Thomas Lee: Bitcoin Berjangka Bakkt Perkuat Keyakinan Institusi terhadap Aset Kripto

833

Soal tautan investasi antara institusi dengan Bitcoin terus dikumandangkan oleh Thomas Lee dari Fundstrat Global Advisors. Dalam cuitan terbarunya, dia menyebutkan bahwa produk Bitcoin Berjangka besutan Bakkt yang akan diluncurkan pada 23 September 2019 mendatang, akan mampu meningkatkan rasa percaya institusi terhadap aset kripto, termasuk Bitcoin.

Institusi (perusahaan ataupun organisasi non bisnis) kerap diharapkan terlibat lebih dalam di investasi aset kripto, khususnya Bitcoin. Ini menjadi salah satu tolak ukur meningkatnya keyakinan publik terhadap kelas aset baru tersebut, karena mereka diwajibkan melakukan pembelian dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada kelas retail.

“Saya memandang positif terhadap Bakkt dan kemampuannya untuk meningkatkan kepercayaan institusi terhadap aset kripto,” kata Lee mengacu pada produk Bitcoin Berjangka yang akan diluncurkan oleh Bakkt pada 23 September 2019 nanti.

Dalam cuitan itu, Lee menyisipkan Pola Segitiga Simetris pada tren harga Bitcoin, di mana tanggal tenggat waktu (expiry) pola itu akan bertepatan dengan diluncurkannya produk tersebut oleh Bakkt.

Soal Pola Segitiga Simetris ini pun sudah dibahas beberapa hari sebelumnya oleh sejumlah pelaku pasar. Umumnya, pola segitiga simetris ini menandakan tren naik atau tren turun yang terus berlanjut. Jika menembus batas garis tren, diprediksi setidaknya bisa kembali ke harga tertinggi tahun ini, pada 27 Juni 2019, yakni US$13.700.

Pada 13 september 2019 Decrypt menerbitkan artikel menarik ini, termasuk Forbes, bahwa Bitcoin berada di dalam pola perdagangan 5 bulan yang sangat besar—​​dengan kemungkinan penembusan mendekati 10 hari mendatang. Polanya disebut segitiga simetris, dan mengacu pada grafik yang ditandai oleh dua garis tren yang menghubungkan serangkaian puncak dan palung secara berurutan.

Melihat ke belakang selama 160 hari terakhir, harga Bitcoin bertengger rapi di dalam pola ini. Tanda-tanda pertama dari itu muncul pada Mei 2019 ini, ketika harga Bitcoin menguat dari US$5.000.

“Dari sana, Bitcoin naik terus selama dua bulan ke depan, mencapai level tertinggi hampir US$14.000 pada Juni. Ini juga diikuti oleh tiga tertinggi lebih rendah dari US$13.000, US$12.000 dan US$11.000, pada Juli, Agustus dan September, seperti yang ditunjukkan grafik di bawah ini,” jelas Decrypt.

Pada sisi support (lebih rendah) dari pada pola tersebut, Bitcoin terpantau pada dua posisi terendah baru-baru ini, yakni US$9.350 dan US$9.850, pada akhir Agustus dan hanya beberapa hari yang lalu pada 11 September.

“Namun, yang lebih menarik pada pola ini adalah panjang bentuknya, dan kisaran pergerakan harganya, mencakup hingga 5 bulan dan mencapai level US$10.000 secara baik (dari atas ke bawah). Meskipun tidak cukup kuat untuk memprediksi apa dan kapan yang akan terjadi selanjutnya, tetapi pola ini memberikan sedikit petunjuk yang lebih jelas ke arah pergerakan yang besar,” tulis Decrypt.

Dalam satu skenario pun sulit diprediksi, jika sebuah penembusan terjadi, yaitu penurunan atau kenaikan harga yang berada di luar garis tren. Namun, asumsi bahwa harga bisa berayun ke atas atau turun hingga US$5.000 selama beberapa minggu ke depan, kemungkinan besar tidak akan terjadi.

Brendan Coffey di Forbes bahkan melihat pola itu sebagai potensi besar kenaikan harga Bitcoin dengan peluang mencapai 54 persen melanjutkan tren naik sebelumnya.

Di Bakkt, untuk kontrak berjangka bulanan, minimal nilai kontraknya setara dengan harga 1 Bitcoin berpatok nilai uang dolar AS. Fluktuasi minimal mulai dari US$2,50 per Bitcoin (US$2.50 per kontrak). Jikalau investor ingin membeli menggunakan cara Block Trades, fluktuasi minimal bisa lebih kecil, yakni antara US$0,001 per Bitcoin (US$0,001 per kontrak).

Peluncuran tersebut menjadikan Bakkt sebagai perusahaan pertama di Amerika Serikat yang menawarkan kontrak Bitcoin berjangka yang diselesaikan secara fisik, sebuah kemajuan yang disebut banyak pihak mematangkan industri Bitcoin. Ini berbeda dengan produk Bitcoin berjangka keluaran Chicago Merchantile Exchange (CME) yang imbal hasilnya adalah berupa uang tunai bukan berupa Bitcoin. [vins]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini

Berita sebelumyaBitcoin Merunduk, Stellar Menanduk 156,9 Persen
Berita berikutnyaEric Choy, Analis BXB: Kesuraman Belum Rambah Bitcoin
Avatar
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan. Tahun 2001-2016 sebagai penulis lepas untuk Tabloid Komputer PCplus dan Majalah Info Komputer (Kelompok Kompas-Gramedia).