Sui Makin Gahar, Chainalysis Bawa Monitoring Real-Time ke Jaringan

Perusahaan analitik blockchain, Chainalysis, telah resmi menghadirkan sistem monitoring transaksi secara real-time di jaringan Sui pada Kamis (26/3/2026).

Langkah ini memungkinkan pemantauan aktivitas on-chain secara langsung, termasuk deteksi transaksi mencurigakan dan pelacakan aliran dana, di tengah pesatnya pertumbuhan ekosistem Sui dalam beberapa waktu terakhir.

Integrasi tersebut dilakukan melalui solusi Know Your Transaction (KYT) milik Chainalysis, yang menyediakan notifikasi otomatis serta pemantauan berkelanjutan terhadap aktivitas di jaringan.

Dengan teknologi ini, pengguna dapat mengidentifikasi alamat berisiko tinggi dan memahami pergerakan dana secara lebih transparan tanpa jeda waktu.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Chainalysis dalam pernyataannya menegaskan bahwa sistem ini dirancang untuk meningkatkan visibilitas dan respons terhadap aktivitas on-chain.

“Kami menghadirkan pemantauan real-time agar pengguna dapat mendeteksi risiko lebih cepat dan mengambil tindakan yang diperlukan,” demikian disampaikan dalam rilis resminya.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Hari Ini: AVAX, UNI, RSR, DASH, XLM Hadapi Level Kunci

Selain monitoring, dukungan Chainalysis terhadap Sui juga mencakup integrasi ke dalam tools investigasi mereka, yang memungkinkan analisis lebih mendalam terhadap aktivitas transaksi.

Melalui pendekatan ini, pengguna tidak hanya dapat memantau transaksi, tetapi juga melakukan penelusuran pola dan hubungan antar alamat secara lebih komprehensif.

Semua Token Langsung Terpantau, Tingkatkan Proteksi Jaringan

Salah satu pembaruan utama dalam integrasi ini adalah dukungan otomatis terhadap seluruh token fungible di jaringan Sui. Artinya, setiap token baru yang muncul dapat langsung dipantau tanpa perlu proses integrasi manual, sehingga potensi risiko dapat diidentifikasi sejak awal.

Fitur ini dinilai krusial mengingat pertumbuhan ekosistem Sui yang tergolong cepat, dengan banyaknya aset digital baru yang terus bermunculan.

Dengan sistem monitoring yang berjalan secara real-time dan otomatis, pengguna kini memiliki alat yang lebih kuat untuk memahami dinamika jaringan sekaligus mengantisipasi potensi ancaman.

BACA JUGA:  Arthur Hayes: The Fed Bisa Cetak Uang untuk Biayai Konflik AS–Iran

Pengembangan ini juga merupakan kelanjutan dari kolaborasi antara Chainalysis dan Sui Foundation yang telah berlangsung sejak sebelumnya. Kini, dengan peningkatan ke sistem yang lebih cepat dan luas cakupannya, Sui menunjukkan langkah signifikan dalam memperkuat infrastruktur keamanan di jaringannya.

Sui Masih Dalam Konsolidasi, Support Jadi Penentu Arah

Di sisi lain, dari perspektif pasar, pergerakan harga koin asli jaringan Sui, SUI, masih berada dalam fase konsolidasi. Berdasarkan analisis teknikal dari analis ChiefraT, harga koin tersebut saat ini bergerak dalam rentang yang cukup jelas setelah sebelumnya mengalami penolakan di area atas sekitar US$1,05.

analisis SUI 27 maret

Kondisi tersebut mencerminkan adanya tekanan jual setelah harga SUI gagal bertahan di level tertinggi, yang kemudian diikuti oleh penurunan menuju area tengah rentang pergerakan. Saat ini, harga disebut tengah mendekati zona support di kisaran US$0,88 hingga US$0,90.

BACA JUGA:  10 Proyek Kripto dengan Pengembangan Teraktif Bulan Ini

Apabila area support tersebut tidak mampu dipertahankan, maka potensi penurunan lebih dalam dapat terjadi hingga mendekati batas bawah rentang di sekitar US$0,78. Sebaliknya, jika level tersebut mampu menahan tekanan, maka peluang stabilisasi harga masih terbuka dalam jangka pendek.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait