Update Kasus FTX, DPR AS Akan Panggil SBF dan Binance

Dampak masif dan sistemik pasca bangkrutnya FTX Group semakin meluas. Kabar teranyar adalah DPR AS akan memanggil mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried (SBF), termasuk Binance. Di saat yang bersamaan ada sejumlah selebritas hingga atlet yang digugat ke pengadilan.

Komisi Layanan Keuangan DPR AS akan menggelar rapat dengar pendapat yang menghadirkan CEO FTX Sam Bankman-Fried (SBF), perwakilan dari Binance, Mantan CEO Alameda Research Caroline Allison dan pihak terkait lainnya.

Tujuannya adalah untuk mendudukkan perkara bangkrutnya FTX yang membawa efek domino ke jutaan pengguna dan ratusan perusahaan kripto terkait.

“Kami akan mengundang mereka dalam rapat dengar pendapat pada bulan depan,” kata Maxine Waters Ketua Komisi Layanan Keuangan DPR AS yang juga Ketua lembaga yudikatif itu, dikutip dari Reuters.

IKLAN

Waters dalam keterangan resminya di Twitter mengatakan, kebangkrutan FTX membawa dampak yang mengkhawatirkan kepada jutaan pengguna. Tak sedikit di antara mereka yang berinvestasi melalui FTX menggunakan gaji mereka.

“Itu sebabnya rapat dengar pendapat nanti sangat penting untuk mempertimbangkan dilakukannya investigasi terhadap FTX,” kata Waters.

Waters menambahkan, Binance dan Alameda Research, serta entitas terkait lainnya akan turut serta dipanggil menghadap.

Dalam pengajuan kebangkrutan minggu lalu, FTX menyebutkan, mereka memiliki utang setidaknya US$10 miliar. Sedangkan asetnya kurang dari US$1 miliar, berdasarkan laporan The Financial Times.

Update Kasus FTX: Selebritas dan Atlet Pendukung FTX Digugat

Sementara itu sejumlah selebritas dan atlet AS yang pernah sebagai pendukung FTX digugat ke pengadilan oleh sejumlah pihak.

Dilansir dari Reuters, Rabu (16/11/2022), di antara tokoh terkenal itu adalah atlet National Football League (NFL) Tom Brady, komedian Larry David, bintang tenis Naomi Osaka dan Kim Kardashian.

Gugatan class action atas nama sejumlah investor kripto FTT di Miami itu, menuduh bahwa layanan imbalan kripto FTX melanggar undang-undang sekuritas Amerika Serikat.

Sebelumnya dikabarkan, selang empat hari setelah bursa kripto FTX mengajukan pailit menggunakan UU Kepailitan Amerika Serikat Bab 11, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS, dan Departemen Kehakiman AS telah membuka penyelidikan. Terutama terkait konsekuensi pidana terhadap pendirinya, Sam Bankman-Fried. [ps]

spot_img
spot_img

Terkini

Warta Korporat

Terkait