ransomware

Universitas Ini Bayar Bitcoin Rp16 Miliar kepada Peretas Datanya

Universitas California mengakui telah membayar tebusan senilai US$1,14 juta (Rp16 miliar) kepada peretas demi bisa mengakses kembali datanya. Berdasarkan informasi yang diperoleh BBC, universitas membayar dalam bentuk Bitcoin sebanyak 116,4 BTC.

Astaga! Data Penting 3 Perusahaan Ini Terancam Bocor di Internet

Sejumlah data-data penting tiga perusahaan terancam bocor di Internet oleh kelompok peretas REvil. Belum ada kabar, apakah tiga perusahaan itu sudah membayar tebusan dalam bentuk Bitcoin (BTC).

Perusahaan Ini Diminta Bayar Pakai Bitcoin Setelah Kena Ransomware

Symbotic, perusahaan robotika asal Amerika Serikat diminta membayar tebusan pakai Bitcoin setelah terkena ransomware.

Universitas Ini Tolak Bayar Tebusan Bitcoin Rp4,2 Miliar Setelah Kena Ransomware

Universitas Negeri Michigan (MSU) di Amerika Serikat menolak membayar tebusan dalam Bitcoin (BTC) senilai US$300 ribu (Rp4,2 miliar), setelah sistem informasinya dijebol dan ditanamkan ransomware oleh peretas.

FBI: Penjahat Siber, Termasuk Bermodus Ransomware Bitcoin, Cukup Kreatif Manfaatkan COVID-19

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat, FBI mengatakan bahwa penjahat siber cukup kreatif memanfaatkan isu-isu seputar COVID-19. Satu di antaranya adalah yang bermodus ransomware yang meminta tebusan berupa Bitcoin.

Ransomware Bitcoin Masih Berpotensi Serang Rumah Sakit

Kendati sudah ada penurunan serangan sejak awal pandemi COVID-19, ransomware Bitcoin masih berpotensi menyerang rumah sakit.

Perusahaan Ini Tebus Rp36 Miliar Bitcoin kepada Peretas

Perusahaan itu, Travelex yang bermarkas di London, terpaksa membayar tebusan kepada peretas senilai US$2,3 juta (Rp36 miliar) dalam bentuk Bitcoin (BTC).

Ransomware Bitcoin Meningkat Selama Tahun 2019

Aset kripto Bitcoin dan ransomware seolah-olah kian senyawa, setidaknya karena ransomware Bitcoin meningkat selama tahun 2019.

Bitcoin Ransomware Serang Data Pemerintah Argentina, Minta Tebusan Rp5 Miliar

Bitcoin ransomware menyerang data milik pemerintah Argentina. Peretas meminta tebusan 50 BTC atau setara dengan US$370.000 (Rp5 Miliar).

Ransomware Bitcoin Ancam Distribusi Obat ke 100 Panti Jompo di Amerika Serikat

Ransomware Bitcoin mengancam tersendatnya distribusi obat ke 100 panti jompo di Amerika Serikat, setelah 80.000 komputer diserang beberapa waktu lalu. Peretas meminta tebusan hingga US$14 juta (Rp197,3 miliar). Perusahaan penyedia sistem informasi itu, Virtual Care Provider memastikan bahwa ransomware Bitcoin berjenis Ryuk itu menginfeksi 80.00 komputer. Komputer itu memfasilitasi manajemen informasi distribusi obat kepada ratusan panti jompo di 45 negara bagian di Amerika Serikat. "Ransomware itu mengenkripsi semua bagian penting dari sistem informasi kami, termasuk file tagihan Internet, akses Internet, telepon, penggajian, surat elektronik dan sejumlah dokumen penting klien kami. Kami juga memiliki beberapa fasilitas di mana para perawat tidak bisa mendapatkan obat yang diperbarui termasuk sejumlah instruksi, sehingga obat tidak dapat tiba tepat waktu," kata CEO Virtual Care Provider, Karen Christianson. [Thenextweb/vins]