Rumor Tak Sedap, Binance Disebut Diperiksa CFTC di AS

Rumor tak sedap menerjang bursa aset kripto terbesar di dunia, Binance. Layanaan perusahaan yang bisa diakses di Amerika Serikat dan memiliki perwakilan di Singapura itu, disebut-sebut sedang diperiksa oleh Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) di AS.

Rumor itu kali pertama diberitakan oleh media massa ternama, Bloomberg belum lama ini, berdasarkan informasi sumber anonim. Sumber itu disebut-sebut mengetahui secara dekat soal Binance yang diperiksa oleh CFTC.

“CFTC sedang berusaha untuk menentukan apakah Binance, yang tidak terdaftar di di komisi itu, memungkinkan warga AS untuk membeli dan menjual produk aset kripto berjenis derivatif,” sebut sumber itu kepada Bloomberg.

Bloomberg menafsirkan hal itu adalah tanda bahwa regulator bisa saja mengggalkan ambisi bursa itu untuk bisa tumbuh besar di AS.

Menurut Bloomberg, CFTC memang memiliki otoritas memeriksa perusahaan mana saja yang terkait aset kripto sebagai komoditas.

“Itu bermakna setiap perusahaan akan menghadapi pengawasan yang lebih ketat lagi demi melindungi warga AS.

Sementara itu, Pendiri Binance Changpeng Zhao menolak berkomentar soal rumor itu.

“Kami akan terus meningkatkan kepatuhan kami. Kami juga akan bekerja sangat aktif dengan regulator di seluruh dunia untuk meningkatkan standar kepatuhan industri,” kata Zhao dalam satu acara di Clubhouse, belum lama ini.

Binance dalam pernyataan sebelumnya pada Kamis lalu, bahwa mereka memblokir warga AS untuk bisa mengakses situsnya dan menggunakan teknologi canggih untuk menganalisis setoran dan penarikan dana bagi transaksi ilegal. Binance menjalankan kewajiban sesuai peraturan yang ada, kata perusahaan itu. [red]

Terkini

Warta Korporat

Terkait