Label Ransomware

ransomware

Ransomware Bitcoin Masih Berpotensi Serang Rumah Sakit

Kendati sudah ada penurunan serangan sejak awal pandemi COVID-19, ransomware Bitcoin masih berpotensi menyerang rumah sakit.

Perusahaan Ini Tebus Rp36 Miliar Bitcoin kepada Peretas

Perusahaan itu, Travelex yang bermarkas di London, terpaksa membayar tebusan kepada peretas senilai US$2,3 juta (Rp36 miliar) dalam bentuk Bitcoin (BTC).

Ransomware Bitcoin Meningkat Selama Tahun 2019

Aset kripto Bitcoin dan ransomware seolah-olah kian senyawa, setidaknya karena ransomware Bitcoin meningkat selama tahun 2019.

Bitcoin Ransomware Serang Data Pemerintah Argentina, Minta Tebusan Rp5 Miliar

Bitcoin ransomware menyerang data milik pemerintah Argentina. Peretas meminta tebusan 50 BTC atau setara dengan US$370.000 (Rp5 Miliar).

Ransomware Bitcoin Ancam Distribusi Obat ke 100 Panti Jompo di Amerika Serikat

Ransomware Bitcoin mengancam tersendatnya distribusi obat ke 100 panti jompo di Amerika Serikat, setelah 80.000 komputer diserang beberapa waktu lalu. Peretas meminta tebusan hingga US$14 juta (Rp197,3 miliar). Perusahaan penyedia sistem informasi itu, Virtual Care Provider memastikan bahwa ransomware Bitcoin berjenis Ryuk itu menginfeksi 80.00 komputer. Komputer itu memfasilitasi manajemen informasi distribusi obat kepada ratusan panti jompo di 45 negara bagian di Amerika Serikat. "Ransomware itu mengenkripsi semua bagian penting dari sistem informasi kami, termasuk file tagihan Internet, akses Internet, telepon, penggajian, surat elektronik dan sejumlah dokumen penting klien kami. Kami juga memiliki beberapa fasilitas di mana para perawat tidak bisa mendapatkan obat yang diperbarui termasuk sejumlah instruksi, sehingga obat tidak dapat tiba tepat waktu," kata CEO Virtual Care Provider, Karen Christianson. [Thenextweb/vins]