Pantera: Harga Bitcoin Bisa Tembus US$100 Ribu per BTC

1844

Pantera Capital, perusahaan investasi di bidang blockchain-aset kripto asal AS memprediksi bahwa harga Bitcoin bisa tembus US$100 ribu per BTC. Kok bisa?


Dan Morehead Pendiri Pantera memprediksi Bitcoin bisa mencapai US$115 ribu pada Agustus 2021, berdasarkan model stock-to-flow.

Morehead yakin itu bisa terjadi kendati harga Bitcoin saat ini masih terlampau jauh mencapai level itu. Jikalau Raja Aset Kripto bisa mencapai lebih dari US$100 ribu (Rp1,4 miliar dengan kurs saat ini-Red), maka kenaikannya mencapai 10 kali lipat dalam kurun waktu satu tahun. Morehead sendiri memiliki prediksi pribadi yang lebih konservatif.

“Tanggapan umum saya adalah Bitcoin telah bertumbuh 209 persen per tahun selama 9 tahun. Saya pikir ia akan terus naik selama beberapa tahun ke depan, sehingga mencapai US$100 ribu. Mungkin butuh dua tahun, tapi saya pikir itu akan terjadi,” jelas Morehead.

Jika Bitcoin terus bertumbuh pada laju 209 persen per tahun, maka harganya akan mencapai US$100 ribu dalam 1,92 tahun. Agar mencapai US$115 ribu dalam satu tahun, maka pertumbuhannya harus sebesar 900 persen per tahun.

Morehead juga menegaskan ia lelah menanggapi pihak-pihak yang ragu soal keunggulan Bitcoin.

Ia selalu berpendapat Bitcoin sendiri adalah aplikasi pamungkasnya, di mana kegunaan utamanya adalah alat simpan nilai.

BERITA TERKAIT  Bitcoin Cs: Jaringan Sentralistik versus Desentralistik

Bitcoin juga lebih bagus sebagai alat simpan nilai dibandingkan emas yang memiliki kapitalisasi pasar US$9 triliun.

Apa itu Stock-to-Flow?
Mekanisme Halving dan data historis itu, mendorong banyak pihak membuat model khusus guna menggambarkan kenaikan harga Bitcoin selanjutnya. Salah satunya yang sangat terkenal adalah Stock-to-Flow (StF) oleh “PlanB”. Ditulis pada Maret 2019, jabaran lengkapnya bisa dibaca di sini.

Model Stock-to-Flow (StF) terhadap Bitcoin oleh “PlanB”, divisualkan oleh Digitalik.

Sebagai sebuah model, StF sebenarnya lazim digunakan pada produk komoditi, seperti emas dan minyak yang stock-nya langka, mirip dengan karakter Bitcoin.

Semakin langka jumlahnya, maka ia dianggap bernilai. Dalam konteks sistem Bitcoin, ia memiliki keunggulan dan nilai, karena bisa ditransfer ke manapun secara cepat dan murah melalui Internet dibandingkan layanan perbankan.

Menghitung StF juga relatif sederhana. Cukup dengan membagi total komoditi yang sekarang beredar dengan banyaknya komoditi yang diproduksi dalam satu tahun.

BERITA TERKAIT  Maling...! Rp44 Miliar Bitcoin pun Raib

Emas misalnya, hanya diproduksi sekitar 3000 metrics ton per tahun. Jumlah emas tersedia saat ini sekitar 185.000 metrics ton. Jadi, skor StF emas adalah 185.000/3.000 = ~62. Semakin tinggi skor-nya, maka ia semakin langka dan dianggap bernilai. Harga emas sendiri, seperti kita ketahui, naik setiap tahun. [cointelegraph.com/ed]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO