Label IPFS

IPFS

Filecoin Akan Guncang Pasar Komputasi Awan?

Filecoin menggabungkan teknologi blockchain, jaringan peer-to-peer dan imbalan aset kripto dalam satu sistem penyimpanan dan distribusi data. Mampukah Filecoin mengguncang pasar komputasi awan tradisional yang terbilang mahal?

Menanti Main Net Filecoin 15 Oktober 2020

Kalau tak ada aral melintang, main net Filecoin (FIL), yang fokus pada teknologi Interplanetary File System (IPFS) itu, siap meluncur pada 15 Oktober 2020 mendatang di block ke-148.888. Warga Indonesia masih bisa berpartisipasi memiliki aset kripto FIL melalui pembelian token FILT2.

Live Sekarang! Coinvestasi Perkenalkan Aset Kripto Filecoin (FILT2)

Hari ini Coinvestasi memfasilitasi dalam memperkenalkan aset kripto Filecoin (FILT2) kepada masyarakat Indonesia melalui Youtube. FILT2 berjenis token yang diterbitkan di blockchain Ethereum sebagai versi terbaru aset kripto Filecoin (FIL). Proyek Filecoin fokus pada pengembangan protokol sistem file desentralistik, yakni Interlanetary File System (IPFS). IPFS ditenagai teknlogi blockchain tanpa mengandalkan satu entitas komputer alias peer-to-peer. "IPFS hadir sebagai solusi terhadap permasalahan terkait efisiensi dan mahalnya biaya jaringan. Dengan dasar teknologi peer-to-peer, pengunduhan sebuah file tidak lagi bergantung kepada satu komputer server, basis data atau entitas terpusat. Melalui IPFS, bandwidth dapat dihemat hingga 60 persen, dalam pengunduhan file video misalnya. Distribusi data dalam jumlah besar pun dapat semakin efisien," sebut Coinvestasi dalam keterangan resminya hari ini. Sejumlah perusahaan besar turut mendukung proyek IPFS ini dan benar-benar menggunakanya, di antaranya adalah Gemini Custody, perusahaan aset kripto besutan Winklevoss bersaudara. Proyek Filecoin sebenarnya sudah berlangsung lama, yang dimulai dari Initial Coin Offering (ICO) pada tahun 2017 silam. Melalui ICO itu Filecoin berhasil menggalang dana sebesar US$257 juta dan berjalan di blockchain Ethereum. Pendanaan ini menunjukkan tingkat kepercayaan investor yang tinggi terhadap pertumbuhan dan perkembangan teknologi IPFS dan juga Filecoin di masa depan.  Dalam beberapa pekan, main net Filecoin akan digelar, sehingga resmi hijrah dari blockchain Ethereum dan menggunakan blockchain sendiri. FILT2 ini adalah aset kripto yang terkait dengan proyek Filecoin tersebut.  FILT2 memiliki pasokan 2,2 juta unit. Saat ini, aset kripto itu dapat dibeli oleh investor dengan harga US$12,8 atau Rp186 ribu per unit dengan pembelian minimal 10 token. Artinya, investor harus merogoh kocek sebesar Rp1.860.000 untuk memiliki token FILT2 itu. Informasi lebih lanjut mengenai FILT2 dapat disimak di Telegram ini. [red] 

Peluncuran Main Net FileCoin Diancam Para Miner, Ada Apa Gerangan?

Peluncuran main net blockchain FileCoin (FIL) yang direncanakan berlangsung beberapa pekan lagi, diancam oleh sejumlah miner asal Tiongkok. Mereka protes soal imbalan yang terlalu kecil dan besarnya modal yang harus dikeluarkan.

IPFS, Revolusi Internet Masa Depan dalam Genggaman!

Perkembangan teknologi blockchain di berbagai bidang terus berevolusi memberikan solusi dan inovasi baru. Salah satu inovasi itu adalah Interplanetary File System (IPFS), solusi penyimpanan data yang lebih terjamin aman dibandingkan dengan penyimpanan data terpusat yang ada saat ini.

Tantangan Penyimpanan Data Berbasis Blockchain

Teknologi blockchain menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang berminat mengembangkan model penyimpanan data secara permanent. Blockchain menawarkan keamanan data yang lebih tinggi dengan jaminan integritas dan kemudahan duplikasi data, yang sangat bermanfaat dalam ekosistem penyimpanan informasi.

TikTok Dibatasi? Teknologi Blockchain dan IPFS Bisa Atasi

TikTok dihentikan penggunaannya di Hong Kong pada Jumat lalu. Sedangkan di Amerika Serikat diperdebatkan apakah akan memberlakukan hal serupa. Ketika itu terjadi, teknologi bisa jadi alat untuk mengatasi. 

Kalau Memang Asli, Sertifikat Versi Blockchain-nya Mana?

Judul di atas adalah komentar singkat Ali Akbar, Pendiri Quantum Teknologi Persada menanggapi sertifikat digital berbasis blockchain melalui Trusti besutan Damos Hanggara. Di sejumlah kelemahan blockchain, sejatinya Ali sedang berargumen bahwa keunggulan blockchain mampu mengatasi keterbatasan soal keaslian dokumen digital.

Membuat Website Desentralistik di Blockchain+IPFS [BAGIAN KEDUA]

Bulan lalu kita sudah membahas cara membeli dan meng-claim decentralized domain berekstensi .ZIL. Kali ini kita membahas cara membuat satu website sederhana kemudian hashed data-nya kita padukan di platform Unstoppable Domains, sehingga domain .ZIL ataupun .CRYPTO bisa dibuka di browser.