Mengapa Dolar Menguat: Analisis yang Mempengaruhinya Secara Umum

Mengapa dolar menguat? Tentunya ini menjadi pertanyaan besar yang sebaiknya diketahui oleh setiap orang. Karena, dolar yang kuat dapat mempengaruhi perekonomian bahkan untuk di Indonesia.

Walaupun masih banyak yang kurang menyadari bagaimana pengaruhnya dalam perekonomian. Tetapi, hal ini memberikan efek langsung maupun tidak langsung. Khususnya ketika berbelanja produk impor menjadi lebih mahal daripada sebelumnya.

Dolar Amerika Serikat (AS) adalah salah satu mata uang terpenting di dunia. Sebagai mata uang cadangan global, dolar AS digunakan dalam perdagangan internasional dan transaksi keuangan lainnya.

Selain itu, dolar AS juga digunakan sebagai patokan untuk harga komoditas dunia seperti minyak mentah dan emas.

Dalam beberapa waktu terakhir, dolar AS telah menguat terhadap sebagian besar mata uang utama dunia seperti euro, yen Jepang, dan poundsterling Inggris.

Pertanyaannya adalah, mengapa dolar menguat dan apa faktor-faktor yang memengaruhi penguatan ini? Dalam artikel ini, kami akan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penguatan dolar.

Faktor-Faktor yang Mendorong Penguatan Dolar

Alasan mengapa dolar menguat tidak bisa dilihat dari satu faktor saja. Karena terdapat banyak hal yang mempengaruhi hal tersebut. Perlu dipahami bahwa terdapat faktor eksternal dan internal dari negara AS yang mempengaruhi hal tersebut.

Adapun beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain:

Kebijakan Moneter AS

Salah satu faktor utama yang memengaruhi nilai dolar adalah kebijakan moneter Amerika Serikat. Federal Reserve (Fed) adalah bank sentral AS yang bertanggung jawab untuk menetapkan kebijakan moneter untuk negara tersebut.

Salah satu instrumen kebijakan yang paling penting adalah tingkat suku bunga. Jika Fed menaikkan suku bunga, hal ini dapat membuat dolar menjadi lebih menarik bagi investor.

Karena mereka dapat memperoleh hasil yang lebih tinggi dengan menanamkan uang mereka di AS. Perolehan dari investasi akan memberikan hasil yang lebih tinggi lagi ketika ditukarkan dengan mata uang negaranya masing-masing.

Namun, hal ini hanya berlaku bagi negara yang nilai mata uang negara asalnya lebih rendah daripada dolar AS.

Kebijakan moneter yang ketat juga dapat memperkuat dolar dengan mengurangi jumlah uang yang beredar di pasar. Sebaliknya, jika Fed menurunkan suku bunga, hal ini dapat membuat dolar menjadi kurang menarik dan melemahkan nilainya.

Akibatnya orang-orang akan lebih suka menggunakan mata uang lain dan menghindari pemakaian dolar. Namun, pada sisi yang berbeda negara lain akan lebih suka impor dari AS karena harganya jauh lebih rendah.

Kebijakan moneter AS dapat berubah sewaktu-waktu bergantung pada rapat The Fed. Biasanya rapat ini telah diagendakan sebelumnya sehingga trader dan investor yang menggunakan dolar bisa mengetahui perkembangan mata uang tersebut.

Kepercayaan Investor

Kepercayaan investor terhadap ekonomi AS juga dapat mempengaruhi nilai dolar. Jika investor percaya bahwa ekonomi AS tumbuh dengan baik dan prospeknya cerah, mereka lebih cenderung untuk beli dolar dan aset berdenominasi dolar lainnya.

Sebaliknya, jika investor khawatir tentang kemunduran ekonomi AS, mereka mungkin cenderung menjual dolar dan mencari tempat yang lebih aman untuk menanamkan uang mereka.

Hanya saja kepercayaan investor sangat beragam dan bisa berbeda-beda terhadap AS. Contohnya saja bagi Rusia memiliki kepercayaan yang relatif negatif mengingat negara tersebut terkena sanksi ekonomi yang diinisiasi oleh AS.

Jadi, besar kemungkinan Rusia akan menghindari investasi ke negara Paman Sam tersebut. Namun, bagi negara lain yang tidak memiliki masalah dengan AS dan melihat potensi perkembangan ekonomi AS relatif akan berinvestasi di negara tersebut.

Hanya saja kepercayaan tersebut dapat berubah-ubah. Seperti masalah mortgage subprime yang membuat masalah perbankan gagal melakukan pembayaran.

Hal ini mengakibatkan persepsi investor akan dolar berkurang dan nilai mata uangya menurun. Namun, seiring perkembangan ekonomi yang membaik membuat kepercayaan investor pulih dan nilai dolar meningkat pula.

Pertumbuhan Ekonomi AS yang Positif

Salah satu alasan mengapa dolar menguat dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang baik di AS. Jika ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari negara-negara lain, hal ini dapat membuat dolar menjadi lebih menarik bagi investor.

Selain itu, jika ekonomi AS terus tumbuh dengan baik dan negara-negara lain mengalami kesulitan, hal ini dapat memperkuat posisi dolar sebagai mata uang cadangan global.

Hal ini sangatlah berkaitan dengan kepercayaan investor. Karena negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik lebih diminati karena peluang untuk memperoleh untung sangat tinggi.

Para trader dan investor sangat memperhatikan hal ini jika ingin berinvestasi pada di suatu negara.

Melihat pertumbuhan ekonomi tidaklah sulit. Salah satu cara paling mudah untuk mengetahuinya adalah dari Produk Nasional Bruto (PNB) dan Produk Domestik Bruto (PDB).

Semakin tinggi PNB dan PDB akan semakin baik bagi sebuah negara. Karena kesejahteraan masyarakatnya lebih terjamin dan membuat investor lebih tertarik.

Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi

Alasan lain mengapa dolar menguat juga bisa dilihat dari perbedaan dalam pertumbuhan ekonomi antara Amerika Serikat dan negara lain.

Jika ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari negara-negara lain, hal ini dapat membuat dolar menjadi lebih menarik bagi investor, dan secara otomatis nilai dolarnya pun meningkat, dikutip dari Forbes.

Selain itu, ketika ekonomi AS meningkat sedangkan negara lain justru menurun maka posisi AS akan lebih tinggi. Besar kemungkinan permintaan akan dolar meningkat karena negara-negara akan berusaha mengumpulkan dolar sebagai cadangannya.

Kondisi Keuangan Global

Kondisi keuangan global juga dapat memengaruhi nilai dolar. Jika terjadi ketidakpastian atau krisis di pasar keuangan global, investor mungkin cenderung mencari aset yang lebih aman, seperti dolar ataupun aset lainnya.

Hal ini dapat memperkuat dolar dan membuatnya lebih menarik bagi investor. Selain itu, hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan negara-negara lain juga dapat memengaruhi nilai dolar tersebut.

Jika AS mengimpor lebih banyak barang dari negara lain daripada mengekspor, hal ini dapat menyebabkan defisit perdagangan.

Dalam situasi ini, dolar dapat melemah karena ada lebih banyak dolar yang harus dibeli untuk membayar impor daripada yang dapat dijual untuk mengekspor.

Oleh karena itu, setiap negara berusaha membuat neraca perdagangannya positif atau setidaknya setara. Oleh karena itu, negara yang memiliki sumberdaya unik akan memiliki ekspor lebih tinggi.

Sedangkan negara dengan minim sumber daya akan lebih memilih impor untuk memenuhi produk yang mereka butuhkan.

Tapi, Amerika Serikat pada umumnya tidak hanya kurang terpengaruh oleh kondisi keuangan global bahkan negara inilah yang memberikan pengaruh terhadap global.

Perbedaan Suku Bunga dengan Negara Lain

Perbedaan suku bunga antara AS dengan negara lain juga dapat memengaruhi nilai dolar. Jika suku bunga AS lebih tinggi daripada negara lain, maka hal ini dapat membuat dolar lebih menarik bagi investor.

Karena mereka dapat memperoleh hasil yang lebih tinggi dengan menanamkan uang mereka di AS. Sebaliknya, jika suku bunga AS lebih rendah daripada negara lain, maka hal ini dapat melemahkan nilai dolar.

Kondisi Politik AS

Kondisi politik di AS dapat memengaruhi nilai dolar. Jika kondisi politik stabil dan konsisten, maka hal ini dapat memberikan kepercayaan pada investor dan memperkuat nilai dolar.

Sebaliknya, jika terjadi ketidakstabilan politik, maka hal ini dapat melemahkan nilai dolar. Karena ketidakpastian kondisi politik akan membuat investor menarik dananya dan memilih mengirimkan uangnya ke negara dengan kondisi politik yang stabil.

Pengaruh politik AS sangat tinggi. Contohnya saja ketika pemilihan presiden Hillary Clinton dengan Donald Trump dahulu.

Pada awal perdagangan dolar AS menguat karena pasar percaya bahwa kandidat presiden dari Partai Demokrat yaitu Hillary Clinton akan menang. Penguatan dolar AS tersebut menekan mata uang lain.

Namun ternyata, di tengah perdagangan dolar AS justru tertekan karena perhitungan suara sementara memperlihatkan bahwa kandidat dari partai Republik yaitu Donald Trump melaju di atas Hillary.

Sampai dengan akhir perdagangan, ternyata Donald Trump benar memenangkan pemilihan presiden di AS.

Dampak Penguatan Dolar Terhadap Ekonomi Global

Penguatan dolar dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap ekonomi global. Salah satu dampak utama adalah bahwa negara-negara yang memiliki utang dalam dolar mungkin mengalami kesulitan dalam membayar utang mereka.

Namun, masih banyak lagi dampak yang muncul dari menguatnya dolar, seperti:

Meningkatnya Beban Utang Negara Lain

Penguatan dolar dapat membuat negara lain yang memiliki utang dalam dolar mengalami kesulitan dalam membayar utang mereka.

Hal ini terjadi karena mereka harus membayar lebih banyak dalam mata uang lokal mereka untuk membayar utang yang dinyatakan dalam dolar.

Ini dapat mengakibatkan meningkatnya beban utang dan mengurangi kemampuan mereka untuk membiayai pengeluaran pemerintah, seperti investasi dalam pembangunan infrastruktur atau layanan publik.

Penurunan Daya Saing Ekspor

Penguatan dolar juga dapat memperburuk neraca perdagangan negara-negara yang bergantung pada ekspor.

Jika dolar menjadi lebih kuat, harga ekspor negara-negara ini dapat menjadi lebih mahal, sehingga menurunkan daya saing mereka di pasar internasional.

Hal ini dapat mengurangi pendapatan dari ekspor dan mengakibatkan penurunan pertumbuhan ekonomi di negara-negara tersebut.

Menurunnya Nilai Investasi Asing

Penguatan dolar juga dapat membuat investasi asing menjadi kurang menarik bagi investor, terutama jika nilai mata uang negara investor melemah terhadap dolar.

Hal ini dapat mengurangi jumlah investasi asing yang masuk ke negara tersebut, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menyebabkan kekurangan modal bagi sektor bisnis.

Pengurangan Permintaan Terhadap Barang Impor Penguatan dolar dapat membuat harga barang impor menjadi lebih murah bagi konsumen di AS.

Ini dapat menyebabkan pengurangan permintaan terhadap barang impor dari negara lain, yang dapat mengurangi pendapatan ekspor negara-negara tersebut dan mengakibatkan penurunan pertumbuhan ekonomi mereka.

Memperkuat Stabilitas Keuangan Global

Meskipun penguatan dolar dapat memiliki dampak negatif pada beberapa negara, hal ini dapat membantu menjaga stabilitas keuangan global.

Ini terjadi karena dolar digunakan sebagai mata uang cadangan dunia dan digunakan dalam perdagangan internasional. Jika nilai dolar stabil dan kuat, maka hal ini dapat memberikan kepercayaan pada investor dan memperkuat stabilitas keuangan global.

Hal ini terjadi karena mereka harus membayar lebih banyak dalam mata uang lokal mereka untuk membayar utang yang dinyatakan dalam dolar.

Selain itu, penguatan dolar juga dapat memperburuk neraca perdagangan negara-negara yang bergantung pada ekspor.

Jika dolar menjadi lebih kuat, harga ekspor negara-negara ini dapat menjadi lebih mahal, sehingga menurunkan daya saing mereka di pasar internasional.

Namun, penguatan dolar juga dapat memiliki beberapa efek positif. Jika negara-negara lain mengalami kesulitan ekonomi, penguatan dolar dapat membantu menjaga stabilitas keuangan global.

Selain itu, penguatan dolar juga dapat membuat impor menjadi lebih murah bagi AS, sehingga mengurangi biaya bagi konsumen.

Oleh karena itu, penting bagi negara-negara untuk memiliki strategi yang tepat dalam menghadapi penguatan dolar. Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain adalah:

Diversifikasi Mata Uang

Negara-negara dapat mencoba untuk diversifikasi mata uang yang mereka gunakan dalam perdagangan internasional dan keuangan. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko akibat fluktuasi dan menjaga stabilitas negara.

Namun, melakukan hal ini tidaklah mudah. Karena lebih baik menggunakan mata uang yang mudah diterima masyarakat di dalam negaranya. Walaupun demikian, cara ini sangatlah baik dan membantu sebuah negara bertahan dari hegemoni dolar.

Mengadopsi Kebijakan Moneter yang Tepat

Negara-negara dapat mengadopsi kebijakan moneter yang tepat untuk menangani fluktuasi nilai tukar dan menjaga stabilitas keuangan negara.

Hal ini dapat dilakukan dengan menyesuaikan suku bunga, memperkuat cadangan devisa, atau memperkuat kebijakan fiskal.

Meningkatkan Daya Saing Ekspor

Negara-negara dapat meningkatkan daya saing ekspor mereka dengan memperbaiki kualitas produk dan menekan biaya produksi. Hal ini dapat membantu mempertahankan pendapatan ekspor mereka meskipun nilai tukar dolar menguat.

Karena ekspor yang meningkat akan membuat negara memiliki cadangan devisa lebih besar. Terutama jika neraca perdagangan positif. Hal ini akan membuat posisi suatu negara lebih baik.

Membangun Cadangan Devisa yang Cukup

Negara-negara dapat membangun cadangan devisa yang cukup untuk menghadapi fluktuasi nilai tukar dan mempertahankan stabilitas keuangan negara.

Hal ini dapat membantu mengurangi risiko yang terkait dengan fluktuasi nilai tukar dan menjaga stabilitas keuangan negara. Cadangan devisa ini bisa berbentuk dolar ataupun emas. Karena kedua aset tersebut merupakan yang paling banyak diterima di dunia.

Akhirnya, penguatan dolar AS dapat memiliki dampak yang kompleks dan beragam bagi ekonomi global.

Meskipun ada dampak negatif pada beberapa negara, penguatan dolar juga dapat membantu menjaga stabilitas keuangan global dan mengurangi biaya impor bagi konsumen di AS.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pengamatan yang cermat terhadap dampak penguatan dolar pada ekonomi global agar dapat memahami implikasinya secara menyeluruh.

Hal ini akan menguntungkan bagi banyak pihak terutama trader dan investor. Karena informasi tersebut akan memudahkan mereka membuat keputusan investasi yang lebih baik.

Kesimpulan

Mengapa Dolar menguat tentu menjadi hal yang penting diketahui. Terdapat banyak hal atau faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Contohnya saja, seperti kebijakan moneter AS, kepercayaan investor, perbedaan pertumbuhan ekonomi, dan kondisi keuangan global juga dapat memengaruhi nilai dolar.

Meskipun penguatan dolar dapat memiliki dampak negatif pada ekonomi global, hal ini juga dapat membantu menjaga stabilitas keuangan dan mengurangi biaya impor bagi AS.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pengamatan yang cermat terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi nilai dolar agar dapat memahami dampaknya pada ekonomi global secara menyeluruh.

Namun, memahami hal ini akan memberikan keuntungan tersendiri bagi trader maupun investor, khususnya investor kripto. Karena, hingga saat ini harga kripto seperti BTC, Ethereum dan lainnya sangat dipengaruhi oleh kebijakan The Fed dan dolar itu sendiri. [az]

Didukung Oleh Investing.com
spot_img

Terkini

Warta Korporat

Terkait