Penambang Bitcoin Raksasa Ini Jual 3 Ribu BTC Hanya dalam Sepekan Terakhir

Penambang Bitcoin (BTC) raksasa di Kanada, Bitfarms, terpaksa menjual hampir 50 persen cadangan BTC mereka, setara 3 ribu BTC selama sepekan terakhir, dampak lesunya pasar kripto yang parah. Sebelumnya, penambang di AS melakukan hal serupa dengan penjualan sebanyak 4.411 BTC sepanjang Mei 2022.

Hal itu disampaikan oleh perusahaan yang bermarkas di Argentina itu pada 21 Juni 2022 lalu.

Menurut Bitfarms, pihaknya harus melakukan penyesuaian strategi yang semula adalah “hodl” menjadi “short” guna meningkatkan likuiditas keuangan perusahaan.

Bitfarms memastikan, telah menjual total 3.000 Bitcoin (BTC) selama seminggu terakhir dengan harga sekitar US$63 juta untuk meningkatkan likuiditas perusahaan hampir US$100 juta.

“Dengan cara ini, cadangan Bitcoin perusahaan berkurang dari sekitar 6.349 BTC menjadi total 3.349 BTC. Melalui penjualan ini, perusahaan memiliki cadangan BTC yang jauh lebih rendah daripada di awal tahun, yaitu 4.300 BTC,” kata Jeff Lucas Bitfarms CFO Bitfarms dalam keterangan persnya.

Penambang Bitcoin Mengakui Kewalahan Hadapi Pasar

Bitfarms menghasilkan rata-rata 14 BTC per hari, memperoleh hampir 1.260 BTC setiap tiga bulan. Oleh karena itu, mereka dapat menjual dengan rugi, mengingat perusahaan membeli 1.000 BTC seharga US$43,2 juta pada awal Januari 2022. Jumlah Bitcoin yang sama ini dapat dibeli sekarang dengan harga kurang dari setengah atau mendekati US$20,6 juta.

Namun Lucas mengatakan, karena volatilitas pasar kripto dan sudah menguap US$2 triliun sejak November 2021, perusahaan harus menjual BTC mereka, di antara faktor-faktor lain, untuk mengurangi utangnya kepada Galaxy Digital LLC (Galaxy) dari US$66 juta menjadi US$38 juta.

“Mengingat pasar yang sangat bergejolak, kami terus mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan likuiditas dan untuk mengurangi dan memperkuat neraca kami. Secara khusus, kami telah menjual 1.500 lebih banyak Bitcoin dan tidak lagi menyimpan seluruh produksi BTC harian kami,” imbuh Lucas.

Kendati menjual BTC dengan jumlah yang tak sedikit, itu tidak berarti mereka bersikap bearish terhadap kripto itu. Perusahaan justru sebaliknya, memandang BTC akan tetap kuat dalam jangka panjang. Hanya saja aksi jual harus dilakukan demi kesehatan keuangan dan agar dapat terus beroperasi.

Bitfarms memiliki 7 mining farm raksasa di Quebec (Kanada), Washington (AS) dan Paraguay. Sekitar 99 persen ditenagai dengan energi hidroelektrik.

Penambang BTC di AS Jual 4.411 BTC

Langkah serupa dilakukan oleh penambang BTC di Amerika Serikat beberapa hari lalu. Sepanjang Mei 2022 saja, beberapa perusahaan penambang telah menjual 4.411 BTC. Angka total itu lebih besar 4 kali lipat dibandingkan penjualan Januari-April 2022 secara rata-rata.

Rekt! Penambang Bitcoin Menjual 80 Ribu BTC, Terbanyak Sepanjang Masa

Sebagai catatan, penambangan BTC asal AS adalah yang terbesar saat ini sedunia (mendominasi 37,84 persen), sedangkan Kanada hanya 6,4 persen, berdasarkan data dari Cambridge. [ps]

Terkini

Warta Korporat

Terkait