15 Peretasan DeFi Terbesar Sepanjang 2026

Sepanjang 2026, sektor DeFi diguncang oleh gelombang eksploitasi yang merugikan ratusan juta dolar. Berdasarkan data yang dibagikan oleh Cipher pada Minggu (22/03/2026), total kerugian mencapai US$137,7 juta.

Rangkaian peretasan DeFi memperlihatkan bahwa celah keamanan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesalahan mendasar yang berulang. Berikut 15 kasus peretasan terbesar yang terjadi sepanjang tahun ini.

Daftar Insiden Peretasan DeFi Terbesar

Kasus Peretasan DeFi Terbesar Sepanjang Tahun 2026 - Cipher
Kasus Peretasan DeFi Terbesar Sepanjang Tahun 2026 – Cipher

1. Step Finance

Step Finance menjadi korban terbesar dengan kerugian mencapai US$27,3 juta. Serangan ini terjadi akibat private key yang berhasil dieksploitasi oleh peretas.

Tanpa adanya pemulihan dana, kasus ini menegaskan bahwa keamanan akses masih menjadi titik paling lemah dalam ekosistem DeFi.

IKLAN
Chat via WhatsApp

2. Truebit

Truebit kehilangan US$26,2 juta akibat bug pada smart-contract. Celah kecil dalam kode membuka peluang eksploitasi besar.

Insiden peretasan melalui kontrak pintar pada Truebit memperlihatkan pentingnya audit menyeluruh sebelum protokol diluncurkan ke publik.

3. Resolv (USR)

Proyek stablecoin Resolv baru saja mengalami kerugian senilai lebih dari US$25 juta akibat kerentanan pada sistem minting.

Eksploitasi ini memungkinkan penyerang mencetak token secara ilegal dan menguras likuiditas di pool.

BACA JUGA:  Whale Crypto Apes, Rp830 Miliar Hilang karena Salah Swap

4. SwapNet 

SwapNet kehilangan sekitar US$13,4 juta akibat arbitrary call, yaitu celah serius yang memungkinkan eksekusi fungsi tak sah.

Serangan ini menunjukkan besarnya risiko dari kontrak pintar yang terlalu fleksibel tanpa pembatasan ketat.

5. YieldBlox DAO

YieldBlox DAO mengalami kerugian sekitar US$10,97 juta akibat manipulasi data pada sistem oracle.

Menariknya, sekitar US$7,2 juta dana berhasil dipulihkan, menjadikannya salah satu kasus dengan recovery terbesar tahun 2026 ini.

6. SagaEVM

SagaEVM mengalami validation failure serius pada sistemnya dan hal ini menyebabkan kerugian sekitar US$7 juta.

Masalah ini menunjukkan bahwa infrastruktur blockchain modern pun tidak kebal terhadap kesalahan desain.

7. Makina

Makina kehilangan US$5 juta akibat price dependency issue yang krusial. Ketergantungan pada data harga eksternal tanpa proteksi yang memadai membuka peluang manipulasi pasar.

8. IoTeX 

IoTeX menjadi salah satu proyek DeFi yang diretas setelah mengalami kebocoran private key, dengan kerugian yang mencapai sekitar US$4,4 juta.

Kasus ini semakin mempertegas bahwa manajemen kunci privat masih menjadi titik rawan yang sering diabaikan.

IoTeX Terseret Isu Hack, Diduga Alami Kerugian Rp72 Miliar

9. Aperture Finance 

Aperture Finance kehilangan US$3,7 juta akibat unverified user input. Validasi input yang lemah menjadi celah klasik yang terus berulang dalam banyak proyek DeFi.

BACA JUGA:  Muhammadiyah Bahas Fatwa Kripto, Indodax Soroti Pentingnya Edukasi

10. Venus 

Venus Protocol mengalami eksploitasi senilai US$3,7 juta melalui manipulasi supply cap. Parameter internal yang tidak diawasi ketat bisa menjadi celah besar bagi kelompok peretas.

11. CrossCurve 

CrossCurve kehilangan US$2,8 juta akibat business logic flaw. Kesalahan desain sistem sering kali lebih berbahaya daripada bug teknis.

12. Solv Protocol 

Solv Protocol terkena reentrancy attack dengan kerugian US$2,73 juta. Meski tergolong serangan lama, reentrancy masih sering terjadi karena implementasi yang kurang hati-hati.

13. FoomCash 

FoomCash mengalami kerugian US$2,3 juta akibat logic flaw. Sekitar US$1,8 juta berhasil dipulihkan, memberi sedikit harapan di tengah banyaknya kasus tanpa peluang pemulihan.

14. Moonwell 

Moonwell kehilangan US$1,8 juta akibat oracle misconfiguration. Kesalahan konfigurasi sederhana bisa berdampak besar pada sistem keuangan terdesentralisasi.

15. TMXTribe 

TMXTribe menutup daftar ini dengan kerugian US$1,4 juta akibat logic bug. Kasus ini menunjukkan bahwa bahkan bug kecil pun bisa berujung pada kerugian signifikan.

Apa Itu DeFi? Ini Pengertian, Cara Kerja dan Daftar Tokennya

Sektor DeFi Masih Perlu Berbenah

Dari 15 kasus peretasan DeFi di atas, terlihat pola yang konsisten: kebocoran private key, bug smart-contract, dan manipulasi sistem menjadi penyebab utama.

BACA JUGA:  Changpeng Zhao Kini Lebih Kaya Raya daripada Bill Gates

Dengan total pemulihan dana yang hanya sekitar US$9 juta dari US$137,7 juta, jelas bahwa industri DeFi masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam hal keamanan.

Tanpa peningkatan standar audit serta manajemen risiko yang lebih matang, kasus serupa sangat mungkin akan terus berulang di masa depan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait