Kata Bung Dimaz

Solusi termudah yang tentu saja paling saya sarankan adalah menggandakan kunci. Seperti halnya ketika Anda kehilangan kunci mobil, Anda masih bisa mengakses mobil Anda manakala Anda pulang ke rumah dan mengambil kunci cadangan mobil Anda. Permasalahan pun hilang seketika. Potensi kehilangan kunci mobil tidak akan membuat Anda jera menikmati berkendara dalam mobil favorit Anda, bukan?
Lightning Network (LN) kini menjadi idola baru di komunitas bitcoin. Tetapi jangan pernah terlena, karena LN bisa menjadi pedang bermata dua: memperkuat bitcoin sekaligus membunuh ekosistem bitcoin. Perlahan tapi pasti, LN akan menjadi masalah baru dalam bitcoin bila tidak ditangani dengan tepat. Atau mungkin kita harus mulai memindahkan kekayaan kita dari Bitcoin Core ke Bitcoin Cash?
Anarki Kripto milik Tim May telah mewanti-wanti adanya kebebasan yang kebablasan yang akan terjadi di masa depan (atau saat ini) yang menggunakan teknologi berbasis kriptologi dan akan memfasilitasi para begundal yang hendak melawan hukum.
Apabila suatu pekerjaan sulit di Bitcoin menjadi sangat mudah di Ethereum, bayangkan betapa besar potensi smart contract ini apabila dikembangkan lebih lanjut. Hal ini juga dibuktikan dengan besarnya minat industri teknologi informasi terhadap smart contract: hampir semua ICO dilakukan dengan menggunakan platform Ethereum.
Di tengah kegalauan para pegiat jual-beli aset kripto yang kadang untung dan banyak kali menanggung rugi, Tron menyeruak. Lesatan harga yang jauh meninggalkan mata uang kripto tua macam Bitcoin dan Ethereum membuat banyak mata terbelalak. Justin Sun sedang menyinari pasar mata uang kripto.
Meraba-raba perkembangan blockchain pada tahun 2019, apa sih yang ada di pikiran seorang pakar blockchain? Dimaz Ankaa Wijaya, peneliti pada Blockchain Research Joint Lab Universitas Monash, Australia punya jawaban yang mungkin bisa mencerahkan Anda. Berikut nukilan wawancara BlockchainMedia melalui Telegram siang tadi.
Ketika uang fisik sirna dari muka bumi dan tergantikan dengan kode biner: satu dan nol, maka perpajakan juga dapat bertransformasi dari kantor-kantor fisik dan auditor berbiaya mahal menjadi kode-kode digital dengan toleransi kesalahan yang rendah. Di saat jenis transaksi ekonomi semakin didominasi oleh robot dan kecerdasan buatan, maka perpajakan juga harus merespon dengan Pajak Pintar. Blockchain menjadi salah satu alternatif solusi menarik untuk memastikan bahwa keuangan negara terjamin hingga seabad mendatang yang penuh dengan tantangan.
Metode-metode kriptografi seperti Fully Homomorphic Encryption (FHE) yang mulai populer sejak beberapa tahun belakangan ini terus dikembangkan agar data-data terenkripsi masih dapat diproses tanpa harus melalui proses dekripsi terlebih dahulu. Meskipun tentu saja diperlukan komputasi yang lebih besar untuk memproses data-data yang dienkripsi dengan teknik FHE, alternatif ini perlu dilirik sebagai salah satu solusi.
Menengok manisnya tahun 2017 serta pahitnya tahun 2018, stakeholder mata uang kripto semestinya telah menjadi lebih dewasa. Untung besar tanpa kerja keras harusnya tetap jadi mimpi di siang bolong bagi kebanyakan orang. Regulator juga harus belajar merespon lebih cepat terhadap perkembangan teknologi baru yang mendisrupsi kemapanan, sebelum disrupsi tersebut membuat kerusakan lebih besar yang tidak diharapkan.
Dengan kondisi yang ada sekarang ini, Ethereum masih amat sulit mendukung proposal feeless karena berbagai persoalan keamanan. Harapan sekarang ada pada Tron yang masih memberi kesempatan pada mereka yang membekukan transaksi untuk mendapatkan kesempatan mengeksekusi smart contract secara gratis, meskipun proyek besutan Justin Sun ini masih belum banyak mendapatkan panggung dalam segmen smart contract yang masih dikuasai Ethereum.