Untuk kesekian kalinya, Robert T Kiyosaki, penulis buku terkenal Rich Dad Poor Dad menyarankan kita untuk memiliki dan menyimpan Bitcoin, utamanya di kala krisis. Ada apa? Apakah ini panggung sandiwara baru?

OLEH: Vinsensius Sitepu
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id

“Mengapa banyak orang menjadi miskin? Alasannya adalah karena dolar AS bukanlah store of value (penyimpan/pelindung nilai). Milikilah emas, perak dan Bitcoin, karena itu adalah store of value, unit of account dan exchangeable. Yang menyimpan dolar adalah pecundang,” katanya melalui Twitter, Senin (4 Mei 2020).

Kiyosaki pada prinsipnya sedang menggambarkan definisi uang yang ada di benak umum, yakni store of value (penyimpan nilai), medium of exchange (medium pertukaran/alat bayar/alat beli) dan unit of account (satuan hitung nilai/biaya barang dan jasa).

Baginya dolar AS tidak termasuk pada tiga definisi itu, melainkan emas, perak dan Bitcoin. Di satu sisi ini ada benarnya juga, karena uang yang diterbitkan oleh negara alias fiat money nilainya cenderung tereduksi dalam jangka panjang. Ini berbeda dengan emas, aset baik, The God’s Money, yang dibela terus oleh Kiyosaki sejak dulu.

Sebelumnya pada 13 April 2020, hal senada juga ia sampaikan melalui Twitter:

BERITA TERKAIT  MicroStrategy Borong Bitcoin Lagi, Rp215 Milyar!

“Apakah bank sentral AS (The Fed) bangkrut? Tidak, karena rancangan undang-undang penyelematan ekonomi oleh Kongres AS senilai US$425 miliar untuk The Fed. Bank Sentral itu sudah menggelontorkan uang ke ekonomi AS sejak 2008. Lantas siapa yang membayarnya. Kini kita tahu. Ya, kita. Lalu, mengapa Bank Sentral dan Departemen Keuangan menyembunyikan ini dari kita? Beli lebih banyak lagi emas, perak dan Bitcoin,” katanya.

Sekali ini ini menegaskan bahwa inflasi akibat jumlah uang dan utang yang semakin membesar, membuat dolar sebenarnya kehilangan nilainya.

Pada 15 April 2020 ia melanjutkan omongannya soal Bitcoin. Dia bilang begini: “Krisis karena COVID-19 sangatlah baik untuk Bitcoin, emas dan perak. Bank Sentral mencetak mencetak US$10 triliun dolar AS palsu untuk menghemat. Ketika bear akan dimulai, maka emas, Bitcoin dan perak akan bergerak naik. Ini adalah investasi terbaik hari ini. Jangan dilewatkan!”

Sebelumnya lagi, Kiyosaki “membela keunggulan Bitcoin”. Pada Januari 2018 dia diwawancari oleh media berpengaruh di AS, Kitco News. Wawancara kedua, Agustus 2018, dia malah mengatakan, bahwa emas dan Bitcoin bisa menggantikan peran dolar AS dan aset kripto yang lainnya.

Tentu juga tak dapat disangkal ia pernah pada tahun 2018, ia memprediksi krisis ekonomi pada tahun 2020. Dan ini terjadi.

Namun di Kanal Youtube-nya sendiri, “The Rich Dad Channel” pada 24 Januari 2018, dia malah menekankan Bitcoin sebagai “joke” dan pasar modal akan terus menguat. Ini menarik, sehingga meninggalkan pertanyaan penting ini: apakah Kiyosaki sedang memainkan sandiwara lama di panggung yang baru dengan memasukkan aspek Bitcoin sebagai aset yang baik setara dengan emas dan perak?

BERITA TERKAIT  Venezuela Sita 76 Alat Tambang Bitcoin

Pernyataan kontradiktif di channel itu dikomentari panas oleh warga net, baik di Twitter-nya ataupun di kanal Youtube-nya.

Apakah sebagai pebisnis ulung, Kiyosaki benar-besar sudah “move on” dari “pembenci Bitcoin sebagai joke” atau sekadar memainkan panggung sandiwara baru?

Saya sudah baca buku sakti lawas itu ketika masuk kuliah: Rich Dad poor Dad, tapi belum dengan buku terbarunya “Fake Money”, yang konon katanya jauh lebih menarik daripada buku-buku karya Kiyosaki lainnya. [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO