Tagih Janji Manis Justin Sun “Tron”

709

Vinsensius Sitepu
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id


Sekali peristiwa, Jonathan Mildenhall, pakar periklanan asal Inggris berucap, “Banyak hal baik akan terjadi tatkala Anda mendengarkan kebutuhan pelanggan.” Sebagai sebuah pendekatan, ucapan Mildenhall adalah sebuah kelaziman di jenis bisnis apapun, tak terkecuali sektor bisnis aset kripto. Mungkin Yayasan Tron besutan Justin Sun mencoba membuktikan itu: membawa nama besar BitTorrent (yang diakusisinya pada Juni 2018), Blockchain Tron dan aset kripto TRX-nya. Dan selazimnya pebisnis, janji-janji yang keluar dari mulut bisa jadi manis ataupun pahit.

Aspek utama di antara kisah ini adalah “kenekatan” Justin Sun mengakuisisi BitTorrent yang memiliki pengguna aktif lebih dari 2 juta. Langkah ini sulit dikatakan tak penting, sebab BitTorrent sendiri lahir ketika belum ada kehebohan blockchain dan aset kripto.

Akuisisi termasyur di industri blockhain itu memaksa sang pendiri, Bram Cohen mundur dari BitTorrent. Cohen sendiri diketahui membuat proyek blockchain bernama Chia dan sedari awal menglaim tak ingin melakukan “aksi tokenisasi” terhadap BitTorrent, sesuatu yang langsung diterapkan oleh Justin Sun dengan membuat aset BTT. Bagi Sun sendiri BitTorrent adalah “kendaraan” penting bagi pertumbuhan Tron di masa depan. Sebab, dengan strategi sederhana, Sun dengan mudahnya membuat ini: Simpan TRX, maka Anda mendapatkan BTT.

Di tahun yang sama dengan akuisisi itu, dengan dana yang mungkin tak terbatas dan diiringi oleh “keinginan luhur”, Sun dan timnya memutuskan membuat blockchain sendiri dan memproklamirkan “The Independence Day”, karena memisahkan diri dari Blockchain Ethereum.

Beruntung bagi Sun, karena sejumlah pengembang dApp dari Ethereum dan EOS tak sedikit yang hijrah ke blockchain Tron. Justin pun meyakini bahwa Delegated Proof of Stake (DPoS) lebih baik daripada Proof of Work (PoW), yang saat ini masih digunakan oleh Ethereum. Tapi, Vitalik dan timnya justru pelan-pelan hijrah ke Proof of Stake.

Kabar teranyar oleh Dapp.com mengungkapkan bahwa pertumbuhan pengguna dApp di blockchain Tron yang tercepat berbanding dengan Ethereum dan EOS. dApp.com menyebutkan, di blockchain Ethereum, ada penurunan hingga 4 persen dalam jumlah pengguna dApp dibandingkan tahun lalu. Sekitar 72.422 pengguna lama masih menggunakan dApp berbasis Ethereum pada tahun 2019. Lebih dari separuh dari volume transaksi dApp berbasis ETH berkategori Decentralized Exhange (DEX), diikuti oleh aplikasi berkategori perjudian.

Gamer adalah kalangan yang paling aktif menggunakan dApp berbasis ETH yang jumlahnya mencapai 40 persen. Angka itu naik sekitar 10 persen berbanding kuartal pertama tahun 2019. Game berbasis Ethereum telah menciptakan komunitas yang stabil dengan sekelompok audiens yang loyal,” jelas DApp.com.

Dalam hitungan hari Tron (TRX) pun kian hebring. Pasalnya Minggu (14/04), Justin Sun mengumumkan TRX sudah bisa digunakan sebagai alat pembayaran di Travala. Tak hanya itu, insentif diskon hingga 15 persen pesan tiket hotel atau pesawat di Travala jika menggunakan TRX.

“Tron akhirnya bisa digunakan oleh lebih dari 500 ribu hotel di 210 negara di seluruh dinia. Pakai TRX dan dapatkan diskon 15 persen di Travala.com,” cuit Justin di Twitter.

Travala yang berbasis blockchain ini memang masih baru. Didirikan pada tahun 2017, di Travala ada sekitar 567.928 properti (hotel, motel dan apartemen) di 210 negara di seluruh dunia, dengan lebih dari 82.000 cakupan tujuan. Sejak awal Travala memang memanfaatkan kripto sebagai alternatif pembayaran selain PayPal. Selain TRX, Travala juga menerima pembayaran menggunakan Bitcoin (BTC), BCH, BNC, DOGE dan lain-lain.

Kolaborasi dengan Ethereum
Ketika persaingan semakin ketat dan Anda menganggap produk Anda memiliki nilai tinggi, apa yang harus Anda lakukan. Barangkali ada dua pilihan. Pertama, bermain sendiri dan membetot segala kemampuan yang ada atau kedua, berkolaborasi dengan “pesaing” untuk meraih tujuan serupa.

“Saya pikir di masa depan kami bahkan akan berkolaborasi dengan banyak pengembang Ethereum dan juga perusahaan yang dibangun di atas Ethereum untuk membuat industri lebih baik,” kata Justin dalam podcast di CryptoChick 6 April lalu.

Sebenarnya pun, pernyataan Sun itu adalah tanggapan terhadap cuitan Vitalik di Twitter. Vitalik memasang foto dirinya dengan latarbelakang gambar Justin Sun. Cuitan  itu bertanggal 1 April 2019, yang mungkin dianggap sekadar iseng dalam rangka April Mop.

Biaya Transfer USDT Gratis
Bagi Anda yang terbiasa mengirimkan USDT melalui bursa kripto, biaya kirimnya bisa mencapai 2-5 USDT. Memanfaatkan protokol OmniLayer, proses konfirmasinya bisa mencapai 60 menit. Situasi ini coba dipecahkan oleh Justin Sun dengan mengumandangkan, “USDT yang berjalan di blockcain Tron bisa lebih cepat dengan biaya kirim yang gratis,”. Ya, gratis. Soal kabar ini memang sudah bergema beberapa waktu sebelumnya, setelah Bitfinex, yang berafiliasi dengan Tether, perusahaan penerbit USDT, mengumumkan rencana pemaduan itu kepada publik. Dan itu didahului dengan hadirnya pair USDT/TRX di sejumlah bursa kripto besar.

Entah bagaimana bisa gratis, setidaknya publik menanti bukti itu, bukan sekadar omongan Justin Sun semata. Anda bisa saja menduga itu mungkin terjadi melalui mekanisme freeze aset Tron. []

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini

Berita sebelumyaCharlie Shrem: Cabut BSV di Bursa, Biarkan Ia Mati!
Berita berikutnyaAnalis: Waspadalah, Bitcoin Masih Berpeluang Bearish
Avatar
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan. Tahun 2001-2016 sebagai penulis lepas untuk Tabloid Komputer PCplus dan Majalah Info Komputer (Kelompok Kompas-Gramedia).