Tepat pada 3 Januari 2021 hari ini, Bitcoin merayakan hari jadinya yang ke-12. Pada 3 Januari 2009 silam, sistem pembayaran Bitcoin diluncurkan perdana oleh Satoshi Nakamoto. Kini harga aset kriptonya hampir Rp500 juta.

Pada 3 Januari 2009, sistem Bitcoin diluncurkan oleh Satoshi Nakamoto dan menambang block genesis (block nomor 0).

Terkonfirmasi pada 4 Januari 2009, Satoshi mendapatkan 50 BTC, hasil penambangan itu.

Di block itu Satoshi menyematkan pesan yang amat bermakna, menandai krisis ekonomi global di masa itu: “The Times 03/Jan/2009 Chancellor on brink of second bailout for banks”.

Pesan itu mengacu pada judul utama surat kabar Inggris, The Times, soal dana talangan tahap kedua oleh Pemerintah Inggris kepada sejumlah bank, terkait krisis hebat yang melanda kala itu.

BERITA TERKAIT  Bos Triv: Akan Ada Pembelian Bitcoin dalam Jumlah Besar dari Tiongkok

Pesan itu sekaligus dianggap sebagai “manifesto politik Bitcoin” yang berada di luar struktur kekuasaan negara, independen dimiliki oleh publik, terbuka dan global.

Whitepaper Bitcoin yang ditulis oleh Satoshi Nakomoto, diumumkan terbit sebelunya, pada 31 Oktober 2008 silam. Tanggal itu menandai lahirnya sistem uang elektronik yang revolusioner, sekaligus jenis uang baru yang belum pernah ada sebelumnya dalam peradaban manusia.

Cocokologi: Whitepaper Bitcoin, Hari Ini 12 Tahun Lalu

I’ve been working on a new electronic cash system that’s fully peer-to-peer, with no trusted third party. The paper is available at: http://www.bitcoin.org/bitcoin.pdf,” tulis Satoshi Nakamoto di online forum Metzdowd, Jumat, 31 Oktober 2020, pukul 14:00 EDT (Eastern Daylight Time).

BERITA TERKAIT  Kontras SEC AS, FSA Jepang: XRP Bukanlah Sekuritas!

Setelah 12 tahun berlalu, di antara masa itu digedor-gedor sebagai objek tak berguna, kini Bitcoin diapresiasi setinggi langit, merampok nilai lebih yang menghinggapi emas selama berabad-abad.

Perusahaan-perusahaan besar kian mengakui keunggulan Bitcoin, di antaranya JP Morgan, PayPal, MicroStrategy, MassMutual dan lain sebagainya.

Untuk kali pertama sepanjang sejarah, emas pun sangat lemas, karena Bitcoin naik lebih tinggi daripada resisten Desember 2017 (US$20.000) lalu melesat lebih dari US$30.000 pada hari ini.

Bitcoin juga sangat diapresiasi di tengah terombang-ambingnya ekonomi dunia akibat pandemi.

Ini sekaligus juga menegaskan, bahwa krisis 2008 masih terasa hingga detik ini yang bikin manusia jadi nelangsa.

Nilai dolar pun terhempas jauh di bawah nol persen, membuat khawatir akan terjadi inflasi yang buruk di masa depan.

Kembali ke Asal, Apa Itu Bitcoin?

Banyak pihak meramalkan apresiasi positif terhadap Bitcoin akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang, karena mulai dinilai sebagai store-of-value.

Jikalau bersandarkan prediksi oleh Tom Lee dari Fundstrat, harga Bitcoin diprediksi mencapai lebih dari US$100.000 per BTC pada tahun ini. [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO