Pasar keuangan terus berevolusi, dan salah satu inovasi yang mulai menarik perhatian adalah Tokenized Stocks. Konsep ini menggabungkan saham tradisional dengan teknologi blockchain, sehingga kepemilikan saham bisa direpresentasikan dalam bentuk token digital yang diperdagangkan secara online.
Bagi kamu yang tertarik dengan cryptocurrency dan investasi, saham yang ditokenisasi membuka cara baru untuk mengakses pasar saham secara lebih fleksibel, global, dan berbasis teknologi. Tapi sebenarnya, apa itu Tokenized Stocks dan bagaimana cara kerjanya? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!
Apa itu Tokenized Stocks?

Tokenized Stocks adalah token berbasis blockchain yang merepresentasikan saham perusahaan publik dan mencerminkan harga saham aslinya.
Secara sederhana, Tokenized Stocks memungkinkan kamu mendapatkan eksposur terhadap saham seperti Apple, Tesla, atau Amazon dalam bentuk aset kripto yang diperdagangkan di jaringan blockchain.
Jadi, alih-alih membeli saham melalui broker tradisional, kamu memegang token digital di wallet yang nilainya mengikuti harga saham tersebut.
Konsep ini menggabungkan dunia pasar modal dengan teknologi blockchain. Hasilnya, saham yang ditokenisasi bisa diperdagangkan secara lebih fleksibel, sering kali 24/7, dengan settlement yang lebih cepat dibanding saham tradisional.
Meski begitu, di balik kemudahannya tetap ada sistem kustodian, smart contract, dan infrastruktur yang menjaga agar harga dan kepemilikan tetap akurat serta sesuai regulasi.
Jenis-jenis Tokenized Stocks
Agar kamu tidak salah paham, penting untuk tahu bahwa tidak semua Tokenized Stocks dibuat dengan cara yang sama. Setiap jenis punya mekanisme, tingkat keterlibatan pihak ketiga, dan struktur hukum yang berbeda. Melansir laman Chainlink, berikut ini penjelasan masing-masing jenisnya supaya kamu bisa memahami perbedaannya dengan lebih jelas.
1. Natively Issued Tokens
Jenis ini terjadi ketika perusahaan menerbitkan sahamnya langsung di blockchain tanpa perantara atau mekanisme pembungkus (wrapper). Blockchain menjadi sumber utama pencatatan kepemilikan, sehingga token yang kamu pegang benar-benar mewakili saham asli yang diterbitkan secara on-chain, bukan sekadar versi digital dari saham yang disimpan di tempat lain.
2. Wrapped Tokens
Wrapped token adalah bentuk Tokenized Stocks yang paling umum. Token ini diterbitkan di blockchain tetapi didukung 1:1 oleh saham asli yang disimpan oleh kustodian atau broker berlisensi. Artinya, setiap token yang beredar memiliki saham nyata sebagai jaminan, dan harganya mencerminkan harga saham tersebut di pasar tradisional.
3. Synthetic Tokens
Synthetic token tidak benar-benar didukung oleh saham asli, melainkan menggunakan data harga dari oracle untuk melacak pergerakan harga saham tertentu. Token ini bekerja seperti derivatif on-chain yang memberi kamu eksposur harga tanpa memiliki aset dasarnya. Keunggulannya adalah fleksibilitas dan perdagangan 24/7, tetapi risikonya bergantung pada mekanisme smart contract dan akurasi data oracle.
Cara Kerja Tokenized Stocks
Cara kerja Tokenized Stocks adalah dengan membeli saham asli sebagai jaminan, lalu menerbitkan token di blockchain yang mewakili saham tersebut secara 1:1 dan bisa diperdagangkan secara digital.
Supaya kamu lebih paham alurnya dari awal sampai akhir, berikut penjelasan lengkap setiap tahap dalam proses saham yang ditokenisasi.
1. Akuisisi Saham dan Kustodi
Langkah pertama dimulai dari pembelian saham asli oleh lembaga keuangan atau kustodian yang berlisensi dan diawasi regulator. Saham inilah yang nantinya menjadi dasar atau jaminan dari token yang diterbitkan di blockchain.
Saham tersebut disimpan di bawah kustodi resmi, sehingga keberadaannya tercatat dan diawasi sesuai regulasi yang berlaku. Biasanya, pihak kustodian juga menerapkan prosedur KYC (Know Your Customer) dan AML (Anti-Money Laundering) untuk memastikan kepatuhan hukum.
Untuk menjaga transparansi, mereka menjalani audit rutin dan menyediakan bukti cadangan (proof of reserves), sehingga jumlah token yang beredar benar-benar sesuai dengan jumlah saham yang disimpan.
2. Pembuatan dan Penerbitan Token
Setelah saham asli diamankan, penerbit akan mencetak (mint) token dalam jumlah yang setara di blockchain seperti Ethereum atau Solana. Setiap token mewakili satu saham atau sebagian kecil saham yang disimpan oleh kustodian.
Proses ini dijalankan melalui smart contract yang mengatur aturan token, mulai dari kepemilikan, hak suara (jika ada), pembagian dividen, hingga mekanisme transfer. Selain itu, sistem juga menggunakan oracle untuk mengambil data harga saham dari pasar tradisional secara real-time. Tujuannya agar harga Tokenized Stocks tetap mencerminkan harga saham aslinya.
3. Perdagangan dan Penukaran (Redemption)
Setelah diterbitkan, Tokenized Stocks bisa diperdagangkan di bursa kripto yang mendukung aset tersebut. Kamu bisa membelinya, menyimpannya di wallet pribadi, atau memperdagangkannya kapan saja, bahkan di luar jam bursa saham tradisional.
Jika kamu ingin menukarkannya kembali, token tersebut bisa diredeem menjadi uang fiat atau stablecoin sesuai mekanisme platform. Saat proses penukaran terjadi, token akan dibakar (burn) untuk menjaga keseimbangan suplai dan memastikan rasio 1:1 antara token yang beredar dan saham yang disimpan tetap terjaga.
Tokenized Stocks vs Saham Tradisional
Perbandingan Tokenized Stocks dengan saham tradisional terletak pada jam perdagangan, kecepatan settlement, akses global, kepemilikan fraksional, serta sistem kustodi dan kontrol aset.
Agar kamu bisa melihat perbedaannya secara cepat dan jelas, simak tabel ringkasan berikut sebelum kita bahas satu per satu secara lebih detail.
| Aspek | Tokenized Stocks | Saham Tradisional |
| Jam Perdagangan | 24/7 di blockchain | Terbatas jam bursa, tutup saat libur |
| Settlement | Hampir instan (detik/menit) | 1–2 hari kerja (T+1/T+2) |
| Akses Global | Borderless, cukup internet & wallet | Tergantung broker & regulasi negara |
| Fractional Ownership | Native dan fleksibel | Tergantung broker tertentu |
| Kustodi & Kontrol | Dipegang langsung via private key | Disimpan oleh broker/kustodian |
1. Jam Perdagangan dan Settlement
Saham tradisional hanya bisa diperdagangkan saat jam operasional bursa, misalnya Senin sampai Jumat dan tutup saat hari libur. Ini bisa jadi kendala jika kamu berada di zona waktu berbeda atau ingin bereaksi cepat terhadap berita global.
Sebaliknya, Tokenized Stocks diperdagangkan di blockchain yang berjalan 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Selain itu, proses settlement terjadi hampir instan setelah transaksi dikonfirmasi di jaringan, sehingga kamu langsung memiliki aset tersebut tanpa menunggu 1–2 hari seperti di sistem tradisional.
2. Aksesibilitas dan Jangkauan Global
Di pasar saham tradisional, kamu biasanya harus membuka akun di broker tertentu, memenuhi persyaratan saldo minimum, dan melalui proses verifikasi yang cukup kompleks. Untuk investor lintas negara, ada tambahan biaya konversi mata uang dan batasan regulasi.
Tokenized Stocks lebih fleksibel karena berbasis blockchain yang bersifat global. Selama kamu punya koneksi internet dan crypto wallet, secara teknis kamu bisa mengaksesnya. Namun, tetap perlu diingat bahwa ketersediaannya masih dipengaruhi regulasi di masing-masing wilayah.
3. Fractional Ownership
Saham dengan harga tinggi sering kali sulit dijangkau investor ritel jika harus dibeli secara utuh. Meskipun beberapa broker menawarkan pembelian pecahan saham, layanan ini tidak selalu tersedia di semua platform.
Dalam ekosistem Tokenized Stocks, kepemilikan fraksional menjadi fitur bawaan. Kamu bisa membeli sebagian kecil dari satu saham tanpa perlu membelinya secara penuh. Ini membuka peluang diversifikasi dan menurunkan hambatan masuk bagi investor pemula.
4. Kustodi dan Kontrol Aset
Pada saham tradisional, aset kamu biasanya disimpan oleh broker atau kustodian terpusat. Kamu adalah pemilik manfaat (beneficial owner), tetapi saham tersebut tercatat dalam sistem mereka. Jika terjadi pembekuan akun atau masalah hukum, akses ke aset bisa tertahan.
Dengan Tokenized Stocks, kamu bisa menyimpan token langsung di wallet pribadi yang dikendalikan oleh private key. Artinya, kontrol penuh ada di tanganmu tanpa perantara. Namun, tanggung jawabnya juga lebih besar, jika private key hilang, aset tersebut tidak bisa dipulihkan.
Kelebihan Tokenized Stocks
Kelebihan Tokenized Stocks adalah kemampuannya membuka akses investasi yang lebih luas, mendukung kepemilikan fraksional, meningkatkan likuiditas, transparansi, efisiensi biaya, serta menciptakan peluang investasi baru berbasis blockchain.
Supaya kamu bisa melihat nilai tambahnya secara lebih jelas, berikut penjelasan setiap kelebihan Tokenized Stocks yang membuatnya menarik dibanding sistem tradisional.
1. Demokratisasi Akses Investasi
Dulu, investasi di saham tertentu atau aset bernilai tinggi sering terasa eksklusif dan hanya bisa diakses investor bermodal besar. Dengan Tokenized Stocks, aset tersebut bisa dipecah menjadi unit yang lebih kecil sehingga lebih banyak orang bisa ikut berpartisipasi.
Artinya, kamu tidak perlu modal besar untuk mulai membangun portofolio. Konsep ini membantu “meratakan lapangan permainan” dan membuat peluang investasi menjadi lebih inklusif, terutama bagi investor ritel dan pemula.
2. Kepemilikan Fraksional (Fractional Ownership)
Salah satu fitur paling menarik dari Tokenized Stocks adalah kepemilikan fraksional. Jika harga satu saham terlalu mahal, kamu tidak perlu membelinya secara utuh, cukup beli sebagian kecil sesuai kemampuan dana kamu.
Dengan cara ini, kamu bisa membagi modal ke beberapa aset sekaligus tanpa harus memiliki dana besar. Ini memudahkan diversifikasi dan membantu kamu mengelola risiko dengan lebih fleksibel.
3. Meningkatkan Likuiditas Aset
Beberapa aset seperti saham perusahaan privat atau properti dikenal sulit dijual dengan cepat. Tokenisasi membantu mengubah aset tersebut menjadi token digital yang lebih mudah diperdagangkan di pasar sekunder.
Hasilnya, aset yang sebelumnya tidak likuid menjadi lebih fleksibel. Kamu punya peluang untuk keluar dari investasi lebih cepat dibanding harus menjual aset fisiknya secara langsung.
4. Transparansi yang Lebih Tinggi
Karena berjalan di atas blockchain, setiap transaksi Tokenized Stocks tercatat dalam ledger publik yang sulit dimanipulasi. Ini menciptakan sistem pencatatan yang transparan dan dapat diverifikasi.
Bagi investor, transparansi ini memberi rasa aman tambahan. Kamu bisa melacak riwayat transaksi dan memastikan suplai token sesuai dengan aset yang dijaminkan (jika menggunakan model backed).
5. Biaya Transaksi Lebih Efisien
Di pasar tradisional, banyak pihak terlibat dalam satu transaksi, mulai dari broker, kustodian, hingga lembaga kliring yang masing-masing mengenakan biaya. Tokenized Stocks memanfaatkan smart contract untuk mengotomatiskan sebagian besar proses tersebut.
Dengan lebih sedikit perantara, potensi biaya transaksi bisa lebih rendah. Dalam jangka panjang, efisiensi ini dapat membantu kamu mengoptimalkan hasil investasi.
6. Proses yang Lebih Cepat dan Otomatis
Tokenisasi juga menyederhanakan proses seperti distribusi dividen, pencatatan kepemilikan, dan transfer aset. Semua bisa diatur melalui smart contract yang berjalan otomatis di blockchain.
Artinya, kamu tidak perlu menunggu berhari-hari untuk settlement atau proses administrasi manual. Sistem menjadi lebih cepat, efisien, dan minim kesalahan.
7. Membuka Peluang Investasi Baru
Lebih dari sekadar versi digital saham, Tokenized Stocks adalah bagian dari ekosistem aset digital yang lebih luas. Tokenisasi memungkinkan model investasi baru, termasuk kepemilikan sebagian atas aset yang sebelumnya sulit diakses, seperti karya seni, properti, atau bahkan pendapatan masa depan.
Ini menciptakan ruang inovasi yang besar bagi investor yang ingin mengeksplorasi strategi baru. Dunia investasi tidak lagi terbatas pada saham dan obligasi tradisional, tetapi berkembang ke arah yang lebih digital dan terprogram.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Tokenized Stocks bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang bagaimana blockchain berpotensi membuat investasi lebih terbuka, efisien, dan fleksibel untuk siapa pun yang ingin memanfaatkannya.
RisikoTokenized Stocks
Risiko Tokenized Stocks meliputi ketidakpastian regulasi, potensi de-pegging antara token dan saham aslinya, serta risiko teknis seperti bug smart contract dan peretasan.
Sebelum kamu tertarik berinvestasi, penting untuk memahami sisi risikonya agar bisa mengambil keputusan dengan lebih bijak dan terukur.
1. Ketidakpastian Regulasi
Salah satu tantangan terbesar Tokenized Stocks saat ini adalah regulasi yang belum seragam di berbagai negara. Ada negara yang mengklasifikasikannya sebagai sekuritas dan tunduk pada aturan pasar modal yang ketat, sementara di tempat lain regulasinya masih abu-abu atau bahkan belum jelas.
Kondisi ini membuat beberapa platform beroperasi di wilayah hukum yang belum sepenuhnya matang. Jika terjadi sengketa, kebangkrutan platform, atau perubahan kebijakan pemerintah, perlindungan hukum bagi investor bisa jadi terbatas.
2. Risiko De-Peg (Ketidaksesuaian Nilai)
Banyak Tokenized Stocks mengklaim didukung 1:1 oleh saham asli yang disimpan kustodian. Namun, klaim ini sangat bergantung pada transparansi dan kredibilitas penerbit serta kustodian yang menyimpan saham tersebut.
Jika terjadi salah kelola, kurangnya audit, atau bahkan penyalahgunaan aset, nilai token bisa menyimpang dari harga saham aslinya. Dalam skenario ekstrem, token dapat kehilangan jaminan nilainya dan mengalami penurunan harga yang signifikan.
3. Risiko Smart contract dan Keamanan
Di dunia blockchain, kode adalah fondasi utama. Tokenized Stocks berjalan menggunakan smart contract, dan meskipun dirancang otomatis dan transparan, kode tetap dibuat oleh manusia yang bisa saja melakukan kesalahan.
Bug dalam smart contract atau celah keamanan dapat dimanfaatkan oleh peretas untuk mencuri dana atau mengeksploitasi sistem. Selain itu, jika kamu menyimpan token di wallet pribadi, kehilangan private key berarti kehilangan akses ke aset tersebut secara permanen.
Proyek & Platform yang Menyediakan Tokenisasi Saham
Beberapa proyek & platform yang menyediakan tokenisasi saham antara lain Ondo Finance, Backed Finance, dan Swarm Markets.
Untuk memahami bagaimana Tokenized Stocks diimplementasikan di dunia nyata, berikut penjelasan singkat masing-masing platform yang saat ini aktif di sektor ini.
1. Ondo Finance

Ondo Finance adalah platform DeFi yang fokus membawa instrumen keuangan tradisional ke blockchain melalui tokenisasi. Platform ini memungkinkan institusi teregulasi untuk menerbitkan token yang didukung 1:1 oleh saham AS, ETF, dan obligasi yang disimpan melalui broker-dealer aset digital terdaftar SEC. Token tersebut dicetak di berbagai jaringan seperti Ethereum dan Solana.
Melalui integrasinya dengan wallet seperti Ledger, pengguna bisa mengakses lebih dari 100 ekuitas AS dalam bentuk token. Ini membantu menjembatani kebutuhan kepatuhan hukum sekaligus memberikan pengalaman investasi yang lebih praktis di ekosistem kripto.
2. Backed Finance

Backed Finance adalah penerbit aset dunia nyata (RWA) yang berbasis di Swiss dan dikenal lewat produk xStocks. Mereka menerbitkan token yang didukung 1:1 oleh saham dan ETF AS yang disimpan oleh broker teregulasi. Contohnya, token seperti AAPLx merepresentasikan saham Apple yang benar-benar ada sebagai jaminan
Platform ini aktif di berbagai jaringan seperti Solana, BNB Chain, Tron, dan Ethereum. Backed Finance banyak melayani pengguna non-AS yang ingin mendapatkan eksposur saham AS secara patuh regulasi, bahkan di luar jam perdagangan tradisional. Token mereka juga bisa digunakan dalam ekosistem DeFi untuk menghasilkan yield tambahan.
3. Swarm Markets

Swarm Markets adalah decentralized exchange (DEX) yang telah memiliki lisensi dan diawasi oleh regulator Jerman (BaFin). Platform ini menawarkan perdagangan Tokenized Stocks dan aset dunia nyata lainnya dalam kerangka regulasi yang jelas.
Swarm menggunakan model automated market maker (AMM) untuk menyediakan likuiditas on-chain bagi saham-saham besar seperti Apple dan Nvidia. Keunggulan utamanya ada pada kepatuhan hukum yang kuat, sehingga lebih menarik bagi investor institusional yang mencari kepastian regulasi di dunia blockchain.
Apakah Tokenized Stocks Akan Menjadi Masa Depan Investasi?
Tokenized Stocks menawarkan kombinasi menarik antara pasar saham dan teknologi blockchain, mulai dari akses global, perdagangan 24/7, hingga kepemilikan fraksional yang lebih fleksibel. Namun di balik inovasinya, tetap ada tantangan regulasi, risiko teknis, dan aspek keamanan yang perlu kamu pahami sebelum terjun lebih jauh.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



