Oscar Darmawan: Bitcoin Naik Karena Investor Semakin Percaya

797

Bagi CEO Indodax, Oscar Darmawan, keperkasaan Bitcoin dalam 3 bulan terakhir, yang mencapai 117 persen (US$3.631-US$7.886) adalah sebuah kewajaran, sebab Bitcoin selama setahun terakhir sudah mengalami kejenuhan penjualan dan investor semakin percaya terhadap konsep Bitcoin.

“Harganya tentu tidak bisa lebih turun lagi, karena habisnya jumlah para penjual. Pun secara umum kenaikan Bitcoin terjadi berkat adanya kesadaran besar-besaran terhadap konsep Bitcoin dan aset kripto. Itulah yang memungkinkan tercipta momentum kenaikan harga, yang kemudian disambut secara positif oleh pasar. Hal lainnya, secara khusus, karena pada tahun depan ada Reward Halving pada Bitcoin. Hal itu berarti supply Bitcoin per hari akan makin sedikit, yakni dari 1800 BTC menjadi hanya 900 BTC per hari,” katanya hari ini kepada Blockchainmedia.

Penyebab lainnya, kata Oscar, karena pada dasarnya hampir sebagian besar holder besar Bitcoin cenderung membeli dalam jumlah yang stagnan setiap bulannya, lalu adanya kepercayaan pada konsep dari Bitcoin itu sendiri.

“Ke depan saya yakin uang yang masuk ke ekosistem Bitcoin semakin besar. Contohnya, yang dilakukan oleh CEO Twitter yang rutin membeli Bitcoin setiap minggu. Hal lainnya, di satu sisi supply Bitcoin yang terbatas dan di sisi lain tekanan jual semakin berkurang,” jelasnya.

Oscar pun menyoroti fenomena trader baru yang baru masuk pada pertengahan tahun lalu. Katanya, mereka membeli Bitcoin di harga tinggi dan sudah tidak menyimpannya lagi, karena menjualnya terlalu cepat.

“Jadi, ada perpindahan Bitcoin dari hot hand trader ke cold hand trader secara signifikan. Namun demikian, saya harapkan trader selalu menetapkan sasaran jual yang diharapkan secara obyektif. Jangan sekadar ikut-ikutan, karena kita harus menyadari masa Reward Halving itu masih pada pertengahan tahun depan. Dan dampak dari halving sendiri baru benar-benar terasa pada tahun 2021 nanti,” pungkasnya. [vins]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini