Setelah lebih dari sepekan harga Bitcoin mengalami koreksi cukup dalam, sentimen pasar masih positif. Berikut skenario menuju US$70 ribu per BTC (Rp1 milyar).

Bitcoin saat ini sekitar minus 6,34 persen dari rekor tertingginya, US$61.712 (13 Maret 2021).

Sejak 19 Maret 2021, koreksinya terkonfirmasi, ketika masuk area US$57.600-an.

Ketika artikel ini disusun, harga Bitcoin berkisaran US$57.700 per BTC. Harga itu jauh lebih tinggi daripada 25 Maret 2021 (US$50.300).

Artinya permintaan mulai meningkat, kendati indikator Squeeze Momentum masih menandakan penurunan lebih lanjut di time frame harian.

Akun Crypto Legend Indonesia di Tradingview, 27 Maret 2021 lalu mengungkapkan sejumlah skenario bullish BTC menuju US$70 ribu.

BERITA TERKAIT  Bitcoin Mendekati Level Psikologis, US$30 Ribu

“Proyeksi ini juga berdasarkan kesamaan pola gerak Januari-Februari 2021 lalu. Sudah terbentuknya pola falling wedge, setelah symmetrical triangle gagal berlanjut. Pada Januari, terbentuk pola AB=CD sederhana. Setelah harga Bitcoin naik sebesar garis panah putih, dia membentuk falling wedge , lalu setelah breakout, naik lagi sebesar panah putih tersebut,” sebut Crypto Legend Indonesia yang diasuh oleh trader asal Bandung, Muhammad Kurnia Bijaksana.

Menurutnya, jika pola kali ini sama dengan Januari 2021, maka Bitcoin akan menuju zona US$67-70 ribu.

Confluence lainnya adalah sekarang Bitcoin sedang memantul dari 50 EMA. Ini mirip seperti yang terjadi di Januari sebelum breakout dari falling wedge,” sebutnya.

BERITA TERKAIT  IC3: Blockchain Tak Cocok untuk Pemilu Daring

Di atas grafik, Cypto Legend Indonesia memproyeksikan Bitcoin masuk wilayah US$70 ribu pada 13 April 2021. [red]

Protected with blockchain timestamps

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO