Tom Lee dari Fundstrat Global Advisors mengatakan, bahwa harga Bitcoin bisa lebih dari US$40 ribu (Rp564 juta) pada tahun ini. Prediksi Lee pada Desember 2019, bahwa tahun 2020 Bitcoin berkinerja lebih baik memang jadi kenyataan.

Pada 30 Desember 2020 lalu, David Grider Direktur Strategi Aset Digital di Fundstrat Global Advisors, telah menaikkan target harga enam hingga dua belas bulan untuk Bitcoin menjadi US$40.000. Namun, Tom Lee mengharapkan harga Bitcoin jauh lebih tinggi daripada tahun 2021.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Barron’s pada hari Rabu (30/12/2020), Grider menulis dalam sebuah catatan kepada kliennya.

Tom Lee: Bitcoin Bisa Berkinerja Baik pada Tahun 2020

“Reli lanjutan akan terjadi hingga tahun depan. Kami tetap bullish dan menaikkan target harga Bitcoin kami dari US$25.000 menjadi US$40.000. Kami merekomendasikan investor yang ingin menambah investasi Bitcoin-nya mengingat kinerja baru-baru ini dan valuasi yang lebih tinggi,” sebut Grider.

Kemarin, 31 Desember 2020, Melissa Lee, pembawa acara “Fast Money” di CNBC bertanya kepada Thomas Lee, Co-Founder, Managing Partner dan Kepala Riset di Fundstrat, apa pendapatnya tentang prediksi harga Grider.

Lee menjawab, “Angka itu berasal dari David Gride, tapi saya pikir dalam angka bulat, tahun 2021 akan menjadi seperti 2017, yang berarti Bitcoin akan bekerja lebih baik pada 2021 daripada pada tahun 2020, jadi naik lebih dari 300 persen.“

Dia pun menambahkan, bahwa nilai Bitcoin relatif berbandingkan nilai dolar AS, jika dolar melemah, tetapi Bitcoin menahan nilainya, maka harga Bitcoin naik.

“Tetapi efek yang lebih penting adalah, tahun ini, kami melihat banyak likuiditas bank sentral. Dolar benar-benar kuat, tetapi kelemahannya sekarang benar-benar akan membuat orang berpikir bagaimana Anda menyimpan sesuatu pada aset lain agar nilai uang Anda sehat. Saya rasa Bitcoin adalah aset digital yang ingin mereka pegang untuk menjaga nilainya,” kata Lee.

BERITA TERKAIT  Webinar Ala MicroStrategy: Bitcoin untuk Perusahaan

Prediksi 2019 Menjadi Nyata di 2020
Pada akhir Desember 2019 Tom Lee pernah menegaskan bahwa pada tahun 2020 Bitcoin akan berkinerja lebih baik. Sebagai sebuah prediksi, setidaknya ia benar dan di ujuang tahun 2020, Raja Aset Kripto itu berhasil menembus lebih dari US$28.000, lalu hari ini pada Tahun Baru lebih dari US$29.000 per BTC.

Kala itu Lee mengatakan pelemahan harga Bitcoin sejak Juli 2019 dapat dimaklumi. Sebab, tekanan datang dari regulator dari sejumlah negara. Tapi, Lee berpendapat bahwa Bitcoin bisa berkinerja lebih baik pada tahun 2020.

Katanya, pelemahan dan sikap resisten datang melalui sidang senat dan DPR Amerika Serikat yang mempersoalkan proyek Libra yang melibatkan Facebook dan beberapa perusahaan swasta ternama lainnya. Pemerintah Amerika Serikat juga secara-terangan tidak menyukai Bitcoin.

“Saya tidak melihat pertumbuhan adopsi Bitcoin yang besar sejak Juli 2019. Namun, dalam beberapa tahun ke depan, saya melihat adopsi yang lebih besar akan terjadi terhadap aset kripto dan Bitcoin, khususnya terkait dengan Bitcoin Reward Halving. Untuk saat ini pasar modal tradisional sedang di puncak tertingginya. Dan investor cenderung tidak membeli Bitcoin, karena dianggap lebih berisiko tinggi. Dan Tiongkok sendiri memberikan penegasan yang sangat kuat kepada dunia, bahwa mereka mendukung soal aset digital/aset kripto, yang merupakan produk dari teknologi blockchain,” kata Lee kepada CNBC, Rabu (27/11/2019.

BERITA TERKAIT  Bom Surat Meledak di Belanda, Pelaku Minta Bitcoin

Di samping itu, Lee mengatakan bahwa penurunan 50 persen baru-baru ini tidak mengubah prospek jangka panjang untuk Bitcoin. Prospeknya tetap positif. Memang, sejumlah analis mencatat bahwa tahun-tahun di mana Bitcoin berkinerja sangat baik, berkorelasi dengan tahun-tahun yang kuat pada indeks S&P 500 dan indeks aset lainnya. [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO