal sebagai pendiri proyek IPFS.io, digunakan oleh sejumlah pihak secara gratis sejak tahun 2015. Kami di redaksi juga kerap menggunakannya.

Proyek utama Filecoin, yakni IPFS, memungkinkan Anda menyimpan data secara desentralistik dan peer-to-peer, tanpa bergantung pada entitas sentral.

BERITA TERKAIT  Peneliti: Dunia Tak Butuh Kripto Bank Sentral

Secara sederhana, sistem ini adalah kebalikan dari sistem simpan data, seperti Google Drive ataupun DropBox. Spesifikasi sistem Filecoin bisa dibaca di sini.

Jikalau Google Drive sangat bergantung pada sistem sentral oleh Google sebagai perusahaan, maka sistem IPFS oleh Filecoin bergantung pada siapa saja, baik individu atau organisasi yang ingin mendayagunakan komputernya sendiri untuk dibagikan ke dalam sistem.

Jadi, dalam sistem Filecoin, Anda bisa menyisihkan kekosongan pada hard drive komputer Anda untuk menyimpan file/data pihak lain, yang siap “dibagipakai”. Atas jasa itulah, Anda mendapatkan imbalan berupa aset kripto Filecoin (FIL).

Teknologi IPFS diprediksi bisa mengubah cara content creator mendistribusikan informasi, karena menjadi lebih murah dan menjamin data selalu tersedia, sekaligus mencegah duplikasi data.

Selain itu teknologi IPFS kelak sebagai alternatif atau penyempurnaan terhadap sistem Content Delivery Network (CDN), yang berfungsi untuk mengirimkan konten dari server ke suatu website. CDN berbasis IPFS kelak bisa lebih meningkatkan kecepatan pengiriman data melalui jaringan server kepada visitor dari lokasi terdekat yang paling memungkinkan.

BERITA TERKAIT  Strategi Tambang Bitcoin, Ini Kata Presiden Iran

Menuju Main Net
Momen main net ini juga tergolong penting dan paling ditunggu, setidaknya oleh komunitas dan semua ekosistem Filecoin (lebih dari 300 proyek turunan dan 1000 developer) yang menggunakan teknologi Filecoin.

Sejak Agustus 2020 sejumlah capaian penting pun digapainya, termasuk tentu saja jaringan versi test net yang sudah bisa diakses di sini.

Statistik jaringan testnet blockchain Filecoin. Sumber: Filfox.

“Selama beberapa minggu ke depan, komunitas Filecoin akan masuk ke jaringan sebelum tahapan lepas landas, yakni Mainnet Liftoff. Tahapan pra-lepas landas ini, yakni Mainnet Ignition, memberi kesempatan kepada komunitas untuk mengenali, mempelajari, menyiapkan sistem mereka termasuk mengoptimalkan sejumlah penerapan,” sebut tim Filecoin di situs resminya.

Daftar para penambang Filecoin. Sumber: Filfox.

Tim Filecoin juga menyebutkan Main net Filecoin secara resmi akan dimulai pada epoch/block ke-148.888.

“Kami memperkirakan block itu akan terjadi sekitar 15 Oktober 2020. Dan setelah beberapa hari kemudian, kami akan menggelar perayaan resmi main net mulai 19-23 Oktober 2020,” sebut Tim Filecoin.

Per September 2020 Filecoin mengklaim sudah melibatkan sekitar 400 penambang yang terlibat dalam fase testnet Space Race“.

Kapasitas data yang digunakan pun meningkat lebih dari 325 pebibyte. Itu setara dengan tujuh kali lipat dari keseluruhan karya tulis umat manusia yang pernah dibuat dalam semua bahasa.

Distribusi Aset
Sekitar 3,5 juta FIL akan didistribusikan terlebih dahulu kepada peserta di fase
testnet Space Race. Kelak, FIL ini akan digunakan sebagai alat untuk membeli dan menjual tempat penyimpanan dalam jaringan, termasuk sebagai imbalan kepada para penambang.

Meski peluncuran FIL belum digelar, investor di banyak negara telah bersiap untuk memiliki aset kripto FIL dengan membeli token FILT2.

Token FILT2 ini berjenis “token IOU” yang nilainya sama dengan FIL. Ia digunakan dalam masa transisi menuju main net, pasca main net, hingga nanti diperdagangkan di berbagai bursa aset kripto. Nah, ketika kelak FIL sudah masuk di pasar, maka FILT2 bisa ditukarkan menjadi FIL.

Untuk bisa berpartisipasi memiliki FILT2, Ada bisa mengakses di layanan IPFS Blox ini, yang dikelola oleh Blotocol asal Jepang.

Menurut keterangan pihak Blotocol kepada Blockchainmedia.id, agar bisa berpartisipasi memiliki token FILT2 diperlukan dana setara US$128 (sekitar Rp1,9 juta dengan kurs saat ini). [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO