Perkembangan Bitcoin sangat dahsyat. Itu diakui Wisnu Uriawan, dosen asal Indonesia, seorang peneliti blockchain di LIRIS, Perancis. Menurutnya, teknologi blockchain memungkinkan menyempurnakan teknologi yang ada sekarang.

3 Maret 2020 lalu kami menurunkan kabar tentang Wisnu Uriawan, dosen UIN Sunan Gunung Djati, Bandung yang meneliti mengenai terapan teknologi blockchain di pusat penelitian elit, LIRIS di Perancis.

Wisnu Uriawan pun tercatat sebagai peneliti dan akademisi asal Indonesia pertama yang mendapatkan capaian istimewa itu.

Salah satu penelitian Uriawan adalah soal potensi penggunaan teknologi blockchain di sektor peer-to-peer lending atau lazim dikenal di Indonesia sebagai layanan pinjaman online. Berikut wawancara eksklusif kami kemarin malam, melalui Linkedin.

LIRIS, oleh media lokal disebut sebagai lembaga penelitian rahasia. Apakah benar?
LIRIS merupakan bagian dari CNRS (pusat penelitian Perancis) milik pemerintah. LIRIS fokus pada bidang informatika, sains dan teknologi informasi. LIRIS sendiri membawahi 14 laboratorium terpadu, salah satunya masuk ke dalam Les zones à régime restrictif (ZRR) alias “zona terlarang dan sangat rahasia”.

Pun LIRIS bisa disebut elit, karena terkait dengan keamanan data negara dan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah Prancis. Dengan cara itu banyak kelebihannya, agar Pemerintah Perancis jadi lebih fokus dalam mengelola penelitian nasionalnya.

Mengapa Anda meneliti soal penerapan blockchain di bisnis pinjaman online?
Itu pertanyaan menarik. Seperti yang kita ketahui untuk mendapatkan pinjaman tidaklah mudah, karena banyak syarat dan ketentuan. Pinjaman online memungkinkan seseorang mendapatkan pinjaman dengan cara yang mudah tanpa berbelit-belit dengan banyak dokumen persyaratan dan memerlukan waktu yang lama.

Pinjaman online ini bertujuan untuk memutus mata rantai proses pinjaman manjadi lebih singkat. Blockchain memungkinkan melakukan hal tersebut.

Secara umum, apakah Anda melihat bahwa blockchain benar-benar membawa nafas baru bagi masa depan bisnis global?
Secara prinsip ya, tapi tentunya masih dalam proses penelitian yang panjang dan terus melihat potensi-potensi termasuk kelemahannya juga.

BERITA TERKAIT  Bitcoin Diramalkan Menguat Lagi, Berapa?

Secara teoritik dan mungkin praktis, seefisien apakah blockchain ini berbanding dengan teknologi yang ada sekarang?
Blockchain merupakan teknologi desentralistik yang mendistribusikan beban kepada seluruh member, anonymous, memiliki ledger (pencatatan transaksi), akan lebih aman. Tentunya tidak serta-merta menggantikan, tapi lebih menyempurnakan kelemahan-kelemahan teknologi yang ada saat ini.

Selain di sektor keuangan itu, apa saja potensi besar teknologi blockhain di bidang lain?
Malah, sebelum di sektor keuangan, blockchain sudah banyak dimanfaatkan dalam sektor energi (beberapa perusahan listrik menerapkan dalam smartgrid), supply chain goods material dan trading company.

Secara spesifik bagaimana blockchain diterapkan di bidang keamanan data digital, mengingat data yang disimpan di blockchain bersifat kekal (permanent)?
Data akan tersimpan dalam rangkaian block melalui smart contract. Ilustrasi sederhananya seperti gerbong kereta api yang saling terkait satu dengan lainnya. Penumpang di dalamnya akan terlindung dengan baik dan setiap transaksi akan tercatat dan lifetime.

Apa pendapat Anda tentang Bitcoin sebagai aset bernilai, yang merupakan satu terapan ternama dari teknologi blockchain?
Saya harus akui perkembangan Bitcoin sangat dahsyat. Namun permasalahan ke depan bukan di teknologinya, melainkan dari sisi regulasi.

Secara teknologi sudah berjalan pesat hingga saat ini. Namun beberapa kebijakan penerapan sebagai cryptocurrency masih belum final apakah akan menggantikan mata uang fisik.

Secara teknologi Bitcoin disokong oleh blockchain dengan model permissionless blockchain. Jadi, siapa pun dapat berpartisipasi tanpa identitas khusus dalam proses verifikasi block, untuk menciptakan konsensus dan juga membuat smart contract.

Sejumlah bank sentral, Tiongkok, Jepang, Kamboja, Inggris, Amerika Serikat dan lainnya berlomba membuat uang digitalnya. Beberapa di antaranya mempertimbangkan blockchain sebagai teknologi asasnya. Apa pendapat Anda?
Secara umum bentuk uang digital saat ini terbagi dua, yang berbasis blockchain Bitcoin dan Ethereum. Karakter Bitcoin lebih tertutup, sedangkan Ethereum lebih terbuka. Maka, menurut saya Ethereum berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi mata uang digital oleh bank sentral. [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO