Kata Bung Dimaz

Dengan kondisi yang ada sekarang ini, Ethereum masih amat sulit mendukung proposal feeless karena berbagai persoalan keamanan. Harapan sekarang ada pada Tron yang masih memberi kesempatan pada mereka yang membekukan transaksi untuk mendapatkan kesempatan mengeksekusi smart contract secara gratis, meskipun proyek besutan Justin Sun ini masih belum banyak mendapatkan panggung dalam segmen smart contract yang masih dikuasai Ethereum.
Tidak dapat dipungkiri bahwa ICO berkontribusi dalam gembosnya harga Bitcoin dan Ethereum. Miliaran dollar uang fiat yang disuntikkan seluruh manusia pecinta Bitcoin di muka bumi ke pasar Bitcoin dan Ethereum, yang kemudian dikumpulkan oleh para inisiator ICO pada akhirnya akan dijual kembali ke pasar mata uang kripto dan menarik uang fiat yang susah payah Anda semua kumpulkan. Pada akhirnya, ICO membuat suplai Bitcoin dan Ethereum di pasaran terlalu banyak dan membanting harga kembali ke bumi.
Metode-metode kriptografi seperti Fully Homomorphic Encryption (FHE) yang mulai populer sejak beberapa tahun belakangan ini terus dikembangkan agar data-data terenkripsi masih dapat diproses tanpa harus melalui proses dekripsi terlebih dahulu. Meskipun tentu saja diperlukan komputasi yang lebih besar untuk memproses data-data yang dienkripsi dengan teknik FHE, alternatif ini perlu dilirik sebagai salah satu solusi.
Desentralisasi yang melekat pada konsep mata uang kripto dan teknologi blockchain dapat dijabarkan menjadi setidaknya tiga komponen, yakni konsensus, governance, dan full node. Para pelaku dua komponen pertama yakni konsensus dan governance mendapatkan manfaat (dengan kadar tertentu), sementara komponen desentralisasi ketiga, yakni full node masih dianaktirikan. Dengan menyadari betapa pentingnya full node dalam sistem mata uang kripto dan blockchain, maka diperlukan usaha untuk memberikan insentif kepada para peserta agar mereka mau menjalankan full node. Namun tampaknya belum akan ada solusi dalam waktu dekat, dan mari berharap para “pahlawan” itu masih mau berkontribusi terhadap jalannya sistem.
Hadirnya mesin ASIC bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, ia menyebabkan ketidakadilan karena pemodal bintang lima akan mendominasi sekaligus mengeliminasi para penambang kaki lima. Di sisi lain, mesin ASIC membantu peningkatan keamanan sistem dengan mereduksi potensi serangan hingga hampir mustahil dilakukan.
Bukan tidak mungkin, produk mata uang kripto di masa depan mengadopsi paham sentralisasi dan meninggalkan metode konsensus demi meningkatkan kapasitas sistem. Definisi blockchain memang sangat luas, sehingga barangkali saat bank-bank sentral dunia mengadopsi teknologi blockchain, sentralisasi akan diadopsi dengan sempurna dalam mata uang virtual modern mereka.