Mungkin Agak Lebay, Harga Bitcoin Diprediksi Bisa Menjadi US$1 Juta

Ark Invest, perusahaan ventura asal AS memrediksi bahwa harga Bitcoin bisa menjadi US$1 juta per BTC. Mungkin agak lebay, tetapi tetap layak disimak.

Perusahaan yang terkenal sebagai salah satu produk exchange-traded paling menguntungkan di pasar modal AS pada tahun 2021 itu, memberikan prediksi bagi industri aset kripto, terutama Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

Analisa Ark menyarankan mayoritas investor Bitcoin telah matang dan menyimpan aset untuk mengincar keuntungan jangka panjang dibanding spekulasi jangka pendek.

Harga Bitcoin Bisa Jadi US$1 Juta pada Tahun 2030

Analisa dalam laporan tersebut memakai data on-chain seperti Long Term Holder Base dan Aggregated Cost Basis. Ark berpendapat BTC dapat mencapai nilai US$1 juta di tahun 2030.

Kedua alat ukur tersebut berada pada nilai rekor tertinggi. Data Long Term Holder Base menjadi landasan pernyataan Ark soal pasar Bitcoin yang berubah dari spekulasi menjadi investasi jangka panjang. Hal inilah yang disebut dengan pematangan pasar Bitcoin.

Selain data on-chain Bitcoin, Ark juga mempertimbangkan data pasar Bitcoin seperti Transfer Value Metric berdasarkan nilai absolut dan penyesuaian harga.

Pembaruan teknologi seperti Taproot dan Lightning Network dapat membantu Bitcoin mencapai skala besar. ARK menambahkan, kepemilikan BTC oleh institusi keuangan juga akan bertambah luas.

“Kapitalisasi pasar Bitcoin mewakili sebagian kecil aset global dan berpeluang tinggi bertambah besar seiring adopsi oleh negara sebagai mata uang sah,” jelas analis ARK, Yassine Elmandjra.

Laporan Ark menyatakan, Bitcoin telah menguasai pangsa pasar sebagai jaringan penyelesaian transaksi final.

Volume transaksi BTC mengalami peningkatan 120 persen pada tahun 2021 dan mencapai total US$12 trilyun. Seiring adopsi kripto bertambah, pengguna mulai memakai aset kripto untuk remitansi dan juga transfer reguler.

Beragam aset kripto membantu pengguna mentransfer uang dalam jumlah besar antar negara dengan biaya sangat rendah dibanding transfer bank tradisional yang mahal dan lambat.

Bagi Ethereum, aset kripto kedua terbesar, Ark memperkirakan kapitalisasi pasar ETH akan meroket dengan pengembangan keuangan desentralistik yang mencapai skala besar lebih cepat dibanding solusi perbankan tradisional.

Selain itu, decentralized autonomous organization (DAO) bisa menjadi standar peraturan dan koordinasi baru dengan bantuan landasan ekonomi. Ark juga mengungkit solusi Layer 2 telah menjadi alternatif populer bagi transaksi mainnet terutama setelah biaya transaksi Ethereum membengkak tinggi. [u.today/ed]

Terkini

Warta Korporat

Terkait